Program LK3: Menjadi Teman Bicara Sebaya

“Perkenalkan, nama saya Wulandari Eka Sari. Saya adalah ketua LK3 Kota Depok. Terima kasih atas kehadirannya, teman-teman. Meskipun saya sudah memberikan bocoran sedikit tentang kegiatan hari ini di group whatsapp, saya kira kalian masih bingung. LK3 itu apa sih? Peserta yang datang hari ini nantinya akan melakukan apa sih? Apa yang dimaksud dengan Teman Bicara Sebaya sih? Dan nantinya, tugas-tugas volunteer Teman Bicara Sebaya apa saja sih? Baiklah, tidak perlu cemas. Saya akan menjelaskan semuanya ya 😀 .” Ungkap Mbak Wulandari selaku ketua LK3 memberikan sambutan kepada kami. 

Saya tertarik mendaftar kegiatan ini karena membaca kalimat “Konsep Diri” dalam poster kegiatan tersebut. Saya rasa konsep diri sangat penting dimiliki oleh setiap orang. Ketika seseorang paham betul dengan konsep dirinya sendiri, maka ia akan mengenal dirinya dengan baik. Apa kesukaannya, apa hal yang tidak disukainya, apa kelemahannya, apa kelebihannya, bagaimana keadaan emosionalnya, bagaimana keadaan kognisinya, apa tujuan hidupnya, dan lain-lain. Sehingga, ia akan mampu menentukan jalan hidup yang terbaik untuk hidupnya sendiri serta mampu menyesuaikan diri terhadap orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Karena tahu tentang konsep diri sungguh penting, saya langsung mendaftar kegiatan tersebut.

Selain itu, diposter juga dituliskan bahwa peserta akan menjadi Teman Bicara Sebaya. Pikiran saya pun mencoba menebak kira-kira seperti apa kegiatan ini. Tebakan saya, sepertinya kami akan jadi teman berbagi cerita untuk orang-orang yang membutuhkan. Dan ternyata tebakan saya hampir mendekati benar. Penjelasan Mbak Wulandari memberikan titik terang terhadap kegiatan itu.

Mbak Wulandari menjelaskan bahwa Teman Bicara Sebaya adalah salah satu program LK3. LK3 adalah Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga. Lembaga tersebut berada di bawah naungan Kementerian Sosial. Programnya adalah sebagai media konsultasi bagi individu dan keluarga yang mengalami masalah sosial psikologis dalam keluarganya, yang mengganggu pelaksanaan peran dan fungsinya sebagai pribadi, anggota keluarga, dan anggota kelompok sosial lainnya. Informasi lebih lengkap tentang LK3 bisa klik disini [1] dan disini [2]. Singkatnya sih, si LK3 ini lembaga yang membantu individu atau keluarga yang mengalami masalah. Contoh masalah-masalahnya adalah seperti: kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, anak terlantar, masalah ekonomi, narkoba, dan masalah sosial lainnya. Jadi, si LK3 itu menerima konsultasi siapapun yang berhubungan dengan masalah individu dan keluarga. LK3 akan mendengarkan, mengarahkan, memberikan saran, menguatkan, mendampingi, dan merujuk ke lembaga yang lebih berkompeten bila dibutuhkan. Jika permasalahan itu sulit untuk diselesaikan.

Lalu apa hubungan program LK3 dengan Teman Bicara Sebaya? Salah satu program untuk menyelesaikan permasalahan remaja adalah mencari volunteer Teman Bicara Sebaya. Isu yang ingin dituntaskan adalah tentang pergaulan bebas remaja. Maka, LK3 membutuhkan kami (para peserta seminar) untuk menjadi volunteer Teman Bicara Sebaya. Mengapa harus kami? Harapannya, pendekatan yang dilakukan oleh kami yang berusia 18-30 tahun dapat berhasil menggali permasalahan mereka. Harapannya, mereka lebih terbuka karena jejang usia kami yang tidak begitu jauh. Harapannya juga, kami bisa melakukan pendekatan sebagai teman sekaligus sebagai kakak terhadap mereka. Sehingga mereka tidak merasa ketakutan dan terintimidasi.

LK3 meyakini bahwa menghadirkan volunteer Teman Bicara untuk anak-anak remaja yang bermasalah yang membutuhkan penanganan adalah penting sekali. Sebab, banyak diantara mereka yang bingung dan takut terhadap masalah yang sedang dihadapi. Mereka takut kepada siapa menceritakan masalahnya. Dan bingung, bagaimana cara menceritakannya. Remaja yang bermasalah, sesungguhnya mereka tahu bahwa perbuatannya adalah salah. Mereka juga tahu bagaimana cara menyelesaikannya. Namun, ketakutan dan kebingungan seringkali menjadi penghambat. Kepercayaan diri pun akhirnya semakin turun. Solusi akhirnya tak dapat terlihat oleh matanya sendiri.

Teman Bicara hadir bukan untuk memberikan solusi sesuai apa yang diyakininya. Atau memberikan nasihat panjang untuk menyadarkan para remaja. Teman Bicara hadir untuk mendengarkan segala keluh kesah mereka. Memberikan respon terbaik untuk menenangkan para remaja. Memberikan kepercayaan bahwa mereka dapat bertanggung jawab atas perbuatannya. Dan tak lupa membangun rasa percaya dirinya, dengan mengatakan,“Selalu ada kesempatan untuk orang-orang yang ingin berubah menjadi lebih baik.”

Terkait isu pergaulan bebas remaja, Mbak Wulandari juga memberitahu, selain menjadi Teman Bicara untuk mendengarkan masalah para remaja, nantinya, kami juga akan memberikan penyuluhan tentang pendidikan seks. Tujuannya, agar mereka mengetahui perbedaan laki-laki dan perempuan. Bagaimana fungsi kelamin sebagai alat reproduksi. Bagaimana perkembangan alat kelamin itu. Tentang menstruasi, mimpi basah, dan sebagainya. Sampai kepada timbulnya birahi karena adanya perubahan hormon-hormon. Juga termasuk masalah perkawinan, kehamilan, dan sebagainya.

Saya bersemangat sekali bergabung dalam program LK3 Teman Cerita Sebaya. Saya siap menjadi volunteer, Insya Allah. Hari ini adalah pertemuan pertama para volunteer Teman Cerita Sebaya. Kami mendapat bekal materi tentang bagaimana cara menjadi pendengar yang baik. Mbak Wulan Rigastutu S.Psi dari Yayasan Peduli Sahabat menyampaikan materi tersebut. Mbak Wulan Rigastutu juga berbagi pengalaman tentang menjadi pendengar yang baik. Singkat cerita, beliau belum menjadi psikolog. Jadi, belum memiliki wewenang membuka konseling untuk remaja yang bermasalah. Peran beliau di Yayasan Peduli Sahabat agak mirip seperti Teman Bicara Sebaya. Beliau memposisikan diri sebagai sahabat yang mendengarkan cerita kliennya. Kemudian, memberikan respon terbaik, mengarahkan, dan memberikan kepercayaan. Tujuan akhir dari perannya ini adalah agar kliennya mandiri menemukan solusi dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Keren ya 🙂

Saya sungguh berharap bisa menjadi pendengar yang baik. Mendengarkan ternyata tak mudah dan tantangan sekali lho. Kita harus menahan diri agar tidak berpikiran subjektif. Bagaimana pun kesalahan klien yang ditemui, kita harus berusaha se-objektif mungkin. Tidak boleh terbawa perasaan. Pendengar yang baik harus berusaha memposisikan diri sebagai klien. Agar respon yang diberikan baik dan bijaksana.

Bismillah, semoga program LK3 Teman Bicara Sebaya berjalan dengan lancar dan memberikan banyak manfaat untuk remaja. Aamiin.

Advertisements