Kita dan Pandemi #38: PPKM Level 4

PPKM Level 4 kembali diperpanjang sampai 16 Agustus 2021. Banyaknya meme dan sindiran makan 20 menit selama PPKM. Gelisahnya masyarakat karena pandemi tak kunjung usai. Melihat ini semua, rasanya “lucu” juga. Tanpa sadar, kita sudah mulai lelah.

Continue reading “Kita dan Pandemi #38: PPKM Level 4”

Kita dan Pandemi #37: Bagaimana Jika Hasil Tes PCR Belum Negatif?

Bisa mendapatkan hasil negatif dalam waktu kurang lebih satu minggu setelah gejala pertama, rupanya menjadi sesuatu menakjubkan bagi banyak orang.

Lalu, mereka akan menanyakan beberapa pertanyaan ini,

“Kamu ngapain aja ketika isoman?”
“Kamu makan apa aja?”
“Gimana caranya ningkatin imun?”

Sebaliknya, bila tidak mendapatkan hasil negatif dalam 10 hari isoman, mereka akan memberi pernyataan ini,

“Kok belum negatif, ya.”
“Obatnya diminum nggak sih.”
“Terlalu banyak pikiran kayaknya deh.”
“Pasti dia nggak tenang karena belum negatif.”

Dan masih banyak pernyataan tidak menyenangkan lainnya.

Melihat kejadian ini di lingkungan sendiri. Aku melihatnya lucu juga. Sepertinya ia belum terlalu banyak mencari referensi.

Continue reading “Kita dan Pandemi #37: Bagaimana Jika Hasil Tes PCR Belum Negatif?”

Kita dan Pandemi #33: Begini Kabarku Beberapa Bulan Ini

Pertama, aku sudah selesai merampungkan vaksin kedua. Vaksin corona memang harus disuntikkan sebanyak dua kali. Supaya vaksinnya bekerja dengan baik, katanya. Jarak antara vaksin pertama dan kedua adalah 14 hari. Antibodiku akan terbentuk 14 hari setelah vaksin kedua.

Continue reading “Kita dan Pandemi #33: Begini Kabarku Beberapa Bulan Ini”

Kita dan Pandemi #31: Vaksin Sinovac

Awal tahun 2021 adalah saat-saat yang menegangkan bagi tenaga kesehatan (nakes). Termasuk profesiku. Nakes cemas tentang vaksin sinovac.

Apalagi serangan hoaks melalui group whatsapp masuk juga ke group whatsapp kami hahaha seperti biasa, ibu-ibulah yang paling rajin mengirim hal-hal seperti ini.

Dalam video tersebut, terlihat seorang ibu-ibu sedang mengeluh tentang tubuhnya. Katanya, akibat vaksin yang baru saja disuntikkan, membuat salah satu sisi tubuhnya lemah seketika.

Continue reading “Kita dan Pandemi #31: Vaksin Sinovac”