Ulang Tahun ke 76

Ayahku kurang suka bercerita. Aku perlu menggunakan usaha yang besar untuk memasuki “dunia ayah”. Kalau dunianya sudah kumasuki, ayah lumayan banyak bicara juga. Yang pasti, tidak boleh menyerah untuk mendekati ayah.

Meskipun begitu, sosok ayah ternyata cukup memengaruhiku. Tanpa sadar, ada begitu banyak sifat ayah menurun kepadaku. Juga tentang ketertarikannya.

Ayah suka bepergian ke alam dan tempat-tempat bersejarah. Tidak sering, memang. Karena ayah tidak begitu suka jalan-jalan, aku dan keluarga jarang sekali bepergian ke luar rumah. Sepertinya itulah asal mulanya aku menjadi anak rumahan dan buta jalan 😌

Kalau kamu tanya, tempat mana saja yang sudah kukunjungi bersama keluarga, aku pasti akan kesulitan menjawabnya karena saking jarangnya. Namun, kalau pertanyaannya kamu ubah seperti, tempat apa saja yang berkesan untukku, Insya Allah aku bisa menjawab.

Waktu aku kecil, aku suka banget pulang ke kampung tempat ayah dibesarkan. Biasanya, sembari pulang kampung, ayah suka mengajak aku jalan-jalan ke tempat bersejarah. Seperti, Gua Jatijajar, tempat wisata Baturraden, dan benteng pendem Nusakambangan.

Pada saat itu, sebetulnya aku tidak terlalu paham cerita di balik tempat-tempat itu. Namun, seperti anak kecil pada umumnya yang selalu tertarik dengan hal-hal mistis, tentu saja aku senang diajak ke tempat-tempat seperti itu wkwkwk kamu juga ‘kan? 😛

Continue reading “Ulang Tahun ke 76”

Kita dan Pandemi #37: Bagaimana Jika Hasil Tes PCR Belum Negatif?

Bisa mendapatkan hasil negatif dalam waktu kurang lebih satu minggu setelah gejala pertama, rupanya menjadi sesuatu menakjubkan bagi banyak orang.

Lalu, mereka akan menanyakan beberapa pertanyaan ini,

“Kamu ngapain aja ketika isoman?”
“Kamu makan apa aja?”
“Gimana caranya ningkatin imun?”

Sebaliknya, bila tidak mendapatkan hasil negatif dalam 10 hari isoman, mereka akan memberi pernyataan ini,

“Kok belum negatif, ya.”
“Obatnya diminum nggak sih.”
“Terlalu banyak pikiran kayaknya deh.”
“Pasti dia nggak tenang karena belum negatif.”

Dan masih banyak pernyataan tidak menyenangkan lainnya.

Melihat kejadian ini di lingkungan sendiri. Aku melihatnya lucu juga. Sepertinya ia belum terlalu banyak mencari referensi.

Continue reading “Kita dan Pandemi #37: Bagaimana Jika Hasil Tes PCR Belum Negatif?”

Kita dan Pandemi #36: Sembuh

Kabar baik itu datang. Kepala ruanganku mengirimkan hasil tes swab PCR keduaku (24/07/21). Di sana tertulis, aku sudah negatif. Alhamdulillah.

Mendengar kabar baik itu, hati kecil ingin menangis. Namun, tidak ada air mata yang mengalir. Sepertinya aku terlalu bahagia, hingga tidak bisa berkata apa-apa.

Continue reading “Kita dan Pandemi #36: Sembuh”