Aku bukan seseorang yang senang menonton film berulang kali. Kalau kamu tanya satu film yang pernah kutonton lebih dari dua kali, jawabannya hanya dua: Harry Potter dan Narnia. Daripada harus menonton film yang sama, aku lebih suka menonton film yang lain. Tidak tahu kenapa. Memang begitu orangnya hahaha

Nah, kemarin, aku baru banget nonton film Little Woman. Setelah selesai nonton, aku langsung deklarasikan sendiri di dalam kamar: film ini keren banget sumpah. Aku siap menonton film ini berulang-ulang ❀

Awalnya, aku tahu film ini dari Kak Dinta di instagram. Kak Dinta mengunggah satu halaman novel Little Woman pada storynya. Oh iya, film ini adaptasi dari novel, gais. Kak Dinta suka sama filmnya dan langsung memutuskan membeli novel tersebut. Meskipun novel ini ditulis pada tahun 1800-an, Kak Dinta bilang, cerita dalam novel ini dekat banget dengan kehidupan kita.

Lalu, Suci juga mengunggah story instagram dengan cover film Little Woman. Suci bilang, ia menyesal karena sempat menunda-nunda hanya karena backgroundnya yang agak jadul.

Apalagi setelah aku googling dan membaca review film ini dari blog-blog orang. Wah, aku semakin penasaran!

Film Little Woman bercerita tentang hubungan empat bersaudara dan keluarganya yang hangat. Mereka dengan terpaksa harus ditinggal sang ayah karena bertugas menjadi relawan perang. Tumbuh dan berkembang tidak didampingi ayah, tidak menjadikan Jo (Saoirse Ronan), Meg (Emma Watson), Beth (Eliza Scanlen), dan Amy (Florence Pugh) menjadi anak yang kesepian. Sebaliknya, Marmee (ibu mereka) yang hangat, mendidik anaknya menjadi putri-putri yang berhati baik.

Scene yang Berkesan

Aku ingat betul saat Jo dan Amy bertengkar hingga mereka saling berteriak dan memukul. Jo marah betul karena novel yang sudah ditulisnya sejak lama harus habis dimakan api karena dibakar oleh sang adik, Amy. Amy yang merasa kecewa dan kesal karena tidak diajak ke pesta dansa tidak merasa bersalah sedikit pun. Dengan lantang ia mengaku kepada Jo, “Iya, aku bakar. Kamu tidak akan marah bila aku hanya membakar baju. Aku ingin membuatmu kesal. Jadi, novelmu saja yang kubakar.”

Jo pun gusar, “Aku membencimu! Aku tidak akan memaafkanmu.”

Aku terharu banget melihat bagaimana Marmee menghadapi keduanya. Tanpa tersulut sedikit pun, Marmee (Laura Dern) mendekati Jo, duduk di dekatnya, lalu mengatakan, “Lepaskan segala amarahmu. Maafkan adikmu, Jo.” Aku tidak akan lupa bagaimana Marmee menatap mata Jo dengan penuh penyesalan dan pengharapan. Seketika, hatiku langsung luruh dan menghangat. Aku ingin memeluk Marmee hehe :’)

Momen ketika Jo dan Marmee mengobrol masalah pertengkaran ini juga menarik banget. Di situ, Jo bercerita, kalau ia bingung terhadap dirinya sendiri. Mengapa ia selalu merasa puas tiap kali berhasil menyakiti seseorang yang membuatnya kesal. Jo merasa tertekan dengan amarahnya yang sulit dikendalikan. Tanpa sedikit pun menggurui, Marmee mengatakan,

“Aku sama sepertimu. Butuh waktu 40 tahun lamanya hingga aku bisa mengendalikan diri seperti sekarang. Aku yakin kamu bisa sepertiku. Bahkan jauh lebih baik dari aku.” kata Marmee. Marmee yang rendah hati menyemangati Jo agar lebih percaya diri.

Satu lagi, adegan yang harus banget aku tulis dalam review film ini. Pagi itu adalah Hari Natal yang dingin. Empat bersaudara serta Marmee yang tinggal di rumah sederhana tentu saja tidak memiliki banyak makanan. Sekalipun ada, jumlahnya pasti terbatas dan hanya cukup untuk mereka saja. Dengan mata penuh harap dan ketulusan, Marmee meminta kepada putri-putrinya,

Di dekat rumah kita, ada satu keluarga yang terdiri dari lima orang. Anaknya masih kecil-kecil. Mereka berlima harus tidur bersama dalam satu ranjang supaya tidak kedinginan. Mereka kelaparan. Bolehkah kita berbagi makanan ini kepada mereka yang di bawah sana?”

Putri-putrinya saling tatap. Mereka ragu. Namun, tetap menurut kepada Marmee. Mereka pun bersama-sama menuju rumah tersebut sembari membawa makanan. Berbagi dan berbahagia bersama dalam keterbatasan πŸ™‚ Pada scene ini, aku menangis. Betapa mulia hati Marmee dan putri-putrinya.

Empat Gadis Berkarakter Baik

Selain baik hati, karakter Jo, Meg, Beth, dan Amy mengagumkan banget. Sejak dini, mereka sudah tahu apa kesukaannya dan sangat percaya diri untuk mewujudkan segala mimpi.

Jo, yang bercita-cita ingin menjadi penulis dan membuat sekolah, memiliki tekad yang kuat dan pantang menyerah, selalu menularkan energi positif kepada saudara-saudaranya. Meg, si sulung yang bermimpi menjadi aktris, memiliki hati yang lapang, dan bijaksana. Meg selalu bisa memosisikan diri dengan baik pada setiap kondisi. Beth, yang begitu hobi bermain piano, selalu merasa cukup dan bahagia dengan apa-apa yang dipunya. Kemuliaan hati Marmee menurun penuh pada Beth. Beth memiliki pendirian yang kuat untuk berbuat kebaikan. Amy, si bungsu yang begitu cinta melukis, ceria, kocak, dan selalu bisa menghidupkan suasana. Meskipun selalu terobsesi dengan kekayaan, Amy selalu mengutamakan keluarga dalam mengambil keputusan. Gimana? Mereka keren-keren, ‘kan? 😍

Apa yang aku deskripsikan di atas belum menggambarkan keseluruhan betapa bagus filmnya. Masih banyak sekali scene hebat yang akan membuat kita terpukau selama menyaksikan filmnya. Tentang pengenalan diri, perjuangan, pengorbanan, kasih sayang, semuanya lengkap ada di sini.

Penulis, Louisa May Alcott berhasil memasukkan banyak nilai dengan cerita ringan yang menyenangkan. Sutradara Greeta Gerwig juga tidak kalah keren. Greeta Gerwig berhasil membuat film berlatar zaman dulu, menjadi tontonan seru yang tidak membosankan. Khususnya, untuk aku yang mudah bosan menonton film-film jadul πŸ™ˆ

Film Little Woman tanpa sadar memberikan aku pemahaman bahwa “panggung kecil” tempat kita belajar dan berlatih adalah rumah kita sendiri. Penonton sekaligus pengkritik yang membangun adalah anggota keluarga di dalamnya. Dengan modal itu, kelak, kita akan berani dan percaya diri tampil di panggung mana pun: kehidupan yang sebenarnya.

Secara keseluruhan, aku suka banget sama ceritanya. Kalian harus nonton! ❀

10 thoughts on “Film Little Woman yang Membuatku Terpukau

    1. Waaah, Kak Ai sudah punya bukunya ya πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί Setelah menonton filmnya, aku jadi pengin banget baca bukunya.

      Rampungin bukunya gih, Kak Ai. Seru lhooo wkwk

      Liked by 1 person

      1. Siap Kak Shinta 😎
        Habis ngerampungin buku nunggu ada yg tayangin film ini di tv cabel.

        Saya kangen sama Harmione (Emma Watson) πŸ˜‚

        Liked by 1 person

      2. Hmmm tambah penasaran.
        Itu sudah pasti, Kak πŸ˜†
        Duh super kangen, kangen, kangen nonton harpot 1-7, Kak Shinta πŸ₯°
        Film yg ga pernah bosen nontonnya πŸ˜…
        Sayangnya ga ada di Netflix nih Harpot 😌

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s