Sumber foto: Pexels

Semenjak mendengar cerita temanku, mati lampu bukan masalah besar untukku. Meskipun tetap saja terganggu, tetapi aku tahu, mereka sang ahli sedang berjuang memperbaikinya. Mati lampu berarti ada sesuatu yang bermasalah. Entah terdapat korsleting pada kabelnya ataupun masalah lain yang pastinya aku tidak memahami itu.

“Kalo di rumah lagi banjir, gue, nyokap, dan adik selalu berberes bertigaan aja. Bokap pasti nggak ada di rumah.” kata temanku.

Bokap ke mana?” tanyaku.

Benerin listrik. Kalo banjir, listrik pasti bermasalah, Shin. Korslet gitu. Tapi nggak tau korsletnya di mana. Makanya, si bokap dan tim yang cari tahu di mana yang rusak, gitu.” jawab temanku. Temanku ini adalah anak seorang petugas PLN. Ayahnya bertugas menjadi penanggung jawab beberapa kantor PLN di wilayah Jakarta.

Repot dong kalo pas banjir? Kan rumah lo selalu banjir kalo hujan deras. Harus pindah-pindahin barang ke lantai atas kan.” tanyaku.

Repot banget lah, Shin. Tapi udah terbiasa. Selain banjir, tiap hari-hari besar kayak lebaran dan natalan juga bokap nggak ada di rumah. Karyawan PLN pada siap siaga supaya listrik tetap aman.” curhat temanku.

Gue juga selalu khawatir kalo bokap manjat-manjat ke menara untuk benerin listrik. Pake alat pengaman sih. Tetapi tetap aja perasaan gue was-was.” tambahnya.

Iyalah pasti. Meskipun kita tau takdir itu Allah yang tentuin, tetep aja khawatir kalo bokap lagi deket banget sama lingkungan yang berbahaya.” kataku.

Percakapan di atas adalah percakapan singkat yang mengubah cara pandangku. Jika dulu selalu merasa kesal tiap kali mati lampu, saat ini tidak begitu lagi. Aku yakin, di balik pemadaman listrik pasti ada beberapa alasan. Entah untuk peningkatan kualitas ataupun untuk perbaikan.

Dan menjadi paham, di saat listrik mati, di saat itu pula para ahli listrik sedang bekerja memperbaiki.

Setelah sadar, aku pun merasa malu sendiri. Ternyata tidak ada gunanya marah-marah saat listrik mati. Tidak ada gunanya menyalahkan pemerintah ataupun PLN ketika listrik dimatikan sementara. Kurasa, daripada membuang energi untuk marah dan mengeluh, lebih baik kita ambil hikmah saja dari pemadaman listrik masal ini.

Hikmah pribadi yang aku rasakan, ternyata aku ini kesulitan banget lho tanpa listrik. Aku butuh listrik. Hampir semua benda di rumah ternyata menggunakan listrik. Untuk mengecharge gawai pun membutuhkan listrik. Lingkungan yang gelap gulita membuatku kesulitan melakukan apa-apa.

Lalu, aku mencoba mengingat kembali bagaimana sikapku terhadap listrik selama ini. Ternyata, aku belum bijaksana dan belum peduli sama listrik. Aku masih sering lupa mematikan lampu bila ruangan tidak sedang digunakan. Aku masih sering lupa melepas chasan gawai tiap kali selesai kupakai. Aku masih sering lupa mematikan air tiap kali mandi atau cuci tangan. Dan masih banyak keteledoranku lainnya. Ah aku, mengaku butuh namun enggan menjaganya dengan baik.

Pemadamaan listrik selama 18 jam kemarin menjadi teguran untukku. Ternyata, aku masih menjadi manusia yang egois dan jauh dari sebutan “bijaksana”.

Daripada menyalahkan sesuatu atau pihak lain terhadap suatu kejadian yang tidak menyenangkan. Bukankah sebaiknya aku terus merenung dan introspeksi diri?

Advertisements

9 thoughts on “Manusia Butuh Listrik

    1. Iya kah, Mbak? Kenapa di Medan sering mati lampu, Mbak?

      Semoga semakin manusia termudahkan, tidak semakin rendah mental kita menghadapi tekanan ya mbak 😥

      Like

  1. Teman2 yg kerja di PLN, ceritanya juga hampir sama dengan ayah teman Shin di atas.

    Kemaren di tempat saya listrik mati 25 jam, PDAM juga sempat mati agak lama. Hanya saja di tempat yg sekarang sering mengalaminya, biasa aja.

    Hanya saja, ibu kota sebuh negara listriknya mati, harusnya tidak saling menyalahkan, tapi perlu evaluasi sangat serius oleh pemerintah dan instasi terkait.

    *kenapa komennya jadi panjang begini?* 😀

    Liked by 1 person

    1. Kita memang perlu tahu tugas profesi orang lain ya mbak supaya lebih menghargai :’)

      Ya Allah lama bener, mbak. Mbak Salma tinggal di mana? Selama mati listrik dan PDAM, gimana aktivitas di rumah mbak?

      Iya setuju banget sama Mbak Salma. Saling menyalahkan nggak akan kasih solusi apa-apa. Seharusnya kita evaluasi bersama. Pemerintah, instansi terkait, dan tentunya diri sendiri ini :’)

      Hahaha, nggak apa-apa mbak. Aku malah seneng 😁

      Liked by 1 person

      1. Krn berada di daerah yg lumayan sering mati listrik, dan hanya rumah tangga biasa. Ada emergency lamp, stok air untung penuh.
        Kelimpungan, ketika akses internet ikutan ngadat juga 😀 .

        Liked by 1 person

      2. Mantap! 😍

        Iya bener mbak, akses internet ngadat kelimpungan banget. Ternyata nggak berkabar beberapa jam aja ke keluarga dan teman itu sulit banget ya :”’

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s