Kamu Suka Film Apa?

Setiap orang tentu memiliki alasan mengapa meluangkan waktu untuk menonton sesuatu. Entah drama atau film.

Aku mulai senang menonton film tahun 2008. Pada tahun itu, film tidak mudah didapat seperti sekarang. Kemajuan internet tidak seperti saat ini. Entah aku yang belum mengerti atau kurang informasi, jasa rental DVD lah yang menjadi andalanku tiap kali ingin menonton film.

Aku hanya perlu mendaftar menjadi anggota, kemudian bebas deh ingin menyewa film apa saja. Harganya pun murah. Seingatku, satu film hanya seharga 2000 hingga 3000 rupiah saja. Sama seperti meminjam buku di perpustakaan, meminjam film pun ada batas waktu. Dan harus membayar denda tiap kali aku telat mengembalikannya.

Dulu, genre film yang paling aku suka adalah film fantasy seperti Harry Potter, The Golden Compass, The Bridge of Terabithia, The Chronicles of Narnia, Zathura, Alice in Wonderland, Charlie and The Chocolate Factory dan masih banyak yang lainnya. Sudah lupa.

Karena dulu internet belum pesat seperti sekarang, informasi film terbaik dan terbaru biasanya aku dapatkan dari mas-mas penjaga rental DVDnya. Nanti si mas yang akan memberi tahu cerita singkat tentang filmnya. Meskipun di belakang sampul DVD ada sinopsis filmnya, menurutku, tetap saja penjelasan si mas yang lebih lengkap wkwk

Kalau diingat kembali, ketertarikanku terhadap alam seperti saat ini mungkin dipengaruhi oleh film yang aku tonton waktu kecil. Kalian tahu sendiri kan bagaimana pemandangan film-film fantasy. Contohnya film Narnia dan Harry Potter, penonton akan disuguhkan pemandangan alam yang luar biasa. Padang rumput, pepohonan, bukit, gunung, langit, gua, sungai, laut, danau, dan sebagainya.

Selain film fantasy, aku juga senang menonton film thriller. Aku penggemar film SAW wkwk dan masih banyak film thriller yang aku tonton atas rekomendasi mas-mas rental DVD. Kalau diingat kembali, aku kurang paham mengapa si mas membolehkan aku menyewa film itu. Padahal saat itu aku masih SMP. Kalau ditanya mengapa suka film tersebut, aku tidak tahu. Padahal selama menonton pun aku ketakutan tiap kali melihat adegan pembunuhan. Tetapi, tetap saja ketagihan dan menyewa kembali film-film bergenre sama dengan judul berbeda.

Aku tidak memiliki alasan khusus mengapa menonton film-film tersebut. Pokoknya “ingin” saja. Ingin menonton film fantasy karena ceritanya seru dan pemandangannya bagus. Ingin menonton film thriller karena ceritanya menegangkan dan membuat aku penasaran. Penasaran tentang siapa pembunuhnya dan mengapa ia melakukan pembunuhan itu.

Semakin dewasa, selera film pun perlahan berubah. Aku tidak suka film thriller lagi. Aku tidak penasaran siapa pembunuhnya dan alasan di balik semua itu. Entah mengapa, rasa takut melihat adegan pembunuhan lebih besar dari rasa penasaranku. Pikirku, masih banyak film bergenre lain yang lebih “manusiawi” dan sarat makna dibanding film-film itu wkwk (mungkinkah ini karena faktor usia? ๐Ÿคฃ)

Kalau film fantasy, aku masih suka sekali. Meskipun tidak terlalu tahu lagi film fantasy terbaru, aku tetap senang menonton film tersebut bila ada kesempatan dan waktu luang. Apalagi setelah tahu hobiku adalah melakukan perjalanan. Aku semakin bersemangat tiap kali menonton film fantasy.

Setelah mengenal Drama Korea (drakor) dan termudahkan dalam mengaksesnya, sebetulnya aku sudah jarang menonton film. Aku lebih banyak menonton drama korea dibandingkan film terkini. Lalu drama seperti apa yang biasanya aku tonton? Aku selalu suka drakor tentang keluarga dan profesi. Meskipun agak “berat” dan kurang cocok menjadi teman saat makan, aku tetap memilih genre drama itu.

Menurutku, drakor berbeda dengan drama Thailand maupun sinetron Indonesia. Cerita dalam drakor lebih rinci. Penulis naskah niat betul membuat ceritanya. Drama tentang keluarga misalnya, aku salut sama penulis naskahnya. Ia tidak hanya membuat cerita yang baik, namun juga sering menyisipkan pesan moral yang sarat makna. Dialog sederhana yang dibuat pun super bagus dan bermakna. Dialog tidak hanya berisi percakapan biasa untuk memenuhi setiap scene saja. Namun, dialognya berisi “pesan” yang menjadi penguat mengapa penonton harus tetap setia menonton drama tersebut sampai habis.

Lalu, tentang drama profesi. Riset yang dilakukan penulis naskah dan tim pembuat drama tidak main-main. Tugas profesi yang ditampilkan dalam drama benar-benar lengkap dan menyeluruh. Penonton awam yang tidak tahu pun akan menjadi tahu tentang profesi tersebut. Bagaimana perjuangan dan kebermanfaatannya untuk masyarakat. Sehingga, setelah menonton penonton akan mendapat pemahaman baru yang baik tentang profesi tersebut. Akhirnya, penonton pun akan lebih menghargainya.

Jika dulu menonton film hanya sekadar menonton, maka sekarang tidak begitu lagi. Bukankah menonton sesuatu berarti kita memberikan waktu untuk hal tersebut? Maka, jangan sembarangan menonton film yang tidak benar-benar kita tahu.

Kalau aku, saat ini sedang senang menonton drama atau film keluarga. Aku ingin mengambil pelajaran dari interaksi anggota keluarga di dalamnya. Bagaimana mereka menjalani peran dengan sungguh-sungguh, bagaimana mereka menghadapi masalah dengan tangguh, bagaimana mereka memperlakukan setiap orang dengan baik, dan masih banyak yang lainnya.

Aku pun bisa belajar dari tingkah laku setiap anggota keluarga dalam drama, lho. Bagaimana cara si suami ngobrol sama istri saat keduanya sedang emosi. Bagaimana cara si anak ngobrol sama orang tua saat keinginannya tidak sejalan dengan ayah dan bunda. Bagaimana cara si orang tua menghargai perasaan anak-anaknya saat anak melakukan sesuatu yang mereka tidak suka. Perkataan bahwa kita bisa belajar dari mana saja ternyata benar adanya, ya ๐Ÿ˜Š

Selera filmku memang berubah lumayan signifikan hahaha dari yang dulu menonton apa saja, sekarang harus ada “alasannya”. ๐Ÿ˜‚

Setiap kita tentu memiliki selera. Namun, semoga selera itu tidak hanya didasari rasa ingin tahu saja. Bukankah menjadi lengkap bila apa-apa yang kita suka juga memberikan sesuatu yang bermakna? ๐Ÿ˜„

Advertisements

Film Keluarga: Captain Fantastic (2016)

Dari kiri ke kanan: Zaja, Nai, Bodevan, Rellian, Kielyr, dan Vespyr

Ben dan Leslie hidup dengan cara yang berbeda. Mereka meyakini bahwa hidup bukan tentang mengikuti “pola yang sudah ada”, namun sebaliknya. Mereka harus tahu apa yang ingin dicari dan apa yang harus dicapai. Atas dasar pemikiran itulah mereka meninggalkan rumah di kota. Dan pergi ke hutan. Mereka berumah tangga di sana. Di sana pula anak-anak mereka dilahirkan dan dibesarkan. Kecuali Bodevan, ke lima anaknya lahir dan tumbuh di sana.

Tidak seperti film komedi dan keluarga biasanya, film ini dibuka dengan adegan Ben dan Bodevan si anak sulung sedang memburu binatang. Adegan menjijikkan pun datang. Bodevan memotong daging binatang buruan, kemudian memakannya. Adegan ini lumayan bikin aku ingin muntah ๐Ÿ˜…

“Mulai saat ini, kamu adalah lelaki dewasa dan pria sejati!” begitu kata Ben. Lelaki berjenggot dengan tubuh penuh lumpur.

Pikirku, film keluarga macam apa ini, mengapa adegan pembukanya mengerikan sekali. Namun, tetap kulanjutkan menonton. Menurut salah satu artikel yang aku baca, film ini termasuk film keluarga yang direkomendasikan. Tanpa ragu lagi, aku pun melanjutkan film tersebut.

Ben dan keluarganya tinggal dihutan. Layaknya tarzan, mereka pun mahir melompat serta memanjat tebing dan pohon. Ada beberapa kebiasaan unik yang keluarga Ben lakukan. Ternyata mereka bukanlah “tarzan sungguhan” seperti yang kita tahu. Mereka lebih tepat disebut “tarzan pembelajar”. ๐Ÿคฃ

Setiap pagi keluarga Ben terbiasa melakukan aktivitas fisik. Lari berkeliling hutan, sit up, push up, back up, dan kegiatan lainnya. Ben percaya, untuk mampu hidup di dunia yang penuh tantangan ini, anak-anaknya harus memiliki badan yang sehat dan kuat. Mereka pun melakukan aktivitas fisik dengan serius. Bahkan Ben pernah mengatakan, tubuh anak-anaknya ini tidak akan kalah dengan tubuh atlet di ibu kota. Mantap ya!

Setelah melakukan aktivitas fisik, Ben dan keluarganya bekerja sama membersihkan rumah. Ben membuat jadwal bertugas dan anak-anaknya melakukan secara bergiliran. Bahkan untuk kegiatan menyiram pohon, mereka melakukannya secara tertib dan bergantian.

Bagaimana dengan sekolah? Ben dan sang istri, Leslie menjadi guru untuk anak-anaknya. Mereka belajar di rumah. Kegiatan belajar dilakukan pada malam hari. Mereka akan melakukan sesi belajar bersama-sama di luar rumah. Dengan suasana hangat ditambah hangatnya api unggun, mereka duduk melingkar membaca bukunya masing-masing. Pada sesi tersebut, Ben akan menanyakan sejauh apa proses belajar anak-anaknya. Mereka pun akan menjelaskan secara lisan dengan percaya diri.

Yang membuat semakin unik, selaku guru, Ben lebih banyak mendengarkan dibandingkan menjelaskan. Bahkan untuk beberapa kekeliruan yang anak lakukan, Ben lebih senang bertanya dari pada menjelaskan. Akhirnya, anak-anak pun tahu di mana letak kekeliruannya.

Di mana istrinya Ben? Di awal-awal film penonton juga akan dibikin penasaran ke mana istri Ben berada. Tetapi, pada pertengahan film penonton pun akan menemukan jawabannya. Sebab, anak-anak pun akan berkali-kali mengajukan pertanyaan tentang ibunya. Masalah utama film pun ada pada ibu ini. Mereka harus menjalankan misi keluarga untuk menyelamatkan ibu. Aku tidak akan menceritakan di sini. Kalian nonton sendiri saja, supaya semakin seru ๐Ÿ˜

Seperti anak-anak pada umumnya yang tidak selalu menurut kepada orang tua. Rellian juga begitu. Ia adalah anak ke empat yang rasa penasarannya super tinggi. Saking tingginya, ia sering memberontak dibanding anak-anak lainnya.

Pernah suatu ketika ia menodongkan sebuah pisau kepada ayahnya. Ia begitu marah dan kesal. Ayahnyalah yang menjadi pelampiasan marahnya. Setelah menyadari apa yang dilakukan tidak benar, Rellian menurunkan pisaunya dan menusuk-nusuk lemari yang ada didekatnya. Ia menusuk lemari sambil menangis.

Apa yang Ben lakukan? Ben tidak memarahi Rellian. Ben malah memberikan tatapan simpati dan membiarkan Rellian meluapkan amarahnya. Pada adegan itu aku pun berkata dalam hati,“Ben hebat. Sebagai orang dewasa kita seringkali lupa. Alih-alih menenangkan si kecil yang marah, kita malah mengomeli mereka. Bahkan kita memaksa si kecil untuk berhenti menangis saat itu juga. Padahal menangis adalah hak setiap orang.”

Rellian juga mempertanyakan mengapa mereka tidak pernah merayakan natal. Ben tidak tersulut. Ia malah mengajukan pertanyaan,“Adakah yang ingin kamu sampaikan? Mengapa natal itu penting untuk dirayakan? Bukankah perayaan itu tidak memberi manfaat untuk menjalani kehidupan? Ungkapkan pendapatmu. Yakinkan kami. Barangkali pendapatmu dapat menyakinkan kami. Kalau kami yakin, barangkali tahun depan kita bisa merayakan natal bersama-sama.”

Ben selalu begitu. Ia memberikan ruang untuk anak-anaknya. Ruang untuk berpendapat dan mengaktualisasi diri. Di hutan, di rumahnya sendiri. Bolehkah mereka keluar hutan untuk belajar? Perihal ini juga menjadi masalah yang akan dipecahkan dalam film ini.

Apakah hidup Ben dan anak-anak selalu tentang aturan, belajar, dan latihan? Tentu saja tidak. Setelah sesi belajar pada malam hari, Ben dan anak-anak selalu bernyanyi dan bermain musik bersama. Bahkan si kecil Zaja dan Nai turut berdansa. Mereka pun tertawa bersama-sama ๐Ÿ˜Š

Ada satu pembelajaran yang Ben berikan kepada keluarga menarik perhatianku. Apa yang Ben ajarkan mungkin masih sulit dilakukan orang tua kebanyakan. Suatu ketika Ben dan anak-anak sedang memanjat tebing bersama. Karena kelelahan, tangan Rellian tergelincir dari bebatuan yang ia pegang. Rellian pun melepas satu tangannya dan hampir terjatuh. Rellian menangis dan meminta tolong ayahnya.

Kau tahu? Ben tidak langsung membantu. Ia dengan tenang mengarahkan. Kata Ben,”STOP, Rellian. Stay calm, Observe, Think, and Plan!” Ia mengatakan berkali-kali. Ia tahu betul untuk menenangkan Rellian, dirinya juga harus tenang.

Saat Rellian menolak melakukan STOP dan memilih menyerah, Ben pun mengatakan,“Segala yang kamu inginkan tidak akan terjadi begitu saja seperti sihir. Ada usaha yang kamu harus lakukan untuk mendapatkan keinginanmu itu.” Ben selalu bicara apa adanya sesuai keadaan. Ben selalu ingin anaknya bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. Akhirnya, sambil menangis, Rellian tetap berusaha untuk naik ke atas tebing.

Masih banyak ilmu parenting yang akan kita dapatkan selama menonton film ini. Film Captain Fantastic tidak membosankan. Seperti genrenya, komedi pun banyak terselipkan di setiap adegan. Penonton pun dibuat tertawa terbahak-bahak melihat kejenakaan Ben dan keluarga ๐Ÿ˜‚

Di sepanjang cerita, kita pun akan melihat bagaimana Ben “memanusiakan” anak-anaknya. Ia begitu menghargai pikiran dan perasaan anak-anaknya secara utuh. Bahkan untuk kondisi yang menyebalkan pun, Ben tetap menerapkan itu.

Di sepanjang adegan, kita juga akan melihat bagaimana anak-anak tersebut menghargai dan mencintai orang tuanya. Meskipun dibebaskan untuk merasa dan berpikir, mereka sangat menghargai kedua orang tuanya. Luar biasa pokoknya.

Untuk kamu yang tertarik dengan film-film keluarga, aku sangat merekomendasikan film ini ๐Ÿ˜๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Sumber gambar: http://www.bleeckerstreetmedia.com

Mengatasi Bibir Dehidrasi Karena Alergi

Aku mengalami masalah pada bibirku. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja bibir bagian atas pinggir menjadi kering dan mengelupas. Tanpa pikir panjang, aku menarik serpihan bibir yang kering itu menggunakan jari. Setelah itu, aku oleskan bagian yang kering menggunakan baby oil. Hasilnya pun nihil.

Setelah menunggu beberapa hari, bibirku tidak membaik. Sebaliknya, area yang aku berikan baby oil itu menjadi kasar sekali. Karena sudah sering mengalami masalah pada bibir dan akan membaik sendiri, aku pun tidak memikirkan serius tentang hal ini.

Bibir Kering, Kebas, dan Bengkak

Dan tiga hari yang lalu, bibirku menjadi semakin parah saja. Jika sebelumnya masalahnya hanya seputar kering dan berkelupas, kali ini bibirku menjadi bengkak dan kebas. Makan dan minum pun menjadi tidak nyaman ๐Ÿ˜ฅ

Karena khawatir sekaligus penasaran, aku mencari informasi pada artikel-artikel kesehatan. Artikel itu mengatakan, bibirku ini alergi. Bisa jadi karena tidak cocok menggunakan lipstick ataupun memakai produk kosmetik yang lain.

Namun, aku yakin sekali masalahnya bukan karena itu. Aku sudah biasa menggunakan lipcream wardah sehari-hari. Dan lipcream tersebut sudah kugunakan sejak 3 bulan yang lalu. Selama 3 bulan kemarin bibirku baik-baik saja, kok.

Akhirnya, aku berusaha mengingat apa kegiatan baru yang kulakukan akhir-akhir ini. Khususnya terkait pada bagian wajahku. Dan setelah berusaha mengingat, aku pun mendapatkan jawabannya ๐Ÿฅบ

Masker Mulut Sekali Pakai

Masalahnya adalah masker mulut yang sekali pakai! Selama satu bulan ini aku memang menggunakan masker tersebut tiap kali naik motor. Pada awal pemakaian, aku merasakan gatal pada area mulut. Namun, tidak aku hiraukan. Pikirku, mungkin itu hanya gatal biasa.

Sebenarnya, aku sudah sering menggunakan masker tipe seperti itu. Di tempat umum pun sudah banyak dijual, kan. Aku sering melihat banyak orang berjualan masker di depan stasiun kereta. Aku yakin, teman-teman pun juga pernah atau sering menggunakan masker tipe itu.

“Apa yang salah dengan masker itu?” pertanyaan itu muncul berkali-kali. Aku bingung sendiri.

Setelah mengingat kembali, sepertinya masalah utamanya ada pada wajah sensitifku. Aku terbiasa menggunakan masker berbahan kain setiap hari. Selama bepergian ke mana pun, aku jarang menggunakan masker sekali pakai. Namun, karena di rumah kebetulan ada beberapa masker sekali pakai, aku pun menggunakannya. Mubazir sekali kalau si masker teronggok begitu saja tidak terpakai.

Memulihkan Bibir Kering dan Dehidrasi

Setelah sadar sumber masalahnya adalah ketidakcocokan antara masker dengan kulit sensitifku, aku menghentikan pemakaian masker itu.

Bagaimana cara aku memulihkan bibirku yang dehidrasi dan alergi ini? Aku berbagi sedikit caranya ya, teman-teman.

1. Aku menggunakan minyak zaitun sesering mungkin saat di rumah. Saran adikku, setiap 2 jam sekali harus dioleskan kembali wkwk tetapi, aku tidak telaten. Akhirnya, aku hanya memakainya setelah mandi dan sebelum tidur.

2. Aku juga menggunakan lipbalm saat beraktivitas. Kemarin, aku masih bisa menggunakan lipcream saat bekerja. Namun sebelumnya, aku mengoleskan lipbalm dahulu. Tiap kali merasa bibirku kering, aku mengoleskan kembali lipbalm tersebut. Aku menggunakan lipbalm nivea red. Lipbalm nivea membantu sekali, sungguh :’)

Dari pengalamanku kemarin, ternyata baby oil dan vaseline repairing jelly kurang ampuh mengobati bibir kering. Mereka tidak bisa melembabkan dengan cepat. Aku tidak merasakan efek lembab setelah pemakaian produk-produk itu.

Yang super membantu melembabkan bibir malahan si minyak zaitun. Dengan sekali oles saja, bibir yang kering langsung menjadi lembab. Aku merasa nyaman sekali. Bahkan, rasa kebas pada bibir pun terasa berkurang drastis.

Untuk bengkak pada bibir, jangan lupa kompres air es, ya! Kompres selama 15-20 menit saja. Dan ulangi setiap 2 jam sekali. Sampai kapan? Sampai bibirmu terasa lebih baik dan lebih nyaman ๐Ÿ˜Š

Berapa lama proses penyembuhan bibirku ini? Setelah meninggalkan masker sekali pakai dan rutin melakukan perawatan, kurang lebih tiga hari saja Insya Allah akan sehat kembali. Saat ini bibirku sudah hampir pulih sepenuhnya. Bengkak dan kebas sudah tidak ada. Kering pun hanya tinggal sedikit saja. Alhamdulillah ๐Ÿ™‚

Bagi teman-teman yang juga memiliki kulit sensitif lebih perhatian lagi, ya. Pemicu alergi ternyata tidak hanya dari produk perawatan yang kita gunakan saja. Namun, benda yang kita pakai pun bisa menjadi pemicunya.

Jangan pernah lupa, bahan kimia ada di mana-mana. Semoga lebih peka dan cepat tanggap ketika tanda alergi ada. Rasa gatal yang kita anggap biasa, bisa jadi petanda yang bermakna. Lebih hati-hati lagi ya ๐Ÿ™‚

**

[Catatan Tambahan]

Beberapa hari setelah tulisan ini aku unggah, ternyata bibirku gatal dan mulai bengkak lagi. Aku pun meminta rekomendasi temanku yang seorang dokter. Ia menyarankan salep betamethason. Kata temanku, salep ini cocok untuk peradangan akibat alergi. Setelah dua kali pemakaian rasa gatal dan bengkak pun hilang.

Sejak kemarin bibirku sudah sembuh dan kembali normal. Alhamdulillah.

Oh iya, harga salepnya hanya 5000 saja.

Pemakaian vaselin repairing jelly pun ternyata bermanfaat sekali bila gunakan selama aku tidur. Esok paginya bibirku lembab dan nyaman sekali ๐Ÿ‘Œ

Itu saja informasi tambahannya. Semoga bermanfaat ya teman-teman ๐Ÿ˜Š

Salep ini cocok digunakan untuk bibir gatal dan bengkak karena alergi. Insya Allah ampuh๐Ÿ‘
Krim ini harus digunakan rutin. Paling ampuh kalau kamu pakainya tiap kali ingin tidur ๐Ÿ˜
Kamu yang mempunyai bibir mudah kering, apalagi paska alergi seperti aku, penggunaan lip balm itu wajib ya. Kalau aku pakainya lip balm nivea ini.

Membuat Tahu Krispi

Tahu Krispi tadi pagi ๐Ÿ˜

Tahu krispi adalah salah satu masakan andalanku di rumah. Keluarga selalu bahagia kalau aku membuat tahu jenis ini. Sampai-sampai adikku berkata seperti ini,“Entar kalo udah nikah, semua lauk lo tepungin aja! Lo jago goreng tepung-tepungan wkwkwk.” Selaku pecinta makanan krispi, aku memang niat betul membuat masakan krispi seperti tahu goreng ini.

Membuat tahu krispi sebenarnya mudah sekali. Bahannya mudah didapat. Dan caranya mudah dilakukan. Kamu hanya membutuhkan tahu jenis apapun dan tepung bumbu kemasan. Kalau hari ini, aku membuat satu buah tahu cina putih ukuran besar dengan dua buah tepung bumbu kemasan ukuran kecil.

Dua buah tips supaya berhasil membuat tahu krispi adalah memotong tahu dengan tipis dan membalur tahu dengan dua kali baluran tepung bumbu.

Jika kebanyakan orang menggoreng tahu dengan cara mencairkan tepung bumbu, mencelupkan tahu ke dalam cairan tepung, dan kemudian menggoreng. Kalau aku tidak seperti itu.

Berikut aku sebutkan tahapan-tahapan sederhananya ya,

1. Potong tahu dengan ukuran tipis. Kalau aku, tahu yang ukuran besar itu aku potong jadi empat. Kemudian, dari keempat tahu ukuran sedang itu, masing-masing tahunya aku potong menjadi empat lagi. Kalau ribet, dipotong menjadi tiga juga boleh. Ukuran itu sudah bisa menghasilkan tahu yang krispi, kok.

Setelah tahu dipotong semua, siram wadah yang berisi tahu itu dengan sedikit air. Isi air setengah wadah, ya. Supaya apa? Supaya tahunya tetap basah, teman-teman. Jadi nanti akan mudah saat proses pembaluran tahu dengan tepung bumbunya.

2. Tuang tepung bumbu ke dalam wadah. Tepungnya tidak perlu dibasahi, ya. Biarkan si tepung tetap kering.

3. Setelah tahu dan tepung siap, balurkan tahu ke dalam tepung. Lalu, celupkan lagi tahu ke dalam air tahu yang berisi setengah wadah tadi. Setelah itu, balurkan kembali tahu ke dalam tepung.

4. Goreng, deh. Goreng sampai tahu berwarna kecoklatan. Hati-hati dengan api kompor, ya. Gunakan api ukuran sedang saja. Hal ini dilakukan supaya tahu tidak gosong.

5. Kalau kamu suka makanan yang kriuk-kriuk, kalau ada tepung yang tersisa jangan dibuang, ya. Kamu bisa gunakan tepung itu untuk membuat kriuk ๐Ÿ˜

Caranya bagaimana? Kamu hanya perlu memberikan sedikit air pada tepung sisa, kemudian kamu pilin tepung yang basah itu menggunakan tangan. Terkait ukuran kriuk, terserah kamu saja. Kalau aku, lebih suka yang ukurannya kecil. Semakin kecil, semakin garing kan ๐Ÿ˜†๐Ÿ‘

Oke, sekian tips dari aku. Beberapa orang, paling malas pada tahapan membalurkan tahu yang dua kali itu. Kata mereka, malas banget wkwk mereka juga tidak sabar menunggu tahu matang kecoklatan saat proses menggoreng. Alhasil, tahunya tidak garing dan jadinya lembek deh. Kalau sudah begitu, kamu gagal membuat tahu krispi ๐Ÿ˜‚

Aku #TimKrispi. Kamu? Wkwk Selamat mencoba, para #TimKrispi! ๐Ÿ’“

Siapa Suka Drama Korea?

Drama korea memiliki tempat khusus dihati saya. Saya menonton drama korea sejak berusia belasan tahun hingga saat ini. Drama korea yang saya tonton pertama kali adalah boys before flower. Drama tersebut menceritakan tentang kehidupan anak sekolah. Cerita tentang anak-anak konglomerat. Siapa sangka, Geum Jan Di seorang anak dari pemilik usaha binatu sederhana bisa bersekolah di sana?

Semua berawal saat Geum Jan Di berhasil menyelamatkan seorang siswa yang akan melakukan bunuh diri. Dengan gagah berani, Geum Jan Di menyelamatkan siswa tersebut. Akhirnya, berkat perbuatan baiknya, ia mendapat beasiswa untuk bersekolah di sana.

Tidak seperti drama sekolah kebanyakan yang melulu bercerita tentang cinta remaja, drama boys before flower berbeda. Drama tersebut benar-benar komplit. Geum Jan Di yang super berani dan pekerja keras, mampu mengubah hidup seorang anak konglomerat yang begitu sombong. Dari perjuangan Geum Ja Di kita menjadi tahu bahwa sikap pantang menyerah akan memberikan hasil yang manis.

Bagi saya, apa-apa yang ada di drama korea begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mungkin karena sama-sama Asia, ada banyak kesamaan antara Indonesia dan Korea. Dari drama, saya mengamati, Korea benar-benar memperhatikan tata krama. Bagaimana cara memanggil yang lebih tua dan lebih muda, bagaimana cara menghormati sesama, dan bagaimana cara menghargai orang lain. Sama seperti Indonesia, kan?

Yang membuat berbeda, Korea pandai mengambil kesempatan memperkenalkan negaranya melalui media yaitu, drama. Korea secara rinci memasukkan nilai-nilai kebaikan yang mereka anut ke dalam drama.

Misalnya saja tentang tata krama, hampir di semua drama, korea memasukkan adegan-adegan tentang kesopanan dan kesantunan. Meskipun ada pula adegan yang tidak patut dicontoh, tetapi, nilai kebaikan drama tersebut tidak bisa kita lupakan dan abaikan.

Bagaimana mereka memuliakan tamu, dalam drama, selalu ada scene dimana pemilik rumah menyiapkan makanan super lezat untuk tamu yang datang ke rumah. Bagaimana mereka menghormati orang tua, dalam drama, selalu ada scene seorang anak yang begitu santun berbicara dengan ibunya. Bagaimana mereka menyayangi sesama, selalu ada scene mereka saling tolong menolong dan berbagi makanan. Entah itu antar tentangga atau antar teman. Hebat ya?

Lalu, tentang makanan khas korea, adat istiadat, dan kebudayaan. Hampir di semua drama, Korea gencar memperkenalkan semua itu.

Siapa yang tidak tahu kimchi, japchae, kimbab, soju, sup rumput laut, bibimbap, ramyeon, tteokbokki, jajangmyeon, bulgogi, dan omurice? Meski tidak dengan sengaja menghafalnya, para penonton drama pasti mengenal beberapa makanan itu. Dalam drama, selalu memperlihatkan makanan-makanan tersebut dalam scene. Bahkan, beberapa drama juga menunjukkan bagaimana cara membuat kimchi dan kimbab. Hingga akhirnya, para penonton pun begitu kenal, akrab, dan ingin segera mencoba makanan itu juga. Korea berhasil mengenalkan negaranya pada dunia melalui drama.

Siapa yang tidak tahu Pulau Jeju, Pulau Nami, dan Namsan Tower? Banyak drama mengambil latar di sana. Dan masih banyak tempat lainnya. Sehingga membuat para penonton begitu kenal dengan beberapa tempat wisata di Korea. Akhirnya, penonton pun tertarik dan tergerak ingin segera berkunjung ke tempat wisata di Korea.

Selain hal-hal di atas, para penonton drama korea menjadi tahu dan mengenal cara Korea mengurus seseorang yang telah meninggal, bagaimana cara menguburnya, bagaimana cara memperingati hari kematiannya, dan masih banyak adat istiadat lain yang dikenalkan melalui drama. Korea juga memperkenalkan cerita rakyat dan sejarah melalui drama. Penonton pun menjadi tahu bagaimana pakaian tradisional dan cerita sejarah Korea. Dengan cara yang menyenangkan, Korea berhasil menyuguhkan drama yang bagus sekaligus memperkenalkan negaranya kepada dunia.

Yang membuat drama korea bertambah spesial, Korea juga begitu niat membuat drama tentang profesi. Dari drama tersebut, penonton menjadi tahu dan mengenal banyak profesi. Beberapa drama yang sudah saya tonton dan bertambah pula pengetahuan saya tentang profesi yaitu, Pinocchio (Profesi jurnalis), Dr. Kim (Profesi dokter bedah), The Producer (Profesi produser), W (Profesi komikus), It’s Okay That’s Love (Profesi psikiater), Voice (Profesi Voice Profiling), A Poem A Day (Profesi Fisioterapi), I hear Your Voice (Profesi Pengacara), A Good Doctor (Profesi dokter anak), Secret Forest (Profesi Jaksa), dan masih banyak yang lainnya.

Saya merasa beruntung dan senang sekali memiliki kesempatan menonton drama-drama tentang profesi tersebut. Dan menjadi semakin sadar bahwa setiap profesi memiliki tantangan tersendiri. Tidak ada profesi yang mudah dan sepele. Semua profesi baik dan memberikan kebermanfaatan.

Drama korea bergenre keluarga juga menjadi favorit saya. Hubungan keluarga terjalin super manis dan hangat. Dalam drama ditunjukkan bagaimana seharusnya seorang kakak bersikap, bagaimana seorang adik berlaku, bagaimana cara orang tua mendidik anak, bagaimana seorang anak menghormati orang tua, dan bagaimana cara saling jujur dengan perasaan. Semua itu ditunjukkan secara lengkap dan jelas dalam setiap drama korea keluarga. Saya merekomendasikan teman-teman menonton drama My Golden Life, My Father is Strange, dan Reply 1988 ๐Ÿ™‚

Terlepas drama korea hanya cerita fiktif belaka atau bukan, poin pentingnya adalah saya melihat Korea berusaha membangun negaranya dengan baik. Salah satu usahanya adalah membuat drama yang mengandung nilai-nilai baik. Sehingga menjadi konsumsi publik yang begitu sarat makna dan manfaat. Bahkan, manfaatnya pun dapat dirasakan oleh rakyat negara lain, seperti saya ini.

Saya mendapat banyak manfaat dari drama korea. Jika kita mau mencari, sebenarnya ada banyak sekali drama korea yang baik untuk pembelajaran. Drama terbaru yang sarat makna dan bagus ditonton awal tahun ini, saya rekomendasikan Drama Sky Castle! Drama tersebut memberikan gambaran bagaimana orang tua memandang pendidikan selama ini. Rasa sedih dan rasa tertekan yang anak-anak rasakan dalam drama itu, ternyata saya pun dulu pernah merasakannya saat masih bersekolah. Betapa banyak fenomena orang tua yang hanya mementingkan nilai dibandingkan kebahagiaan anaknya. Tonton deh, Insya Allah kita jadi lebih bijak memandang pendidikan.

Menyadari keberhasilan Korea memperkenalkan negaranya melalui drama, membuat saya memikirkan Indonesia. Ada banyak kebudayaan dan nilai yang begitu indah dan beragam di negara kita ini. Namun, jarang sekali kita bangga pada Indonesia. Jarang sekali kita melihat keindahan itu dalam media.

Kita kurang bangga dan kurang cinta bukan karena Indonesia memiliki banyak kekurangan. Menurut saya, kitalah yang kurang mengenal negara ini. Mulai hari ini, Semoga kita bisa lebih menghargai dan mencintai apapun yang Negara Indonesia miliki. Ada banyak hal berharga pada negara kita. Yuk kita bebenah diri, ada banyak hal di Indonesia bisa dieksplor lagi ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

Program LK3: Menjadi Teman Bicara Sebaya

“Perkenalkan, nama saya Wulandari Eka Sari. Saya adalah ketua LK3 Kota Depok. Terima kasih atas kehadirannya, teman-teman. Meskipun saya sudah memberikan bocoran sedikit tentang kegiatan hari ini di group whatsapp, saya kira kalian masih bingung. LK3 itu apa sih? Peserta yang datang hari ini nantinya akan melakukan apa sih? Apa yang dimaksud dengan Teman Bicara Sebaya sih? Dan nantinya, tugas-tugas volunteer Teman Bicara Sebaya apa saja sih? Baiklah, tidak perlu cemas. Saya akan menjelaskan semuanya ya ๐Ÿ˜€ .” Ungkap Mbak Wulandari selaku ketua LK3 memberikan sambutan kepada kami.ย 

Saya tertarik mendaftar kegiatan ini karena membaca kalimat “Konsep Diri” dalam poster kegiatan tersebut. Saya rasa konsep diri sangat penting dimiliki oleh setiap orang. Ketika seseorang paham betul dengan konsep dirinya sendiri, maka ia akan mengenal dirinya dengan baik. Apa kesukaannya, apa hal yang tidak disukainya, apa kelemahannya, apa kelebihannya, bagaimana keadaan emosionalnya, bagaimana keadaan kognisinya, apa tujuan hidupnya, dan lain-lain. Sehingga, ia akan mampu menentukan jalan hidup yang terbaik untuk hidupnya sendiri serta mampu menyesuaikan diri terhadap orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Karena tahu tentang konsep diri sungguh penting, saya langsung mendaftar kegiatan tersebut.

Selain itu, diposter juga dituliskan bahwa peserta akan menjadi Teman Bicara Sebaya. Pikiran saya pun mencoba menebak kira-kira seperti apa kegiatan ini. Tebakan saya, sepertinya kami akan jadi teman berbagi cerita untuk orang-orang yang membutuhkan. Dan ternyata tebakan saya hampir mendekati benar. Penjelasan Mbak Wulandari memberikan titik terang terhadap kegiatan itu.

Mbak Wulandari menjelaskan bahwa Teman Bicara Sebaya adalah salah satu program LK3. LK3 adalah Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga. Lembaga tersebut berada di bawah naungan Kementerian Sosial. Programnya adalah sebagai media konsultasi bagi individu dan keluarga yang mengalami masalah sosial psikologis dalam keluarganya, yang mengganggu pelaksanaan peran dan fungsinya sebagai pribadi, anggota keluarga, dan anggota kelompok sosial lainnya. Informasi lebih lengkap tentang LK3 bisa klikย disini [1]ย danย disini [2]. Singkatnya sih, si LK3 ini lembaga yang membantu individu atau keluarga yang mengalami masalah. Contoh masalah-masalahnya adalah seperti: kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, anak terlantar, masalah ekonomi, narkoba, dan masalah sosial lainnya. Jadi, si LK3 itu menerima konsultasi siapapun yang berhubungan dengan masalah individu dan keluarga. LK3 akan mendengarkan, mengarahkan, memberikan saran, menguatkan, mendampingi, dan merujuk ke lembaga yang lebih berkompeten bila dibutuhkan. Jika permasalahan itu sulit untuk diselesaikan.

Lalu apa hubungan program LK3 dengan Teman Bicara Sebaya? Salah satu program untuk menyelesaikan permasalahan remaja adalah mencari volunteer Teman Bicara Sebaya. Isu yang ingin dituntaskan adalah tentang pergaulan bebas remaja. Maka, LK3 membutuhkan kami (para peserta seminar) untuk menjadi volunteer Teman Bicara Sebaya. Mengapa harus kami? Harapannya, pendekatan yang dilakukan oleh kami yang berusia 18-30 tahun dapat berhasil menggali permasalahan mereka. Harapannya, mereka lebih terbuka karena jejang usia kami yang tidak begitu jauh. Harapannya juga, kami bisa melakukan pendekatan sebagai teman sekaligus sebagai kakak terhadap mereka. Sehingga mereka tidak merasa ketakutan dan terintimidasi.

LK3 meyakini bahwa menghadirkan volunteer Teman Bicara untuk anak-anak remaja yang bermasalah yang membutuhkan penanganan adalah penting sekali. Sebab, banyak diantara mereka yang bingung dan takut terhadap masalah yang sedang dihadapi. Mereka takut kepada siapa menceritakan masalahnya. Dan bingung, bagaimana cara menceritakannya. Remaja yang bermasalah, sesungguhnya mereka tahu bahwa perbuatannya adalah salah. Mereka juga tahu bagaimana cara menyelesaikannya. Namun, ketakutan dan kebingungan seringkali menjadi penghambat. Kepercayaan diri pun akhirnya semakin turun. Solusi akhirnya tak dapat terlihat oleh matanya sendiri.

Teman Bicara hadir bukan untuk memberikan solusi sesuai apa yang diyakininya. Atau memberikan nasihat panjang untuk menyadarkan para remaja. Teman Bicara hadir untuk mendengarkan segala keluh kesah mereka. Memberikan respon terbaik untuk menenangkan para remaja. Memberikan kepercayaan bahwa mereka dapat bertanggung jawab atas perbuatannya. Dan tak lupa membangun rasa percaya dirinya, dengan mengatakan,“Selalu ada kesempatan untuk orang-orang yang ingin berubah menjadi lebih baik.”

Terkait isu pergaulan bebas remaja, Mbak Wulandari juga memberitahu, selain menjadi Teman Bicara untuk mendengarkan masalah para remaja, nantinya, kami juga akan memberikan penyuluhan tentang pendidikan seks. Tujuannya, agar mereka mengetahui perbedaan laki-laki dan perempuan. Bagaimana fungsi kelamin sebagai alat reproduksi. Bagaimana perkembangan alat kelamin itu. Tentang menstruasi, mimpi basah, dan sebagainya. Sampai kepada timbulnya birahi karena adanya perubahan hormon-hormon. Juga termasuk masalah perkawinan, kehamilan, dan sebagainya.

Saya bersemangat sekali bergabung dalam program LK3 Teman Cerita Sebaya. Saya siap menjadi volunteer, Insya Allah. Hari ini adalah pertemuan pertama para volunteer Teman Cerita Sebaya. Kami mendapat bekal materi tentang bagaimana cara menjadi pendengar yang baik. Mbak Wulan Rigastutu S.Psi dari Yayasan Peduli Sahabat menyampaikan materi tersebut. Mbak Wulan Rigastutu juga berbagi pengalaman tentang menjadi pendengar yang baik. Singkat cerita, beliau belum menjadi psikolog. Jadi, belum memiliki wewenang membuka konseling untuk remaja yang bermasalah. Peran beliau diย Yayasan Peduli Sahabatย agak mirip seperti Teman Bicara Sebaya. Beliau memposisikan diri sebagai sahabat yang mendengarkan cerita kliennya. Kemudian, memberikan respon terbaik, mengarahkan, dan memberikan kepercayaan. Tujuan akhir dari perannya ini adalah agar kliennya mandiri menemukan solusi dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Keren ya ๐Ÿ™‚

Saya sungguh berharap bisa menjadi pendengar yang baik. Mendengarkan ternyata tak mudah dan tantangan sekali lho. Kita harus menahan diri agar tidak berpikiran subjektif. Bagaimana pun kesalahan klien yang ditemui, kita harus berusaha se-objektif mungkin. Tidak boleh terbawa perasaan. Pendengar yang baik harus berusaha memposisikan diri sebagai klien. Agar respon yang diberikan baik dan bijaksana.

Bismillah, semoga program LK3 Teman Bicara Sebaya berjalan dengan lancar dan memberikan banyak manfaat untuk remaja. Aamiin.

Cerita: Memasak Bihun Goreng, Yuk!

Kita memang dapat melakukan pekerjaan lebih baik ketika belajar dari kesalahan. Begitu juga dalam belajar memasak.

Saya sudah beberapa kali belajar memasak bihun goreng. Beberapa kesalahan pun pernah dilakukan seperti, bumbu yang tidak sesuai dengan takaran bihun, sayur yang tidak matang, bihun yang terlalu basah, bumbu yang terlalu kering, hingga bumbu yang terlalu banyak. Cukup banyak kesalahan yang saya lakukan ya ๐Ÿ˜€ Tidak apa-apa. Kesalahan terjadi karena kita telah mencoba dan berusaha kan? Berkat kesalahan tersebut saya menjadi lebih paham hal-hal yang perlu dilakukan dan hal sebaiknya tidak dilakukan ketika memasak bihun goreng.

Menurut saya, siapapun bisa memasak bihun goreng. Cara membuatnya pun mudah. Kita hanya perlu hati-hati dan bersabar. Ada beberapa tahapan yang terlihatย sepele, namun penting dilakukan. Siapa yang mengira merebus bihun ternyata tidak baik menggunakan air yang terlalu banyak? Siapa yang mengira ternyata bihun dapat langsung lembut hanya dengan direndam air panas? Siapa yang mengira ternyata membumbui bihun sebelum digoreng ternyata memudahkan proses memasak?

Baiklah, saya akan berbagi pengalaman memasak bihun goreng. Semoga pengalaman saya memudahkan kalian yang ingin belajar memasak bihun ya ๐Ÿ˜€ Kali ini saya berbagi resep untuk porsi besar. Sangat cukup untuk acara keluarga.

Bahan yang diperlukan:

1. Sepuluh kotak bihun (Kalian dapat membeli bihun eceran. Satu bungkus berisi empat buah bihun. Harganya 10.000 rupiah)

2. Lima belas buah bawang merah

3. Tujuh buah bawang putih

4. Empat buah kemiri

5. Satu bungkus royco (Ukuran sesuai selera)

6. Garam (Ukuran sesuai selera)

7. Lada (Ukuran esuai selera)

8. Kecap Manis

9. Bakso

10. Sayur kol

Persiapan memasak bihun goreng:

1. Masak air hingga mendidih. Letakkan bihun dalam sebuah wadah. Siramkan air mendidih ke dalam wadah yang terisi bihun. Diamkan selama kurang lebih dua menit, lalu aduk. Perlu diingat, jangan terlalu banyak menggunakan air. Sebab, air yang terlalu banyak akan membuat bihun menjadi basah sekali (Bihun memiliki kemampuan yang baik dalan menyerap air. Seluruh air bisa terserap semua oleh bihun). Bihun yang terlalu basah, akan membuat bihun goreng mudah basi saat matang nanti.

Setelah tekstur bihun sudah lembut dan matang sempurna, bubuhkan bumbu garam, royco, dan kecap dalam wadah tersebut. Aduk rata dan tes rasa apakah sudah sesuai dengan selera. Tujuan pemberian bumbu dalam wadah ini adalah supaya memudahkan proses memasak di dalam penggorengan nanti. Memudahkan pula proses mencampurkan bihun dengan bakso dan sayur kol.

3. Haluskan bumbu bihun yaitu, bawang merah, bawang putih, kemiri, lada, garam, dan royco.

4. Potong bakso dan sayur kol dalam ukuran kecil (Isian bihun goreng sesuai selera, kalian bebas memilih toppingnya apa, bisa juga ditambahkan wortel dan sosis ;))

Cara memasak bihun goreng:

1. Panaskan sedikit minyak goreng dalam penggorengan, lalu masak bumbu hingga matang. Perlu diperhatikan, kematangan bumbu harus sesuai. Tidak boleh setengah matang atau terlalu matang (bumbu cenderung kering dan menggumpal).

Jika bumbu setengah matang, maka saat hidangan sudah matang, aroma bihun goreng menjadi tidak sedap, karena tercium aroma bumbu mentah. Jika bumbu terlalu matang, maka bumbu akan sulit bercampur dengan bihun dan sayur. Dikarenakan bumbu menggumpal. Oleh karena itu, harus hati-hati ya! Ciri-ciri bumbu matang sempurna adalah warna kekuningan dan aromanya harum. Tidak tercium aroma bawang mentah.

2. Masukkan topping bihun goreng yaitu, sayur kol dan bakso. Aduk hingga sayur menjadi layu dan bakso tampak matang.

3. Masukkan bihun yang sudah dibumbui dan diberi kecap. Aduk rata dengan topping.

4. Tes rasa apakah sudah sesuai dengan selera. Jika belum sesuai, boleh ditambahkan kecap, garam, dan royco.

5. Jangan lupa, supaya bihun tidak hangus, api kompor harus dalam ukuran kecil ya. Setelah bihun, topping, dan bumbu tercampur sempurna dan rasanya sudah pas, matikan kompor. Dan sisihkan.

6. Bihun goreng siap disantap! Jika bihun hanya diletakkan diwadah dan tidak dimasukkan ke dalam kulkas, bihun tidak akan tahan lama. Bihun hanya bertahan selama delapan jam saja. Lebih dari waktu itu, bihun goreng akan basi. Saya belum tahu cara bagaimana agar bihun tahan lama. Kalau kalian mengetahuinya, boleh sekali berbagi informasi ke saya ๐Ÿ˜€

Baiklah, sekian proses memasak bihun goreng versi saya. Tahapan memasaknya memang agak banyak, membutuhkan kesabaran, dan membutuhkan waktu lama. Tetapi, kalau sudah sering membuat, prosesnya akan lebih mudah dan cepat kok ๐Ÿ˜‰ Saya dan Yuniar sudah merasakannya hehe Semoga bermanfaat!

Cerita: Berbincang dengan Kakek

“Perasaan kakek bilang, kayaknya enak kalau dibawain makanan arisan. Kakek nggak lapar sih. Nggak pengin juga. Tapi mau tau aja, ada yang ingat kakek atau nggak. Alhamdulillah, masih ada yang ingat sama kakek”, kakek mengatakan sambil membereskan sapu lidi buatannya.

Mendengarkan kakek jujur seperti itu hati saya benar-benar tersentuh. Ini bukan tentang selezat apa makanan yang dibawa. Bukan juga tentang semewah apa makanan yang diberikan. Bagi seorang kakek, yang terpenting adalah kepedulian dan kasih sayang anak dan cucunya.

Mendengar perkataan yang mewakili perasaan kakek, saya berusaha membuat hati kakek semakin baik. Saya menyampaikan ke kakek bahwa mama (anak kakek) minta maaf tidak bisa datang ke rumah dikarenakan harus membereskan rumah dan juga minta maaf kalau hanya bisa memberikan makanan sederhana seperti ini. Saya juga menjelaskan bahwa mama sungguh memikirkan keadaan kakek. Oleh karena itu, mama mengirimkan makanan ini. Supaya kakek juga turut merasakan hidangan arisan yang kami makan bersama.

Sebelum berpamitan, saya mengajak kakek melihat hasil foto-foto arisan. Sambil bermain tebak-tebakan wajah saudara. Ternyata, kakek tidak ingat nama cucu pertama laki-lakinya, Si Danang. Kakek juga tidak mengenali beberapa wajah yang menggunakan kaca mata. Bahkan, kakek tertukar menyebutkan ย nama saya dan Yuniar. Mungkin karena ukuran fisik kami tidak jauh berbeda dan sama-sama menggunakan hijab cukup menguji ingatan kakek ๐Ÿ˜€ Saya juga mengajak kakek foto bersama menggunakan kamera depan. Kakek tanpa malu-malu langsung siap dan tersenyum. Beginilah, serunya memiliki kakek berjiwa mudaย ya hehe

Sebelum pulang, saya mengingatkan supaya kakek tidak lupa memakan makanan tersebut. Kakek dengan sigap menjawab, “Iya, pasti dimakan!”

Kakek adalah tipikal orang yang jujur dengan perasaannya dan mudah mengapresiasi perbuatan orang lain. Kakek juga tipikal yang berani mengungkapkan perasaannya. Tidak gengsi ataupun menjaga “image”. Karena kejujurannya, saya langsung tahu bahwa kakek sangat senang dikunjungi cucunya dan sangat senang ketika mendapat kiriman makanan dari mama.

Dari kakek saya belajar, jujur dengan perasaan adalah penting. Menunjukkan perasaan kita kepada orang lain juga penting. Mengatakan apa yang dirasakan juga tak kalah penting. Dengan bersikap seperti itu, orang lain akan mengetahui keadaan yang sesungguhnya dan turut bahagia juga karena perbuatan kecil yang dilakukan dapat membuat orang lain bahagia.

Cerita: Perjalanan Bersama Anak Kecil

Foto ini diambil ketika dia mulai gelisah karena duduk terlalu lama. Alhasil, Satria duduk maju ke shaf depan kami ๐Ÿ˜€

โ€‹Katanya, mendidik anak adalah tentang bagaimana orang tua belajar dan berusaha memaparkan, menstimulasi, dan memfasilitasi hal-hal baik. Sebagai kakak tertua dan masih diberi kesempatan membersamai adik-adik di rumah, maka saya ingin sedikit berkontribusi untuk tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu, kemarin saya dan Yuniar mencoba mengajak si kecil Satria datang ke acara kajian. Ingin memberi pengalaman ke Satria mengenal Masjid ๐Ÿ˜€

โ€‹Ketika memutuskan mengajak anak kecil dalam kegiatan, maka kita harus siap menjadi manusia yang super persiapan dan manusia super sabar. Menjadi manusia super persiapan artinya kita harus mempersiapkan kebutuhannya (seperti snack, minuman dan mainan) selama perjalanan nanti. Menjadi manusia super sabar artinya kita harus bersabar untuk melambatkan langkah kaki dan sabar menjawab pertanyaan. Maksudnya? Begini, anak kecil adalah sosok yang penasaran dengan banyak hal disekitarnya. Jadi, kita harus bersiap-siap menjawab semua pertanyaannya selama perjalanan. Kita juga harus bersabar melambatkan langkah kaki, bagi saya yang kalau jalan selalu cepat, berjalan bersama anak kecil tentu harus melambatkan langkah kaki. Langkahnya kecil-kecil sekali, maka saya harus menyesuaikan ๐Ÿ˜€

โ€‹Selain itu, anak kecil juga penasaran sekali untuk melihat hal-hal disekitarnya. Jadi, kita harus bersiap-siap menanggapi saat dia menunjuk dan meminta untuk melihat hal-hal yang menarik perhatiannya. Kalau saya, kemarin tidak memenuhi permintaannya untuk melihat-melihat. Karena waktunya tidak tepat. Kami harus menghadiri kajian pukul tujuh pagi. Maka, saya menjelaskan kepadanya “kegiatan untuk melihat-lihatnya” ditunda dulu. Karena kita mau datang ke kajian lebih dulu. Alhamdulillah Satria mengerti dan melanjutkan langkah kakinya.

โ€‹Selain harus siap menjadi manusia yang super persiapan dan super siap menjawab pertanyaannya, ketika memutuskan mengajak anak kecil, kita juga harus siap menjaga emosinya. Anak kecil usia empat tahun kurang menyukai kegiatan yang mengharuskan dia duduk diam dalam waktu lama. Anak kecil juga mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitarnya. Kemarin, Alhamdulillah selama dua jam Satria mampu duduk tertib di dalam Masjid. Tentunya dengan disediakan snack dan mainan ya ๐Ÿ˜€ Namun, ketika anak-anak kecil di lingkungan Masjid sudah mulai lari-larian, Satria mulai penasaran dan ingin lari-larian juga hahaha Dia tidak merengek atau menangis. Namun, Satria tampak gelisah dan mengajukan pertanyaan berulang kali, “Mbak kok lama? Mbak kok nggak selesai-selesai?”, karena berusaha memahami apa yang dia rasakan dan mengapresiasi kesabarannya duduk dengan manis dan tertib selama dua jam di dalam Masjid, maka saya menuruti permintaannya untuk menuju lokasi tempat anak-anak kecil berlari-lari.

โ€‹Dan, ketika kami baru saja duduk selama lima detik, Satria mengatakan bahwa dirinya ingin “pipis“. Sebelum mengajak anak kecil melakukan perjalanan, kita juga harus bersabar menemaninya kemanapun supaya dirinya nyaman. Langsung saja kami bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai “pipis” Satria segera berlari-lari di halaman Masjid. Tampak satu anak seusianya juga melakukan kegiatan yang sama yaitu, lompat-lompatan, lari-larian, dan mengamati benda-benda disekitarnya.

Saat itu saya semakin memahami, anak balita memang paling senang melakukan kegiatan motorik kasar dan penasaran dengan banyak hal. Lalu, bagaimana dengan duduk rapi di dalam Masjid? Mungkin bagi mereka kegiatan tersebut amat membosankan. Karena memang diusianya, kemampuan untuk bertahan dalam satu posisi belum adekuat dan kemampuan untuk memperhatikan satu hal dalam waktu lama juga belum mumpuni. Semoga saja kita sebagai orang dewasa memahami hal itu. Supaya mengerti keadaannya dan tidak marah-marah saat berhadapan dengan mereka.โ€‹

Kegiatan yang paling disenangi saat naik kereta adalah memandangi pemandangan di luar kereta. Dalam keadaan seperti ini, biasanya orang dewasa yang harus menjaga dan waspada. Karena dia duduk dalam posisi yang tidak seharusnya.

โ€‹Setelah kajian, kami segera pulang. Kami menaiki kereta. Karena jarak stasiun yang ditempuh terlalu dekat yaitu hanya satu stasiun saja, maka sebelum pulang, saya dan Yuniar memutuskan mengajak Satria ke Stasiun Bogor dulu. Lumayanlah jarak dari Stasiun Pondok Cina ke Stasiun Bogor pergi-pulang. Satria sangat senang. Karena memang alasan Satria tertarik ikut ke kajian ini adalah karena kami memberitahu akan naik kereta. Oleh karena itu, demi memenuhi janji tersebut, setelah datang ke kajian, kami mengajak Satria jalan-jalan naik kereta dulu.

โ€‹

Akhirnya, setelah selama empat jam terjaga dan bermain-main ria, tepat pukul 11 siang dia tak sanggup lagi membuka mata ๐Ÿ˜€ Selamat tidur, Satria.

โ€‹Perjalanan ini sungguh bermanfaat. Bermanfaat untuk mbaknya belajar membersamai anak kecil dalam perjalanan dan bermanfaat untuk si kecil yaitu, mendapat pengalaman mengenal Masjid. Tentunya bermanfaat karena jalan-jalan naik kereta ๐Ÿ˜€

Kami kajian di Masjid UI, Depok. Kajian selalu diadakan satu pekan sekali yaitu, setiap Hari Minggu. Pukul 07.00-09.00. Jika kalian ingin datang ke kajian sekalian jalan-jalan, boleh sekali dicoba datang ke Masjid UI ๐Ÿ˜€

โ€‹

Disini, Satria sudah tidak sabar untuk naik kereta. Beginilah wajahnya yang berhasil ditangkap kamera :’)

โ€‹โ€‹

Cerita: Memasak Bubur Ketan Hitam

Saya dahulu sering sekali membeli bubur kacang hijau di abang-abang gerobak dorong yang lewat di depan rumah. Atau mangkal di pinggir jalan. Meskipun saya sangat suka dengan ketan hitam dan kuah santan saja, rasa-rasanya saya belum pernah membeli hanya ketan hitam dan kuah.ย Entahlah mengapa. Saya tetap membeli satu porsi buatan abangnya yaitu, bubur kacang hijau di campur ketan hitam dan disajikan dengan kuah santan.

Alhamdulillah, dua hari ini saya memiliki niat besar membuat bubur ketan hitam. Niat yang datang tiba-tiba lumayan membuat saya tergerak untuk masak-memasak. Di usia seperti saya ini, harus banyak investasi kebiasaan-kebiasaan baik. Salah satu kebiasaan adalah memasak. Tanpa adanya kebiasaan memasak, mustahil keterampilan memasak saya akan meningkat. Kali ini saya ingin berbagi lagi pengalaman memasak. Saya akan memberitahu hal-hal yang sebaiknya dilakukan agar meminimalisir kegagalan memasak ๐Ÿ˜€

Seperti biasa, sebelum memasak saya selalu mencari beberapa referensi resep masakan. Aplikasi cookpadย sangat membantu untuk kalian yang ingin belajar memasak. Resep yang berbeda-beda akan meluaskan pengetahuan memasak menu yang akan dimasak. Hal ini penting sekali. Dengan memiliki banyak pengetahuan resep dan cara memasak, proses memasak akan lebih mudah dilakukan.ย Takaran bahan-bahan pun tidak harus mutlak mengikuti resep mereka. Kita cukup mengetahui perbandingannya saja. Nanti tinggal disesuaikan dengan kebutuhan memasak. Kalau saya, saat ini masih memasak dalam porsi kecil.

Memasak Bubur Ketan Hitam

Pengalaman pertama membuat bubur ketan, ada dua kegagalan yang saya lakukan. Pertama, takaran ketan dan air yang tidak sesuai. Ketan terlalu banyak, air yang terlalu sedikit. Kedua, panci yang terlalu kecil. Meskipun ketan sudah terlihat lembut dan kenyal, ternyata ketannya masih belum matang. Sehingga, kemarin saya beberapa kali menuangkan air ke dalam panci agar si ketan matang.

Kemarin, saya juga mendadak tidak ingat tentang rasa bubur ketan abang-abang gerobak dorong. Saya tidak ingat rasa ketan seharusnya manis saja, atau harus ada rasa gurih di dalamnya. Kalau rasa santan, saya sudah yakin bahwa rasanya harus gurih. Akhirnya, setelah bertanya ke mama dan adik tentang rasa ketan hitam, mereka memberi tahu bahwa rasa ketan adalah manis dan gurih. Okay, problem solved!

Hasil akhir ย bubur ketan yang saya buat kemarin, bubur ketan kurang matang, kurang manis, dan rasa kuah santannya sudah sesuai (gurih dan enak). Evaluasi dari Yuniar, tekstur ketan kurang lembut. Katanya, kalau bubur ketan abang-abang gerobok dorong, si bubur ketan bisa langsung ditelan tanpa digigit juga tidak apa-apa (?) Hahaha. Baiklah, menjadi catatan untuk saya supaya esok hari membuat bubur ketan lebih baik.

Hari ini saya membuat bubur ketan lagi. Saya hanya menggunakan bahan ketan satu gelas kecil saja dan airnya cukup banyak. Baiklah, saya akan berbagi resep dan cara memasaknya ya.

Bahan membuat bubur ketan hitam:

1. Ketan Hitam satu gelas kecil atau satu cangkir

2. Gula putih (Ukuran sesuai selera, menyukai manis atau tidak)

3. Garam (Ukuran sesuai selera)

4. Lima gelas kecil air putih

5. Setengah gelas kecil tepung maizena yang sudah dilarutkan

6. Dua buah daun pandan

Bahan membuat kuah santan:

1. Satu buah santan kara ukuran kecil

2. Tiga gelas air gelas kecil

3. Satu gelas kecil tepung maizena yang telah dilarutkan

4. Garam (ukuran sesuai selera)

5. Dua buah daun pandan

Cara membuat bubur ketan hitam:

1. Rendam ketan hitam selama dua jam. Agar ketan mudah lunak dan lembut ketika dimasak.

2. Masukkan satu gelas kecil ketan hitam ke dalam panci kecil, lalu tuangkan lima gelas kecil air putih. Diamkan hingga air mendidih.

3. Setelah ketan sudah mulai lunak dan tampak membesar/matang, masukkan gula dan garam. Jangan lupa cek rasa dan cek kematangan ketan. Ketan hitam harus terus diaduk agar tidak gosong. Kurang lebih, ketan akan menjadi bubur dan matang dalam waktu 30 menit.

4. Setelah bubur ketan hitam matang, masukkan daun pandan, tutup panci, dan diamkan selama 10 menit. Tujuannya, supaya tekstur ketan semakin lembut dan lunak.

Cara membuat kuah santan:

1. Masukkan air ke dalam panci hingga mendidih

2. Masukkan santan kara dan dua buah daun pandan (Tujuan pemberian daun pandan adalah supaya bubur ketam hitam harum pandan).

3. Masukkan garam dan cek rasa

4. Angkat kuah santan dan letakkan ke dalam mangkuk.

Hidangkan bubur ketan sesuai selera. Bila menyukai bubur yang hangat, panaskan kuah santan dahulu bila ingin dihidangkan. Namun, bila menyukai makanan dingin, menyimpan bubur ketan hitam dan kuah santan di dalam kulkas dapat menjadi pilihan. Kemarin, Mama dan Yuniar senang sekali saat memakan bubur ketan hitam dalam keadaan dingin. Katanya, lebih enak ๐Ÿ˜€

Sekian pengalaman saya membuat bubur ketan hitam. Cara membuatnya mudah dan bahannya mudah sekali didapat. Semoga bermanfaat untuk kalian yang berencana membuat bubur ketan ๐Ÿ˜€

Ini bubur ketan yang mengalami beberapa kegagalan hehe namun, rasanya tetap enak Alhamdulillah. Bubur ketan hari ini belum saya foto. Nanti, Insya Allah saya tambahkan ๐Ÿ˜‰

โ€‹โ€‹

โ€‹