“Dari Depok ke Stasiun Senen kamu pergi sama siapa?” tanya mama.

“Sendiri. Nanti ketemuan sama Dela di sana.” jawabku.

“Nanti dari Stasiun Senen, kalian pergi ke Semarang sama siapa?” tanya mama.

“Berdua, Ma. Dari travel yang mbak ikuti, cuma kami yang pergi ke Karimun Jawa hahahaha.” jawabku. Aku pun ingin tertawa mendengar jawabanku sendiri. Pasalnya, aku mengira dari travel ini akan ada 8 sampai 10 orang yang akan ke Karimun Jawa. Sungguh tak terduga. Ternyata hanya aku dan Dela yang pergi ke sana πŸ˜‚.

“Lho mbak, apa nggak serem cuma berdua aja ke Semarangnya? Mama khawatir ah. Nanti kamu nggak jelas lagi pas sampe di sana.” mamaku ngomong panjang lebar. Hmm, naluri orang tua kayaknya memang seperti ini. Usia anaknya sudah lebih dari seperempat abad pun rasa khawatirnya masih begini ckck

Tenang, Ma. Semua udah diatur pihak travel. Tiket kereta dan kapal, penginapan, dan semua hal selama mbak di Karimun Jawa. Mbak nggak akan nyasar wkwkwk.” ledekku pada mama. Mamaku memang over protective sekali.

Percakapan di atas sebenarnya cukup “drama”, ya. Tapi, orang tua memang akan “sedrama” ini kalau menyangkut tentang anaknya. Mereka akan memikirkan kemungkinan terburuk, hanya untuk memastikan sang anak aman dan terhindar dari bahaya. Apalagi terakhir kali aku liburan jauh 4 tahun lalu. Pastilah orang tuaku “sedrama” itu hahaha

Oh iya, sedikit tentang ayah. Saat aku mengabari orang tua akan ada kegiatan snorkeling, ayah menanggapi dengan lucu.

Kata ayah begini,“Mbak, kegiatan snorkeling ada yang mandu atau nggak? Diperiksa ulang alatnya, Mbak. Kedalaman lautnya berapa meter, Mbak?” saat baca pesan singkat dari ayah, pingin tertawa sekaligus terharu. Ternyata, perawakan saja yang sangar. Hati ayahku sungguh manis seperti kupu-kupu πŸ˜‚

Stasiun Pasar Senen

Semua sudah berubah. Terakhir kali ke sana tahun 2015. Saat itu, pemesanan tiket kereta masih melalui indomaret dan cetak tiket harus menyertakan foto kopi KTP. Untuk membandingkan stasiun pasar senen saat ini dan dulu pun aku tidak mampu. Sudah lama dan aku tidak ingat.

Tiket keretaku sudah dipesankan oleh pihak travel. Jadi, aku tinggal cetak tiket saja. Caranya mudah. Aku hanya perlu memasukkan kode booking. Tiket pun langsung tercetak.

Stasiun ramai sekali. Ramainya suara orang-orang berlalu lalang, ramainya suara dari pusat informasi, serta ramainya suara kereta.

Aku tidak suka kebisingan. Namun, berbeda dengan malam itu. Suara bising di stasiun kereta seperti suara yang sudah lama aku nantikan. Aku rindu kebisingan stasiun kereta ketika melakukan perjalanan. Iya, aku menunggu datangnya hari ini!

Pukul 19.15 kereta Menorehku datang tepat waktu. Aku dan Dela mengamati setiap gerbong yang lewat dan mencari nomor gerbong kami. Tak sulit menemukannya. Jantungku bergedup kencang. Aku tak sabaran. Dela juga tak sabaran. Tak sabar masuk ke dalam kereta. Serta tak sabar menghabiskan waktu perjalanan dengan tawa dan cerita 😊

Tiba di Stasiun Semarang

Pukul 02.03 dini hari kami tiba di Stasiun Semarang Tawang. Sembari menunggu matahari terbit, kami memutuskan menunggu di dalam stasiun saja. Stasiun masih sepi.

Ada banyak bangku kosong di ruang tunggu. Untuk kategori fasilitas umum, menurutku bangku-bangku ini cukup ramah penumpang. Bangku sudah dilapisi busa yang tidak akan menyakiti bokong maupun pinggang penumpang.

Menunggu bukanlah hal yang asyik. Membosankan, malahan. Tetapi, ada kalanya menunggu bukan sebuah pilihan. Contohnya, kasus aku dan Dela ini. Demi keselamatan, kami baru akan ke pelabuhan pukul 06.00 pagi. Kami menunggu hingga langit terang. Oleh karena itu, daripada suasana hati semakin buruk karena menunggu dan keadaan semakin membosankan, kuajak saja Dela foto-foto di Stasiun Tawang.

Aku percaya, sesulit apapun kondisinya setiap kita pasti bisa mengendalikannya. Bukankah semua hal tergantung bagaimana cara pandang kita?

Beberapa penumpang menengok ke arah kami sebentar. Barangkali mereka penasaran sedang apa dua manusia ini hahaha aku baik-baik saja dengan hal itu. Selama kami tidak merugikan banyak orang dan fasilitas umum, kurasa kegiatan foto-foto ini boleh-boleh saja dilakukan πŸ˜‚

Pelabuhan Tanjung Mas

Jarak antara stasiun Semarang Tawang dan Pelabuhan Tanjung Mas hanya 3 km. Kami membutuhkan waktu 12 menit saja untuk tiba di sana menggunakan grab car. Berbekal informasi dari Mas Tri si tour guide kami selama di Pulau Karimun Jawa, setibanya di Pelabuhan Tanjung Mas kami harus mencari Mbak Candra. Si mbak ini yang akan memberi tiket kapal.

Setelah bertemu Mbak Candra, aku baru tahu ternyata mbak ini adalah petugas Dinas Perhubungan. Tanpa ada percakapan, si mbak langsung meminta kami antre untuk menukar tiket darinya kepada petugas tiket kapal. Prosesnya mudah. Aku dan Dela hanya perlu melakukan pengecekan barang bawaan. Setelah itu langsung masuk ke kapal.

Dari tulisan di blog seseorang, katanya kapal Ekspress Kartini hanya memerlukan waktu 2 jam saja untuk menyebrang. Berbekal informasi tersebut, aku yakin sekali tidak akan mabuk laut selama perjalanan. Rupanya aku salah besar.

Pada kenyataannya, kapal ekspress kartini membutuhkan waktu 4 jam perjalanan hingga kami sampai tempat tujuan. Saat itu, air laut sangat bergelombang. Mungkin hal ini terjadi karena air sedang pasang.

Aku ingat betul kata tour guide, Pak Mursalih saat berlibur ke Pulau Pahawang. Kata Pak Mursalih, pagi hari itu air sedang pasang. Maka, kami pun snorkeling saat hari menjelang siang. Aku benar-benar lupa perkataan Pak Mursalih πŸ˜₯

Hampir seluruh penumpang Kapal Ekspress Kartini mabuk laut. Jumlah penumpang hari itu sekitar 70 orang. Para penumpang sibuk mengeluarkan kantong plastik untuk tempat muntahan. Orang-orang pun ke toilet bergantian.

Aku termasuk sebagian orang yang mabuk laut itu. Kalau kamu belum pernah mabuk laut dan ingin tahu rasanya, mari aku deskripsikan.

Gelombang air laut yang terlalu besar akan membuat kepalamu pusing. Selama kapal berlayar, tubuhmu seperti bergoyang memutar secara terus menerus. Perputarannya memang pelan, namun sangat mampu membuatmu mual. Air Conditioner kapal tidak akan membuatmu lebih baik. Sebaliknya, ia akan membuat perutmu dingin. Lalu, tiba-tiba akan terasa banyak udara dalam perutmu. Udara tersebut bergerak cepat keluar melalui mulut. Dan, muntahlah! Pokoknya rasanya tidak enak, sungguh.

Sesaat setelah muntah, aku tak ingin naik kapal lagi. Membayangkan ketika pulang akan naik kapal pun enggan 😭

Tiba di Pulau Karimun Jawa

Wajah-wajah penumpang lesu dan lunglai. Energi kami habis karena kegiatan muntah selama perjalanan. Tak ada senyum bahagia. Padahal, kita sudah sampai tempat yang diidam-idamkan. Kurasa, kami lupa ingatan sesaat karena mabuk laut yang membuat lelah badan hahaha

Aku dan Dela dijemput oleh Mas Tri. Melalui telepon via Whats App, kami pun tidak kesulitan untuk saling mengenali. Mas Tri memegang gawainya sembari melihat sekitar. Tatapan mata kami saling bertemu dan kemudian saling berjabat tangan sambil mengenalkan diri.

Pulau Karimun Jawa jauh lebih luas dibandingkan Pulau Pahawang. Bila di Pulau Pahawang kami hanya perlu berjalan kaki menuju tempat penginapan. Di Pulau Karimun Jawa, kami harus menaiki motor dahulu kurang lebih sejauh 1 km.

Sampai penginapan, bukannya bersiap-siap untuk tour darat, kami langsung berbaring di kasur wkwk badanku masih lemas. Dela tidak mabuk laut, tetapi ia pun kelelahan. Kami belum tidur dengan benar sejak 17 jam lalu. Kami memang tidur. Tetapi dalam posisi duduk. Badan pegal. Kami butuh berbaring sebentar. Sekadar merilekskan otot-otot saja.

Tour darat akan dimulai pukul 14.00 setelah makan siang. Dari jadwal yang Tim Wuki Travel tentukan, kami akan ke Pantai Annora dan Pantai Tanjung Gelam (Sunset Beach).

Meskipun belum mandi sejak subuh tadi, kami memutuskan tidak mandi. Sebab, kami tahu nanti di pantai akan basah-basahan. Pertimbangan yang lainnya, daripada waktu digunakan untuk mandi, kurasa lebih baik digunakan untuk istirahat sebentar. Setiap kita tahu kapasitas tubuh masing-masing kan :’)

Perjalanan yang lebih banyak dilakukan dalam posisi duduk memang membuat badan pegal. Paling pegal itu di bagian pinggang dan tulang ekor. Ditambah membawa ransel yang berisikan baju dan perbekalan. Ransel yang berat membuat otot pungung pun ikutan pegal. Namun, semua itu bukan masalah.

Kami hanya perlu istirahat dan berhenti sebentar. Kami yakin, rasa lelah dan pegal otot pun akan hilang.

Apa iya benar-benar hilang? Tentu saja tidak. Tetapi, hati senanglah yang membuat rasa lelah dan sakit pulih dengan cepat. Kamu yang suka melakukan perjalanan pasti percaya dan paham.

Kalau belum paham, barangkali kamu perlu bepergian ke tempat impian. Siap-siap saja saksikan kekuatanmu di luar ambang batas yang biasa kamu keluarkanπŸ‘

Cerita tentang Pulau Karimun Jawanya akan aku bagi beberapa bagian, ya. Tulisan ini adalah sebagai pembuka. Tulisan selanjutnya akan berisikan tentang tour darat hari pertama di Pulau Karimun Jawa. Foto di bawah beberapa pemandangan yang kami saksikan selama tour darat. Bagus banget, ya :’)

Langit, laut, pantai, pasir, dan pohon-pohon di sekitarnya memang selalu menjadi pemandangan yang menakjubkan. Dan siapapun pasti tak akan bosan dan akan merindukan.

15 thoughts on “Menuju Pulau Karimun Jawa

    1. Kamu rencana ke mana, Nad? Haha naik kapalnya perkiraan berapa lama? Tenang nad, ada tips and tricknya supaya nggak mabuk laut. Pas pulang aku baik2 aja Alhamdulillah πŸ˜‚πŸ™

      Like

      1. Aku doain, semoga Nadya dan Febri baik2 aja pergi ke suatu tempat di sebelah timur Balinya ya 🀣

        Iya Insya Allah aku tulis nanti πŸ˜†

        Like

  1. aku belum pernah mabuk laut, selama ini nyebrangnya blm pernah yg gelombangnya gede sih, tapi melihat deskripsinya akupun ga mau mabuk laut, sungguh pasti tidak enak sekali mbak 😦

    Liked by 1 person

    1. Ini juga pengalaman pertamaku, Mbak Ikha :”” deskripsi yang aku buat nyeremin ya wkwk

      Betul, nggak enak banget mbak! Tapi tenang, entar aku kasih tau tips and tricknya supaya nggak mabuk, mbak πŸ˜πŸ‘

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s