Kita dan Pandemi #37: Bagaimana Jika Hasil Tes PCR Belum Negatif?

Bisa mendapatkan hasil negatif dalam waktu kurang lebih satu minggu setelah gejala pertama, rupanya menjadi sesuatu menakjubkan bagi banyak orang.

Lalu, mereka akan menanyakan beberapa pertanyaan ini,

“Kamu ngapain aja ketika isoman?”
“Kamu makan apa aja?”
“Gimana caranya ningkatin imun?”

Sebaliknya, bila tidak mendapatkan hasil negatif dalam 10 hari isoman, mereka akan memberi pernyataan ini,

“Kok belum negatif, ya.”
“Obatnya diminum nggak sih.”
“Terlalu banyak pikiran kayaknya deh.”
“Pasti dia nggak tenang karena belum negatif.”

Dan masih banyak pernyataan tidak menyenangkan lainnya.

Melihat kejadian ini di lingkungan sendiri. Aku melihatnya lucu juga. Sepertinya ia belum terlalu banyak mencari referensi.

Continue reading “Kita dan Pandemi #37: Bagaimana Jika Hasil Tes PCR Belum Negatif?”

Kita dan Pandemi #36: Sembuh

Kabar baik itu datang. Kepala ruanganku mengirimkan hasil tes swab PCR keduaku (24/07/21). Di sana tertulis, aku sudah negatif. Alhamdulillah.

Mendengar kabar baik itu, hati kecil ingin menangis. Namun, tidak ada air mata yang mengalir. Sepertinya aku terlalu bahagia, hingga tidak bisa berkata apa-apa.

Continue reading “Kita dan Pandemi #36: Sembuh”

Kamu bilang, Aku Mudah Melupakan

Terapi Berpikir Positif. Karya Dr. Ibrahim Elfiky. Buku ini kubaca bertahun-tahun lalu. Aku tidak mengingat isi buku ini secara rinci. Tetapi, rupanya berkesan betul dalam alam bawah sadarku ini. Dengan bekal ini, aku menjadi mudah menjalani hari. Terima kasih, Dr.

Iya benar katamu, aku memang sudah melupakannya.

Namun, alih-alih mengatakan “sudah melupakan”, aku lebih senang mengatakannya “sudah menimbunnya”.

Aku sudah menimbun kenangan-kenangan sedih dengan pikiran lain yang membuat keadaanku menjadi lebih baik.

Apakah kamu menyadarinya? Pikiran manusia itu hebat sekali, ya. Apapun yang manusia pikirkan, ia akan membentuk alam bawah sadar, perasaan, dan perbuatan.

Pikiran positif, akan menghasilkan perasaan dan perbuatan yang positif.
Pikiran negatif, akan menghasilkan perasaan dan perbuatan yang negatif.

Continue reading “Kamu bilang, Aku Mudah Melupakan”

Kita dan Pandemi #35: Isolasi Mandiri

Satu minggu lalu (11/07/21), tenggorokanku sakit. Rasanya persis seperti ketika mengalami radang tenggorokan.

Kalau saat ini sedang tidak pandemi, mengalami sakit tenggorokan seperti ini mungkin aku akan merasa biasa saja. Kalau salah satu rekan satu shiftku tidak mengalami anosmia (kehilangan kemampuan untuk mencium bau) dan tetap masuk kerja, mungkin aku juga akan merasa baik-baik saja.

Namun, saat ini kondisi dunia sudah berbeda. Melihat orang di sebelah tiba-tiba batuk saja hati kita rasanya deg-degan sekali. Setiap orang tentunya akan lebih hati-hati dan waspada dari pada biasanya.

Continue reading “Kita dan Pandemi #35: Isolasi Mandiri”