pengamatan ke dalam diri

“aku sudah mengajari mereka aturannya. tetapi, mereka malah membuang-buang kacang hijau itu. mereka juga pernah membuang-buang air. padahal aku nggak meminta mereka melakukan itu. bagaimana caranya supaya mereka mengerti aturan?” curhat seorang ibu.

mendengar curahan hati ibu ini, aku tidak nyaman. tetapi aku berusaha untuk mengendalikan diri. jangan sampai aku menghakimi tentang apa-apa yang aku tidak tahu.

setelah bercerita, miss siska, mentor kami, menanggapi.

“saya ingin menanggapi. tetapi sebelumnya, saya minta maaf dulu ya. begini bu, apa yang ibu lakukan, itu sudah termasuk penghakiman kepada anak. tadi ibu menyebut kata ‘membuang-buang’, ya? padahal anak tersebut sedang belajar.”

lalu, miss siska kembali menerangkan, “baik, saya akan berbagi pengalaman. cara ini sangat membantu saya tiap kali mendampingi anak belajar. setiap melihat anak melakukan sesuatu, apapun itu, saya berusaha untuk melontarkan pertanyaan ke diri saya sendiri untuk berefleksi.”

“apa yang yang sedang dipikirkan anak ini ya? anak ini sedang membuat apa ya?” dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu, biasanya cara pandang saya pada anak menjadi lebih luas. saya menjadi lebih sadar dan berempati bahwa apa-apa yang anak lakukan pastilah sebuah pembelajaran. ia sedang mencoba hal baru.” miss siska menutup tanggapannya dengan senyuman hangat.

aku menyimak dan hatiku bergetar. apa yang miss siska sampaikan membuat hatiku tenang dan damai. aku mendapat pencerahan. benar, seringkali orang dewasa tidak melihat perbuatan anak secara menyeluruh šŸ˜„

melihat ibu tadi, aku menduga sepertinya ada hal-hal yang belum terselesaikan di masa lalunya. masih ada luka masa lalu yang belum sembuh.

rasa kesal karena anak tidak menuruti perintahnya kupikir adalah bentuk respon error karena pada saat sang ibu kecil mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari orang tuanya. orang tuanya tidak memberikan ruang untuk kesalahan.

miss siska bilang, dirinya juga hasil dari produk orang tua yang seperti itu. orang yang diasuh dengan cara seperti itu, pada saat memiliki anak dan menemaninya berkegiatan, seringkali fokusnya hanya pada kesalahan. maka, proses pembelajaran bersama anak akan bias. hal tersebut akan menyulitkan dia untuk menemukan solusi.

aku tahu, pada kenyataannya, berpikir jernih dan logis tiap kali masalah datang bukan hal mudah. apalagi bila ada ikut campur emosi di dalamnya. bisa-bisa perbuatan dan lisan kita bertransformasi menjadi hal yang tidak masuk akal šŸ˜…

menemukan solusi yang bijak memang tidak bisa didapatkan begitu saja. kita perlu ilmu yang tepat agar dapat bersikap yang tepat pula.

kata nunu sahabatku, menjadi orang tua memang challenging. seringkali permasalahan di dalam diri orang tua menjadi sumber masalahnya. orang tua kesulitan berpikir dengan jernih. karena pada kenyataannya, banyak orang tua belum memahami pikiran dan perasaannya sendiri.

nunu juga berpesan, orang tua baru tidak boleh mengabaikan “hal-hal aneh” yang terjadi pada dirinya selama proses berdaptasi menjalani peran baru. jadi, kalau memang orang tua sudah sadar ada yang salah pada dirinya atau lingkungan di mana ia berada, sebaiknya dicari tahu sumber masalahnya. lalu, dekati lingkungan positif yang memiliki niat serupa untuk belajar bersama.

mengenali diri sendiri itu penting. sebab, dengan mengetahui kebutuhan diri, orang tua akan lebih mudah mengetahui dan memahami kebutuhan anak-anaknya.

sebelum sesi belajar bersama miss siska ditutup, miss siska bilang, kita tidak boleh lupa hal ini: kegiatan mengamati bukan hanya dilakukan kepada anak. namun, juga mengamati “ke dalam” yakni ke diri kita sendiri. sebab, baik atau tidaknya kita mengamati diri sendiri, akan berpengaruh sebaik apa kita mengamati anak kita nanti.

2 thoughts on “pengamatan ke dalam diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s