Setiap orang tentu memiliki alasan mengapa meluangkan waktu untuk menonton sesuatu. Entah drama atau film.

Aku mulai senang menonton film tahun 2008. Pada tahun itu, film tidak mudah didapat seperti sekarang. Kemajuan internet tidak seperti saat ini. Entah aku yang belum mengerti atau kurang informasi, jasa rental DVD lah yang menjadi andalanku tiap kali ingin menonton film.

Aku hanya perlu mendaftar menjadi anggota, kemudian bebas deh ingin menyewa film apa saja. Harganya pun murah. Seingatku, satu film hanya seharga 2000 hingga 3000 rupiah saja. Sama seperti meminjam buku di perpustakaan, meminjam film pun ada batas waktu. Dan harus membayar denda tiap kali aku telat mengembalikannya.

Dulu, genre film yang paling aku suka adalah film fantasy seperti Harry Potter, The Golden Compass, The Bridge of Terabithia, The Chronicles of Narnia, Zathura, Alice in Wonderland, Charlie and The Chocolate Factory dan masih banyak yang lainnya. Sudah lupa.

Karena dulu internet belum pesat seperti sekarang, informasi film terbaik dan terbaru biasanya aku dapatkan dari mas-mas penjaga rental DVDnya. Nanti si mas yang akan memberi tahu cerita singkat tentang filmnya. Meskipun di belakang sampul DVD ada sinopsis filmnya, menurutku, tetap saja penjelasan si mas yang lebih lengkap wkwk

Kalau diingat kembali, ketertarikanku terhadap alam seperti saat ini mungkin dipengaruhi oleh film yang aku tonton waktu kecil. Kalian tahu sendiri kan bagaimana pemandangan film-film fantasy. Contohnya film Narnia dan Harry Potter, penonton akan disuguhkan pemandangan alam yang luar biasa. Padang rumput, pepohonan, bukit, gunung, langit, gua, sungai, laut, danau, dan sebagainya.

Selain film fantasy, aku juga senang menonton film thriller. Aku penggemar film SAW wkwk dan masih banyak film thriller yang aku tonton atas rekomendasi mas-mas rental DVD. Kalau diingat kembali, aku kurang paham mengapa si mas membolehkan aku menyewa film itu. Padahal saat itu aku masih SMP. Kalau ditanya mengapa suka film tersebut, aku tidak tahu. Padahal selama menonton pun aku ketakutan tiap kali melihat adegan pembunuhan. Tetapi, tetap saja ketagihan dan menyewa kembali film-film bergenre sama dengan judul berbeda.

Aku tidak memiliki alasan khusus mengapa menonton film-film tersebut. Pokoknya “ingin” saja. Ingin menonton film fantasy karena ceritanya seru dan pemandangannya bagus. Ingin menonton film thriller karena ceritanya menegangkan dan membuat aku penasaran. Penasaran tentang siapa pembunuhnya dan mengapa ia melakukan pembunuhan itu.

Semakin dewasa, selera film pun perlahan berubah. Aku tidak suka film thriller lagi. Aku tidak penasaran siapa pembunuhnya dan alasan di balik semua itu. Entah mengapa, rasa takut melihat adegan pembunuhan lebih besar dari rasa penasaranku. Pikirku, masih banyak film bergenre lain yang lebih “manusiawi” dan sarat makna dibanding film-film itu wkwk (mungkinkah ini karena faktor usia? 🀣)

Kalau film fantasy, aku masih suka sekali. Meskipun tidak terlalu tahu lagi film fantasy terbaru, aku tetap senang menonton film tersebut bila ada kesempatan dan waktu luang. Apalagi setelah tahu hobiku adalah melakukan perjalanan. Aku semakin bersemangat tiap kali menonton film fantasy.

Setelah mengenal Drama Korea (drakor) dan termudahkan dalam mengaksesnya, sebetulnya aku sudah jarang menonton film. Aku lebih banyak menonton drama korea dibandingkan film terkini. Lalu drama seperti apa yang biasanya aku tonton? Aku selalu suka drakor tentang keluarga dan profesi. Meskipun agak “berat” dan kurang cocok menjadi teman saat makan, aku tetap memilih genre drama itu.

Menurutku, drakor berbeda dengan drama Thailand maupun sinetron Indonesia. Cerita dalam drakor lebih rinci. Penulis naskah niat betul membuat ceritanya. Drama tentang keluarga misalnya, aku salut sama penulis naskahnya. Ia tidak hanya membuat cerita yang baik, namun juga sering menyisipkan pesan moral yang sarat makna. Dialog sederhana yang dibuat pun super bagus dan bermakna. Dialog tidak hanya berisi percakapan biasa untuk memenuhi setiap scene saja. Namun, dialognya berisi “pesan” yang menjadi penguat mengapa penonton harus tetap setia menonton drama tersebut sampai habis.

Lalu, tentang drama profesi. Riset yang dilakukan penulis naskah dan tim pembuat drama tidak main-main. Tugas profesi yang ditampilkan dalam drama benar-benar lengkap dan menyeluruh. Penonton awam yang tidak tahu pun akan menjadi tahu tentang profesi tersebut. Bagaimana perjuangan dan kebermanfaatannya untuk masyarakat. Sehingga, setelah menonton penonton akan mendapat pemahaman baru yang baik tentang profesi tersebut. Akhirnya, penonton pun akan lebih menghargainya.

Jika dulu menonton film hanya sekadar menonton, maka sekarang tidak begitu lagi. Bukankah menonton sesuatu berarti kita memberikan waktu untuk hal tersebut? Maka, jangan sembarangan menonton film yang tidak benar-benar kita tahu.

Kalau aku, saat ini sedang senang menonton drama atau film keluarga. Aku ingin mengambil pelajaran dari interaksi anggota keluarga di dalamnya. Bagaimana mereka menjalani peran dengan sungguh-sungguh, bagaimana mereka menghadapi masalah dengan tangguh, bagaimana mereka memperlakukan setiap orang dengan baik, dan masih banyak yang lainnya.

Aku pun bisa belajar dari tingkah laku setiap anggota keluarga dalam drama, lho. Bagaimana cara si suami ngobrol sama istri saat keduanya sedang emosi. Bagaimana cara si anak ngobrol sama orang tua saat keinginannya tidak sejalan dengan ayah dan bunda. Bagaimana cara si orang tua menghargai perasaan anak-anaknya saat anak melakukan sesuatu yang mereka tidak suka. Perkataan bahwa kita bisa belajar dari mana saja ternyata benar adanya, ya 😊

Selera filmku memang berubah lumayan signifikan hahaha dari yang dulu menonton apa saja, sekarang harus ada “alasannya”. πŸ˜‚

Setiap kita tentu memiliki selera. Namun, semoga selera itu tidak hanya didasari rasa ingin tahu saja. Bukankah menjadi lengkap bila apa-apa yang kita suka juga memberikan sesuatu yang bermakna? πŸ˜„

8 thoughts on “Kamu Suka Film Apa?

    1. Iya Aslan bijaksana banget ya, Nusay :’) Aslan apa Arjuna nih? Wkwk iya aku juga udah selesai nonton sky castle. Isi dramanya “daging” semua ya β™‘

      Seru kah drama class of lies? Aku lagi nonton home for summer. Masih on going juga saaay.

      Like

      1. Ohiyaaa… yauda dua2nya mbaa biar adiknya Rumaisha banyaak🀣 yess ngajarin bgt “besarkan anak dengan cinta” πŸ₯°
        Baru ep.1 ku tonton hehe ttg kasus hukum pembunuhan remaja SMA gt.. tp blm bisa kasih kesimpulan seru atau ndak hehe

        Liked by 1 person

  1. Mantap!! Ditunggu adiknya Rumaisha yha 😝😍

    Yuk kita semangat nusay, besarkan anak dengan cinta πŸ₯°

    Tadi aku liat trailernya, kayaknya seru nusay banyak teka tekinya πŸ˜„

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s