“Ini quotes digambar lo yang bikin?” tanyaku.

“Nggak. Gue nemu dipinterest.” jawab si adik.

“Siapa yang nulisnya?” tanyaku lagi

“Nggak tau mbak. Makanya nggak gue cantumin kan.”

“Ditulis aja anonim. Kalo nggak ditulis kayak gitu, itu artinya lo yg bikin quotes.” kataku.

“Sabar ya punya mbak kayak gue. Karena gue tau banget, di balik satu kalimat panjang itu ada proses “berpikir” panjang di belakangnya wkwk itu sebuah karya sis, karya! Hahahaha.” tambahku.

Mengcopy Tulisan Orang Lain

Sejak belajar menulis dan tahu kalau nulis itu ternyata nggak mudah, aku semakin peduli tentang kepenulisan. Aku semakin menghargai setiap karya yang orang lain hasilkan.

Makanya, kalau ada kawan yang mengunggah suatu quotes tanpa dicantumkan siapa penulisnya, aku “gemas” banget rasanya ingin segera negur gitu. Kalau adik sendiri, bisa langsung kutegur. Kalau kawan lama yang bertahun-tahun tidak pernah berjumpa, sulit juga ya hahahaha

Aku juga terganggu sama mereka yang mengunggah sepotong artikel seseorang tanpa dicantumkan siapa penulisnya. Ya meskipun sepotong, tetap saja mereka merasakan manfaat dari tulisan itu kan 😂

Kalau kamu lupa esensi menulis sumber bacaan, aku coba berikan sedikit pandanganku tentang itu, ya 😊

Sebuah kalimat atau artikel yang kita temukan di mana saja, sungguh tidak boleh disepelekan. Karya tersebut tidak muncul begitu saja, kan? Karya itu dihasilkan oleh seseorang yang telah berpikir panjang dan mendalam. Maka, cara terbaik menghargai pemikirannya adalah dengan mencantumkan namanya ketika kita menggunakan karyanya 👌

Lho, bukankah bila ia membagi tulisannya untuk publik itu artinya boleh dikonsumsi oleh publik? Iya benar, boleh banget. Ia membagi tulisannya memang untuk dikonsumsi oleh publik. Dan ia juga senang kalau tulisannya bermanfaat untuk publik.

Namun, bukankah mengonsumsi dengan menjiplak adalah dua hal yang berbeda? Mengonsumsi adalah menggunakan. Menjiplak tanpa sumber rujukan adalah sama saja seperti mencuri karya orang lain. Kalau mencuri barang saja tidak boleh, bukankah sama saja dengan mencuri tulisan 😅

Screenshot Foto

Ada satu hal lagi yang membuat aku cukup “gemas”. Yakni, perihal mengunggah foto orang lain tanpa izin si punya foto.

Tentang tata krama memang tidak pernah ada aturan bakunya. Namun, selama kita memikirkan keadaan orang lain, kurasa selama itu pula kita tidak akan kesulitan perihal tata krama ini.

Kita pasti pernah ya, ingin sekali menggunggah foto yang sama dengan foto kawan kita. Ingin meminta kepada dia, rasanya kok lama dan ribet. Akhirnya, kita memilih cara cepat. Langsung saja kita screenshot foto yang diinginkan. Lalu, kita unggah deh dalam sosial media. Bukankah begitu cara kerja zaman now?

Aku juga sering begitu. Namun, aku selalu berusaha mencantumkan nama si pemilik foto itu. Kalau aku ingin mengunggah dalam status whatsapp, biasanya aku sebut saja nama dia. Kalau distory atau postingan instagram, aku juga “me-mention” akun si pemilik foto itu. Kalau aku kenal orangnya, aku pun izin lebih dulu untuk menggunakan karya atau fotonya.

Kenapa sih “ribet-ribet” melakukan itu? Iya ribet, tetapi harus. Gimana dong hahahaha mencantumkan nama seseorang yang karyanya digunakan adalah bentuk apresiasi kita terhadap karya dan si pembuat karya 😊

Betapa kita bersyukur atas karya yang sudah ia ciptakan. Betapa kita berterima kasih atas karya yang sudah ia “munculkan ke permukaan”.

Ketika orang-orang sibuk mengonsumsi banyak hal, orang ini mampu menghasilkan karya yang berguna untuk banyak orang. Hebat banget kan orang ini? Nah, karena rasa terima kasih yang besar inilah aku harus mencantumkan nama si pemilik karya.

Bagaimana kalau kita menjadi pelopor kebaikan? Menjadi pembuka jalan kebaikan. Kebaikan di sini maksudku, kebaikan mencantumkan sumber bacaan atau sumber karya yang kita gunakan.

Mungkin di luar sana masih banyak yang belum peduli tentang hal ini. Mungkin juga mereka lupa. Namun, kita tidak boleh seperti itu.

Sebaliknya, kita bisa memulai lebih dulu. Memulai dari diri sendiri. Nanti, tularkan kebiasaan ini ke saudara-saudara kita. Lalu, ke sahabat-sahabat kita. Lakukan gerakan kebaikan kecil ini dari lingkungan kita sendiri. Bagaimana? Siap?! 😄👍

6 thoughts on “Tata Krama “Copy-Paste” Karya Orang Lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s