Kita dan Pandemi #36: Sembuh

Kabar baik itu datang. Kepala ruanganku mengirimkan hasil tes swab PCR keduaku (24/07/21). Di sana tertulis, aku sudah negatif. Alhamdulillah.

Mendengar kabar baik itu, hati kecil ingin menangis. Namun, tidak ada air mata yang mengalir. Sepertinya aku terlalu bahagia, hingga tidak bisa berkata apa-apa.

Yang aku rasakan adalah rasa lega yang teramat. Akhirnya, aku bisa bertatap muka dengan keluargaku tanpa menggunakan masker. Akhirnya, tubuhku boleh mendekati mereka tanpa rasa takut karena akan menularkan.

Isolasi mandiri selama satu minggu ini membuatku berkontemplasi. Aku menemukan tiga fakta ini: aku, tidak bisa hidup sendiri di dunia ini. aku, membutuhkan bantuan orang lain. Satu-satunya penolong ketika aku berada di titik terlemah adalah Allah-ku.

Terima kasih Allah.
Terima kasih keluargaku.
Terima kasih kalian, yang baik hati: para sahabatku, rekan kerjaku, serta teman-teman wordpressku.

Semoga Allah membalas kebaikan teman-teman dengan kebaikan yang berlipat ganda. Semoga teman-teman dan keluarga sehat selalu šŸ¤


Beberapa hal yang kulakukan selama proses pemulihan:

1. Berbaik sangka. Yakin, segala takdir yang terjadi adalah baik untukku. Allah pasti memiliki tujuan baik atas kejadian ini.

2. Jujur sama perasaanku sendiri. Jika sedih, aku menangis. Jika marah, aku mengungkapkan. Jika kecewa, aku memaafkan. Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk jujur pada diri sendiri. Kalau caraku, menulis.

3. Tetap makan meski tidak ingin. Pasien covid-19 biasanya kehilangan penciuman untuk sementara. Hal tersebut memang menurunkan nafsu makanku. Kalau kamu juga merasakan hal yang sama, tetap paksakan makan, ya! Ingat, tubuhmu membutuhkan banyak nutrisi untuk proses penyembuhan.

4. Disiplin dalam meminum obat dan vitamin. Meminum pil-pil tersebut memang tidak enak. Aku pernah merasa bosan dan bersedih karena harus meminum obat tersebut terus-menerus. Tapi, aku berusaha mengingatkan diri supaya tidak menyerah. Tubuhku membutuhkan obat dan vitamin tersebut untuk mengalahkan si virus corona.

5. Melakukan hal-hal yang menyenangkan. Kalau aku, membaca buku seru, menonton film menarik, dan tidur-tiduran hehehe bebas saja. Kamu, silakan memilih yang sesuai denganmu.

6. Berdoa. Curhat sama Allah. Dalam masa isolasi mandiri yang tidak mudah ini, aku memiliki banyak kegelisahan. Cerita sama Allah benar-benar memberi pencerahan :’)

6 Comments

    1. Alhamdulillah, Mas Seta. Iya bener banget, Mas. Terima kasih juga Mas Seta sudah berbagi pengalaman dan dukungan untuk aku. Sehat2 ya mas!

      Like

  1. Alhamdulillaah akhirnya sembuh :))
    Bener tuh masalah makan. Punya temen yang positif covid tapi males makan karena rasanya hambar. Jadinya udah 2 mingguan nggak kunjung sembuh

    Liked by 1 person

    1. Alhamdulillah, Fadel šŸ˜Š huhu pasti keadaannya sulit banget itu kalau kita malas makan. Sehat-sehat ya Fadel dan keluarga šŸ˜

      Like

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s