Story instagram di atas adalah milik kawanku. Kami sedikit berbagi cerita bahwa masih banyak orang di sekitar yang tidak peduli dengan aturan. Mereka lebih suka bersikap semaunya dan diperlakukan cepat sesuai keinginannya. Padahal, yang namanya hidup bersama kita harus mau mempertimbangkan keadaan orang lain. Yang namanya hidup bersosial, kita harus peduli bagaimana perasaan orang lain atas sikap kita.

Ingat selalu kalimat bijak yang sudah kita kenal sejak lama,

If you are respectful to others, then you are more likely to be treated with respect by them.

If you show good manners everywhere you go, then you are more likely to encourage others to behave in the same way towards you.

Ingat selalu, selalu ada hubungan dua arah tiap kali kita berurusan dengan orang. Selalu ada kata “saling” supaya hubungan baik tetap terjaga.

Bukan hanya diri kita yang perlu dipikirkan. Namun, orang lain pun juga. Bukan hanya diri kita yang memiliki urusan penting. Namun, orang lain juga sama.

Bagaimana manusia bersikap dan memberi pengaruh pada orang disekitar adalah peran tata krama.

Tata krama, memang tak pernah ada aturan bakunya. Aku pun memahami perihal itu karena didikan orang tua. Ibu dan ayah selalu mengingatkan sikap baik apa yang perlu aku biasakan dan pertahankan. Keduanya, selalu memberi tahu sikap buruk apa yang perlu aku tinggalkan.

Seperti kebiasaan mengucapkan salam tiap kali keluar dan masuk rumah, bersalaman kepada seluruh orang tiap kali arisan keluarga, mengatakan permisi tiap kali melewati beberapa orang di kanan dan kiri, menyapa orang lain tiap kali bertemu, tidak membuka kaki terlalu lebar saat duduk dibangku, atau tidak menaikkan kedua tungkai ke atas bangku tiap kali bertamu. Dan masih banyak yang lainnya. Aku yakin, tentang tata krama ini kamu pun sering diingatkan oleh ayah dan ibumu, ya.

Oleh karena itu, tiap kali berhubungan dengan orang yang tidak sopan aku pun menjadi penuh tanya. Bagaimana bisa ia melupakan tata krama, padahal ayah dan ibunya sudah mendidiknya sejak ia belum terlahir di dunia? Bagaimana bisa ia melupakan tata krama, padahal ayah dan ibunya selalu memberi teladan baik sekuat tenaga? Ada apa sebenarnya?

Tata krama bukanlah ilmu yang hanya didapat dari buku. Sebab, ia dapat kita pelajari di mana saja. Selama kita masih bisa berpikir dan merasa, seharusnya kita bisa.

Tata krama adalah tentang bagaimana kita mempertimbangkan keadaan orang lain atas perbuatan kita. Dan pada akhirnya, kita pun berusaha menjadi manusia baik yang orang lain hormati dan suka. Bagaimana? Semoga kita tidak melupa. Bahwa di dunia ini bukan cuma kita semata. Jadilah manusia yang berhati mulia.

2 thoughts on “Manners? Tata Krama?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s