Tulisan kali ini adalah kesan dan pesan menulis 30 hari di Bulan Juni. Kesannya, aku benar-benar senang bisa menulis dengan tema ini. Aku menjadi semakin kenal dengan diriku sendiri dan hati pun lebih bahagia 😊 pesannya? Nanti aku tuliskan di bawah, ya.

30 hari lalu, aku memulai pendekatan lagi dengan diriku sendiri. Karena ternyata, tanggung jawab dan peran seringkali membuat kita lupa “ngobrol sama diri sendiri”. Kita berusaha keras untuk jadi seseorang yang nggak menyusahkan hidup orang lain dan bisa memposisikan diri dengan baik. Tetapi, kita lupa bertanya ke diri sendiri sebenarnya mau kita apa dan bagaimana. Kita lupa bertanya kalau perasaan kita baik-baik saja atau tidak.

Sebelumnya, aku nggak tahu pentingnya ngobrol sama diri sendiri itu apa. Toh aku sudah mampu memilih dan membuat keputusan untuk hidupku sendiri. Tetapi ternyata, untuk hal sederhana seperti pertanyaan “hari ini kita mau makan apa atau bagaimana keadaan perasaan dan pikiranku” pun kita berhak lho menanyakannya.

Kita nggak perlu terpengaruh sama pilihan-pilihan orang lain hanya karena merasa “nggak enakan”. Kita boleh kok mengungkapkan apa yang diinginkan. Setelah itu, sesuaikan deh dengan keadaan. Memungkinkan atau tidak untuk direalisasikan.

Aku ini tipikal yang selalu mendahulukan orang lain dibandingkan diri sendiri. Rasanya ikut bahagia saja kalau melihat orang lain bahagia. Rasanya ingin saja memperlakukan orang lain dengan sebaik-baiknya. Tapi ternyata, saking pedulinya sama orang lain, tipikal orang kayak aku ini suka lupa memperhatikan diri sendiri. Suka lupa nanya ke diri sendiri, aku benar-benar mau atau keadaan yang membuat aku memaksa diriku untuk mau. Gawat kan πŸ˜…

Jadi, untuk teman-teman yang tipe orangnya seperti aku, boleh banget kamu meluangkan waktu untuk ngobrol dengan dirimu. Kalau masih bingung apa yang mau ditanyain, lihat saja tema pertanyaannya pada tulisan aku di sini.

Kalau masih bingung juga, coba baca tulisan-tulisanku selama 30 hari kemarin. Tulisannya tentang obrolanku dengan diriku sendiri.

Ini pengalaman pertamaku. Rasanya ternyata nggak gampang jujur sama diri sendiri πŸ˜‚ aku benar-benar mikir keras menulisnya wkwk jadi, mohon maafkan kalau penyusunan kalimatnya kurang enak dibaca.

Meskipun begitu, semoga ada manfaat yang dapat diambil, ya. Dan semoga jadi termotivasi untuk ngobrol sama diri sendiri juga. Baiklah, silakan dibaca. Aku sudah lampirkan judul tulisan beserta linknya di bawah πŸ˜πŸ‘Œ

Day 1 – Kala Ketulusan Terpancar dari Matamu

Day 2 – Senyum Itu Memberikan Kekuatan

Day 3 – Mengenal Kata Hati

Day 4 – Cintai Tubuhmu Sendiri

Day 5 – Aku, Dea, dan Jilbab

Day 6 – Tentukan Seleramu!

Day 7 – Fisioterapis Sakit Lutut

Day 8 – Healthy Self-Esteem

Day 9 – Si Insecure

Day 10 – Jangan Takut

Day 11 – Percaya Diri Bisa Diciptakan

Day 12 – Asal Muasal Menjadi Kuat

Day 13 – Sekadarnya Saja

Day 14 – Namaku

Day 15 – Kebiasaan Unik

Day 16 – Untuk Shinta

Day 17 – Musik

Day 18 – Sense of Humor

Day 19 – Bukan Sekadar Makan

Day 20 – Terlalu Suka Fotografi

Day 21 – Perihal Membantu

Day 22 – Terfavorit

Day 23 – Mereka yang Berhak Memelihara Hewan

Day 24 – Makna Keluarga Untukku

Day 25 – Rumah

Day 26 – Teman Hidup, Katanya

Day 27 – Luka Masa Kecil

Day 28 – Krisis Identitas Diri

Day 29 – Present Self

Day 30 – Ketuk Semua Pintu

Bagaimana? Sudah beranikah menulis dengan tema-tema di atas? Saranku, ayo beranikan diri dan coba dulu.

Setelah menulis itu semua, kamu akan merasa lebih bahagia. Kamu akan diingatkan kembali, ternyata selama ini kamu sudah berjuang keras. Ternyata kamu sudah berhasil melawan rasa takutmu dan memilih untuk tetap maju. Dan pada akhirnya, kamu akan semakin sayang pada dirimu sendiri 😊

Sosok kita yang sekarang adalah perjuangan banyak orang. Perjuangan kita yang terus menguatkan diri sendiri, perjuangan orang tua kita yang tidak pernah lelah mendidik, perjuangan sahabat-sahabat kita yang masih terus membersamai, dan yang paling utama adalah berkat kebaikan Allah yang masih memberikan kesempatan kita untuk hidup serta memberikan pertolongan-Nya.

Semangat, ya 😁πŸ’ͺ

2 thoughts on “Kenalan Lagi dengan Diri Sendiri

  1. Wah, ini benar-benar tantangan menulis yang sangat menyenangkan! Meskipun saya cukup rutin menulis mengenai diri sendiri, dan juga mengajak diri sendiri berdialog melalui buku harian, saya belum cukup berani membagikan tulisan tersebut dengan orang lain (melalui blog misalkan). Saya salut dengan keberanian milik Mbak, keberanian ini menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal yang sama. Luar biasa! Tetap bersinar ya Mbak. Salut!

    Liked by 1 person

  2. Halo, Mbak Ayu Frani, terima kasih apresiasinya, Mbak 😊

    Memang banyak yang belum berani berbagi cerita seperti ini, pada awalnya pun saya begitu, Mbak πŸ˜…

    Namun ternyata, kegelisahan ttg identitas diri ini dekat banget di sekitar kita. Termasuk saya sendiri.

    Barangkali kita merasa baik-baik aja. Padahal, kita belum mengenal diri sendiri. Bahkan ada banyak luka dalam diri yang belum benar-benar sembuh πŸ˜₯

    Isu tentang identitas diri ini harus banget kita segera “bereskan”. Supaya anak cucu kita kelak nggak menjadi “korban” pelampiasan karena kita yang “belum beres” sama diri sendiri.

    Dan supaya kita pun merencanakan masa depan menjadi lebih tenang 😁

    Semangat, Mbak Ayu Frani πŸ˜„πŸ’ͺ

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s