Pesan dari Sahabatku

Teruntuk annisa, shinta, syifa, cynthia, nina, putri ku yg kuat.
Kdg episode kehidupan ini tidak selalu mudah nan indah, akan ada salah satunya yg berat.
Karena Allah berjanji memberi ganjaran yg besar bagi mereka yg hebat.
Sabar dan sholat insyaa Allah akan jd penguat.
Allah selalu ada bersama kalian dekat-dekat.
Ada kami di sini yg insyaa Allah siap mendengarkan dan berbagi penat.
Mgkn tak selalu ada kabar, mgkn akan memgabarkan nnti, mgkn tak sempat berkabar, tp dlm hati kita pasti selalu ingat.
Smg apa yg sdg masing-masing kita lalui jd tambahan amalan utk akhirat.
Karena kita bersama-sama bukan hanya di dunia tp jg ingin sampai surga-Nya sbg sahabat.
Ttp berpegangan yaaa.. erat-erat 💙💙💙💙💙💙💙.”

Tulisan yang sungguh menenangkan hati, sahabatku. Terima kasih banyak karena menulis kalimat indah ini dan menyemangati kami. Semoga Allah membalas kebaikanmu, senantiasa melindungi kamu dan keluargamu, dan tetap menjadikanmu sahabat kami sampai Surga nanti. Aamiin Allahumma Aamiin.

Kita dan Pandemi #39: Tidak Butuh Plasma Konvalesen

Jadi gini, tanggal 19 agustus 2021 kemarin, darahku diambil untuk dijadikan sampel. Pemeriksaan darah ini dilakukan untuk memeriksa apakah antibodi IGgku sudah terbentuk atau belum. Kalau sudah terbentuk, itu artinya aku bisa mendonorkan plasma konvalesen.

Setelah lima hari (24 Agustus 2021), akhirnya aku dihubungi oleh pihak PMI melalui whatsapp. PMI menginformasikan, antibodi IGgku sudah terbentuk dan aku dibolehkan untuk donor plasma. Esok harinya, aku perlu datang ke PMI. Iya, betul kamu tidak salah baca. PMI mengabariku H-1 sebelum jadwal donor plasmaku. Terlalu mendadak, menurutku. Khususnya untuk aku: butuh waktu untuk menaikkan hemoglobin.

Karena pada saat itu aku baru saja mengonsumsi obat, aku tidak bisa hadir sesuai jadwal yang telah diberikan. Sesuai kesepakatan, empat hari kemudian (28 Agustus 2021) aku pun langsung mengabari PMI kalau aku sudah siap untuk donor plasma. Tapi, tidak ada balasan. Kau tahu? Sampai sekarang, pihak PMI belum merespon chat terakhirku itu.

Continue reading “Kita dan Pandemi #39: Tidak Butuh Plasma Konvalesen”

Anime The Promised Neverland: Nagih ya nontonnya!

Sumber: Pinterest [dari kiri ke kanan: Norman, Emma, dan Ray]
Sumber: Pinterest [Mirip banget ‘kan yang rambut orange kayak Hinata Shoyo? Hahaha]

Pertama kali nonton anime ini, aku salah sangka sama Emma. Aku pikir, Emma ini laki-laki wkwk Habisnya, rambut Emma warna orange sih. Mirip betul sama Hinata di Haikyu 🤣

Tetapi, setelah satu persatu episode kutonton, Emma nggak lagi aku anggap mirip seperti Hinata kok haha Dia bener-bener perempuan berhati lembut yang ceria dan bijaksana.

Continue reading “Anime The Promised Neverland: Nagih ya nontonnya!”

Bayar Pajak Motor Tahunan Online

➡️ Download aplikasi Sambara (Samsat Mobile Jawa Barat). Pilih Info PKB & Kode Bayar di menu utama.

Tujuan kamu menggunakan aplikasi ini adalah untuk mendapatkan kode bayar. Kode bayar ini bakal kamu gunakan untuk membayar pajak motor tahunan di Tokopedia.

Siapkan STNK dan KTP kamu, ya. Kamu butuh keduanya untuk mengisi formulir di aplikasi tersebut.

➡️ Ke Tokopedia, pilih menu Top-Up & Tagihan. Scroll aja ke bawah. Di menu Layanan Pemerintah, kamu bakal menemukan E-Samsat.

Nah, Pilih wilayah Samsat Jabar, Masukkan kode bayar yang kamu dapat diaplikasi Sambara tadi. Bayar deh.

➡️ Print Invoice

➡️ Lalu, datang ke kantor Samsat untuk mencetak STNK baru. Cepet banget lho. Aku nggak ngantre.

Oh iya, untuk pemberkasan, siapkan:
– Fotokopi STNK lama (satu aja)
– Fotokopi BPKB (satu aja)
– KTP Asli
– STNK Asli

➡️ Selesai.

[Informasi ini berlaku untuk warga Jawa Barat, yaaa 😊]

Tampilan aplikasi Sambara

Doa yang Indah

Ya Allah.
Milik Mu lah segala puji.
Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi beserta makhluk yang ada di dalamnya.

Milik Mu lah segala puji.
Engkaulah penguasa langit dan bumi beserta makhluk yang ada di dalamnya.

Milik Mu lah segala puji. Engkaulah cahaya langit dan bumi beserta makhluk yang ada di dalamnya.

Milik Mu lah segala puji. Engkaulah Yang Haq (benar), janji Mu lah yang benar, pertemuan dengan Mu adalah benar, perkataan Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para Nabi itu benar, Nabi Muhammad itu benar, dan hari kiamat itu benar (ada).

Ya Allah.
Hanya kepadaMu aku berserah diri,
hanya kepadaMu aku beriman,
hanya kepadaMu aku bertawakkal,
hanya kepadaMu aku kembali,
hanya denganMu kuhadapi musuhku,
dan hanya kepadaMu aku berhukum.

Oleh Sebab itu ampunilah segala dosaku, yang sudah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan,
yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku.

Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. Tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya upaya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Aamiin Allahumma Aamiin.

Aku mengutip doa ini di sini.