Bagaimanapun peliknya kehidupan seseorang, jangan sampai membuat kita takut berjuang. Setiap kita memiliki kisah masing-masing. Bahkan, ketika kelak mendapatkan kehidupan pelik yang serupa, bukan berarti hakikat kehidupan memang begitu adanya.

Kumpulkan energi positif di dalam diri. Ungkapkan kalimat membangun tiap kali kita merasa tidak percaya diri. Dan yakinlah kesulitan yang kita rasakan adalah akibat keterbatasan manusia saja. Karena sejatinya, setiap takdir yang ada pastilah terbaik untuk kita.

***

Bagi kita yang merasakan putus cinta. Apalagi dengan cara yang tidak bisa diterima. Tentu akan menyebabkan rasa sakit yang tidak terkira. Rasa percaya kepada lawan jenis rasanya sirna. Ketakutan menaruh harapan selalu tampak di depan mata.

Pada akhirnya, kita pun enggan merasakan jatuh cinta. “Waktu akan menyembuhkan” adalah kalimat mantra sekaligus alasan agar tak menjalin hubungan untuk sementara.

Bagi kita yang berkali-kali hatinya terluka. Entah karena lisan yang dikeluarkan seenaknya. Atau karena laku yang dilakukan sesukanya. Lagi-lagi mampu menyebabkan rasa sakit yang tak terkira. Menjalani hari rasanya sungguh melelahkan. Menghirup udara yang sama dengan si pembuat luka juga rasanya menyesakkan.

Pada akhirnya, kita enggan menaruh harapan bertemu orang-orang yang baik budinya. Kita menolak untuk menerima mereka. Dan kita semakin lelah serta tersiksa.

**

Lihatlah, menulis cerita di atas pun aku turut merasa sesak. Bagaimana bisa bahagia bila energi negatif memenuhi pikiran dan perasaan kita?

Sama halnya seperti sebuah pertemuan dan perpisahan yang akan terus terjadi. Begitu pula dengan luka. Entah luka yang disebabkan oleh putus cinta, atau luka karena laku dan lisan orang-orang tak bertanggung jawab.

Bukankah duka dan suka adalah dua hal yang akan terjadi bergantian dalam hidup kita? Karena duka, kita menjadi tahu rasanya bahagia. Karena suka, kita pun menjadi sadar bahwa ada banyak hal mampu membuat kita bahagia. Begitu kan hukum alamnya?

Seperti yang aku sebutkan di awal, setiap kita pasti memiliki kisah berbeda. Jangan takut menghadapi masa depan hanya karena kisah-kisah orang lain yang begitu menyedihkan. Jangan takut menjemput masa depan hanya karena luka masa lalu kita yang begitu menyakitkan.

Ingat selalu, setiap kita memiliki kisah. Terima dan buatlah strategi untuk kisah kita sendiri. Allah adalah pembuat skenario kisahnya. Maka, janganlah cemas dan ragu. Allah pasti memberikan takdir yang terbaik untuk kita.

Manusia adalah pemerannya. Maka, berusaha saja menampilkan yang terbaik dalam setiap perannya.

Hidup itu berat. Jangan membuatnya semakin berat. Berusahalah untuk meringankannya. Atur pikiran dan perasaan dengan berbaik sangka. Sebab, hanya dengan cara itu kita bisa menyembuhkan luka lalu berbahagia.

Yang memiliki kuasa atas pikiran dan perasaan manusia itu ada dua. Pertama, Allah yang Maha Kuasa. Yang kedua adalah diri kita. Yuk, berusaha 😊

4 thoughts on “Setiap Kita Memiliki Kisah yang Berbeda

      1. Sejujurnya menyedihkan. Tapi, selalu didampingi afirmasi diri berkali-kali setelahnya. “Dia harus berusaha dan bangkit”. Itu yang bikin bagus hehehe

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s