Kita dan Pandemi #35: Isolasi Mandiri

Satu minggu lalu (11/07/21), tenggorokanku sakit. Rasanya persis seperti ketika mengalami radang tenggorokan.

Kalau saat ini sedang tidak pandemi, mengalami sakit tenggorokan seperti ini mungkin aku akan merasa biasa saja. Kalau salah satu rekan satu shiftku tidak mengalami anosmia (kehilangan kemampuan untuk mencium bau) dan tetap masuk kerja, mungkin aku juga akan merasa baik-baik saja.

Namun, saat ini kondisi dunia sudah berbeda. Melihat orang di sebelah tiba-tiba batuk saja hati kita rasanya deg-degan sekali. Setiap orang tentunya akan lebih hati-hati dan waspada dari pada biasanya.

Menyadari bahwa aku dan rekan kerjaku yang mengalami anosmia ini sudah satu shift selama dua minggu dan satu minggu kemarin kami makan di ruangan yang sama, hati dan pikiranku merasa tidak tenang.

Meskipun tidak ada demam dan pusing kepala, setelah merasakan sakit tenggorokan, kuputuskan untuk menjaga jarak dengan keluarga dan menggunakan masker di dalam rumah.

Senin malam (12/07/21), akhirnya demam datang. Pagi harinya kepalaku pusing sekali. Langsung kulaporkan gejala ini ke kepala ruanganku. Hari Kamis pukul 10.00 aku dijadwalkan untuk swab PCR.

Karena badanku rasanya tidak nyaman, selasa pagi, akhirnya kuputuskan untuk ke klinik dekat rumah. Dokter memberiku obat demam dan pusing. Setelah minum obat, demam dan pusingku langsung hilang. Saat itu, gejala yang tersisa hanya batuk saja.

Jumat malam (16/07/21) penciumanku hilang. Aku tidak bisa mencium aroma minyak kayu putih dan minyak wangi. Batinku mengatakan, jelas sudah aku positif covid. Meskipun saat itu tengah malam, aku langsung menghubungi kepala ruanganku untuk memberi tahu kondisiku.

Kepala ruanganku membalas pesan singkatku pagi harinya beserta hasil swab pcrku. Seperti dugaanku. Hasilnya positif.

Sabtu pagi, sesuai arahan kepala ruanganku, aku harus ke IGD. Meskipun gejalanya ringan, aku tetap harus ke IGD (untuk mendapatkan obat dan surat sakit). Setibanya di IGD, aku diarahkan ke ruang isolasi. Di sana, aku diperiksa oleh dokter, diambil darah untuk pemeriksaan laboratorium, juga dilakukan rontgen dada. Semua dilakukan di ruang isolasi.

Hasil pemeriksaan dokter, aku perlu melakukan isolasi mandiri selama 10 hari. Obat akan diberikan setiap tiga hari sekali. Kata dokter, prosedur dari pemerintah memang seperti itu. Mungkin hal ini terjadi karena di Indonesia sedang mengalami lonjakan kasus positif kali ya? Jadi, agar obatnya terbagi rata, obat covid ini tidak diberikan sekaligus.

Hingga tulisan ini dibuat, Alhamdulillah kondisiku semakin baik. Pusing dan demam sudah tidak ada. Batuk pun hanya sesekali. Namun, penciumanku belum kembali.

Meskipun pengecapku tidak mengalami gangguan, aku belum nafsu makan. Jadi, sejak sabtu lalu, aku makan karena butuh saja. Bukan karena aku ingin.

Satu-satunya makanan terlezat saat ini, menurutku buah jeruk dan pocari sweat saja. Sungguh nikmat rasanya dilidah dan ditenggorokan. Alhamdulillah.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sedihnya bagi mereka yang melakukan isolasi mandiri di rumah sakit atau tempat tertentu yang terpisah dari keluarga. Pasti rasanya sedih sekali.

Aku yang melakukan isolasi mandiri di rumah saja rasanya sedih sekali. Sedih banget ternyata ya tidak bisa berkumpul, berpelukan, bersentuhan, dan berdekatan dengan keluarga sendiri πŸ™

Doakan aku segera pulih, ya! Isolasi mandiri harus dilakukan sampai tanggal 27 Juli. Doakan pula semoga gejalanya segera hilang. Kalau gejala hilang, setelah 10 hari Insya Allah aku bisa langsung berkumpul dengan keluarga lagi.

Kamu apa kabar? Semoga sehat selalu. Kalau sedang sakit, semoga lekas sembuh, ya!

Selamat menjaga protokol kesehatan, teman-teman. Semoga kamu dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan 😊

30 Comments

    1. Hai, Mas Seta! Wah, mas Seta berjuang lebih dulu yaaa. Makasih sudah berbagi cerita, Mas.

      Sama banget sama aku mas. Aku juga demamnya hanya satu hari. Semoga penciuman aku pun kembali dalam 6 hari. Aamiin ..

      Keadaan mas seta sekarang gimana? Semoga mas seta dan keluarga sehat-sehat yaaaa.

      Liked by 1 person

      1. saat ini aku baik baik saja, hanya penciumanku belum sempurna. Kalau bau yang jauh belum bisa.

        Di kampungku ini, saat ini sekitar 80% ibu ibu pada sakit dengan gejala yang mirip covid, hanya saja mereka ga mau periksa. Kadang ada yang bohong soal kondisi sebenarnya.

        Liked by 1 person

      2. Alhamdulillah. Semoga lekas kembali penciumannya ya, Mas Seta!

        Semoga ibu-ibu di tempat mas segera membaik keadaannya, ya πŸ™ Di tempatku ruang rawat inap masih sulit untuk dicari, mas. Di tempat Mas Seta gimana?

        Like

  1. Halo, Kak. Semoga lekas pulih kembali, ya. Mau izin berbagi kisah juga hehe, kebetulan hari ini tepat 14 hari semenjak aku bergejala sampai akhirnya memutuskan isoman (walau kadang terpaksa keluar karena kebutuhan, mengingat aku sendirian di kosan). Jadi, awalnya tuh aku mulai nggak enak badan dan langsung demam. Awalnya belum terlalu khawatir karena cuaca emang lagi nggak menentu, aku berpikir mungkin aja demam biasa. Jadi aku cuma minum paracetamol aja. Tapi herannya, sudah 3 hari kok demamnya nggak turun, padahal biasanya habis minum paracetamol langsung mendingan. Ini malah panas dingin, dan hari keempat panasnya makin tinggi. Hari berikutnya demam turun, tapi langsung disusul batuk kering. Beberapa hari kemudian aku langsung nerasa gejala yang aneh, aku mulai kehilangan indra perasa dan indra penciuman (bahkan bau sampah aja nggak kecium). Langsung panik banget huhu, tapi karena aku tidak sanggup bayar biaya PCR dan antigen, aku tetap isolasi mandiri di kosan dan menganggap itu sudah positif. Beruntungnya indra perasaku hilang hanya 2 hari dan 3 hari lalu indra penciumanku sudah kembali alhamdulillah, hanya saja di hari keempat belas ini, batuk masih ada walau nggak sesering pas awal-awal. :’) huwaaaa jadi curhat panjang lebar nih:(

    Sekali lagi, semoga lekas pulih ya kak dan gejalanya segera hilang. SemangaaatπŸ’œ

    Liked by 1 person

    1. Hai, Kak Risna. Ini kucca kan ya? Terima kasih ya udah cerita panjang lebar. Aku seneng banget bacanya. Jadi nggak merasa sendiri dan punya teman seperjuangan :’)

      Kalo kamu menghilang penciumannya mendekati hari ke 14 berarti ya? Sama banget, aku pun panik pas sadar nggak bisa mencium apa-apa huhu aku turut senang penciumanmu sudah kembali. Semoga batuk kamu juga segera sembuh yaaa. Semangat πŸ₯°πŸ₯°

      Makasih yaaa. Aamiin Allahumma Aamiin. Iya, semangatttt 🀍

      Oh iya, Kak Risna, kalau ada apa-apa lapor aja ke puskesmas terdekat, ya. Setahuku, mereka melayani pasien covid. Jadi, jangan sungkan untuk tanya-tanya petugas di sana ya 🀍🀍

      Like

  2. Saya sedih membaca kabar ini Kak.
    Semoga lekas sembuh Kak Shinta, tetap semangat sehat, ya. πŸ™‚πŸ™‚Insha Allah bisa sembuh dan bisa berkumpul dengan keluarga lagi.

    Untuk yg sedang menjalani isolasi mandiri di mana pun, baik dengan keluarga maupun sendiri, semoga semuanya lekas sembuh dan pulih seperti sedia kala. Aamiin YRA

    Saya alhamdulillah dalam keadaan sehat.

    Liked by 3 people

    1. Halo, Kak Ai! Senang banget disemangatin Kak Ai :”’) terima kasih banyak ya, Kak Ai 🀍

      Aamiin Allahumma Aamiin. Semoga doa-doa Kak Ai dikabulkan Allah 😍

      Alhamdulillah. Semoga keluarga kak ai juga sehat selalu yaaa 😊

      Liked by 1 person

      1. Halo, Kak Shinta πŸ₯°
        Alhamdulillah kalau seneng, ditunggu cerita-ceritanya Kak Shinta. Sama-sama, Kak Shinta❀️ Semangat sehat, Kak 😊

        Aamiin Aamiin Aamiin YRA, Kak Shinta 😊

        Aamiin, Kak. Terima kasih untuk doanya Kak Shinta.😊

        Liked by 1 person

      2. Alhamdulillah, seneng banget tahu kabar Kak Shinta semakin membaik πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° Semoga semakin pulih dan dijauhkan dari sakit. Aamiin Aamiin. Sama-sama, Kak Shinta πŸ€—

        Liked by 1 person

    1. Terima kasih, Mbak Delina doa dan dukungannya. Alhamdulillah, sudah sembuh, Mbaaak. Semoga Mbak Delina dan keluarga sehat selalu yaaaa πŸ₯°πŸ₯°

      Like

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s