Seorang kawan sedang kesulitan menuju suatu tempat. Saat itu kamu sedang memiliki waktu luang. Bahkan kamu memiliki kendaraan pribadi pula. Apa yang akan kamu lakukan?

Atau ketika temanmu sedang mengalami kesulitan saat mengerjakan sebuah tugas. Kebetulan, kamu sudah selesai mengerjakan tugas lebih dulu. Bahkan kamu tidak kesulitan menyelesaikan materi tugas itu. Apa yang akan kamu lakukan?

Kalau jawabanku, tergantung bagaimana jadwalku. Kalau pada saat itu memang tidak ada keperluan dan jadwal, aku akan dengan senang hati membantu. Bagaimana dengan kamu?

***

Asal Muasal Kemampuan untuk Membantu

Setiap orang pasti senang membantu orang lain yang membutuhkan. Karena fitrahnya hati manusia memang selalu mengarahkan kita kepada hal-hal yang baik. Namun ternyata, pembentukan karakter yang tidak tepat akan merusak fitrah manusia ini.

Apa hubungannya pembentukan karakter yang tidak tepat dengan kemampuan seseorang untuk membantu?

Sangat berhubungan. Mereka yang sedari kecil tidak terbiasa membantu, kelak ketika dewasa pun ia akan terbentuk menjadi sosok yang kurang minat membantu orang lain.

Anak-anak yang saat kecil tidak terbiasa dilibatkan pada orang-orang dan lingkungan, akan mengurangi intensitas dirinya berinteraksi dengan semua itu.Kurangnya intensitas berinteraksi, akan mengurangi kesempatan dia untuk mengenal orang lain. Mengenal pikirannya atau pun perasaannya.

Padahal, mengamati dan mengenal orang lain adalah modal dasar kepekaan kita terhadap sekitar. Dari sana, kita pun akan peduli terhadap masalah-masalah yang beredar.

Usaha Menggerakkan Hati Agar Senang Membantu

Bagaimana cara agar kita mudah tergerak hatinya untuk membantu orang lain?

Membantu orang lain adalah tahapan lanjutan dalam sebuah hubungan. Tahapan pertama yang biasa aku lakukan adalah mengamati dan mendengarkan.

Aku berikan satu contoh tentang lingkungan, ya. Coba amati segala hal yang ada di lingkungan. Amati tetangga, kawan, dan saudaramu.

Amati dari hal kecil dan sederhana, misalnya indahnya keramaian “pasar dadakan setiap Hari Minggu” yang digelar di pinggir jalan raya.

Berkatnya, warga sekitar akan termudahkan untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Berkatnya juga, warga memiliki hiburan setiap akhir pekan.

Siapa yang tidak senang datang ke pasar super lengkap? Semua pasti senang. Apa pun dijual di sana. Jajanan masa kecil seperti telur gulung, lumpia basah, cilok, es doger, juga ada. Menyenangkan, kan? πŸ˜„

Namun, di sisi lain, pasar dadakan cukup merepotkan warga yang tinggal di sekitar. Warga menjadi kesusahan bila ingin keluar rumah di pagi hari untuk jalan-jalan.

Apalagi banyak sekali warga nakal yang memarkirkan motor sembarangan. Padahal, pihak penyelenggara pasar dadakan sudah menyediakan parkiran. Akhirnya, semua menjadi kesulitan.

Sebuah Kesadaran

Biasanya, kalau sudah banyak mengamati, akan banyak pula hikmah yang aku dapatkan. Misalnya tentang pasar dadakan tadi. Dari kejadian itu, aku sadar bahwa ide pasar dadakan di akhir pekan adalah ide cemerlang.

Manfaatnya benar-benar warga rasakan. Warga pun tidak perlu berbelanja jauh. Ia hanya perlu berjalan kaki sebentar.

Namun, akibat ketidakdisiplinan warga yang parkir sembarangan membuat situasi menjadi menyusahkan. Andai saja warga tidak nakal dan mengikuti aturan, pasti warga lain akan berbelanja dengan nyaman 😊

Tentang warga sekitar yang kerepotan keluar rumah karena ada pasar dadakan, kurasa itu adalah masalah bersama yang harus kita diskusikan. Kita harus berpikir bersama adakah pilihan tempat lain untuk pasar dadakan tersebut.Kalau tidak ada lahan, kita bisa memikirkan kemungkinan lain, adakah tempat untuk parkiran sementara warga sekitar. Sehingga, warga yang ingin bepergian di pagi pun tidak kesulitan.

***

Aku tertarik sama isu-isu sosial dan masyarakat. Aku selalu bersemangat menulis dengan tema-tema tentang itu. Rasanya seperti aku berkaca diri berulang kali. Aku ini sudah menjadi manusia dan warga yang baik atau belum.

Oh iya, aku senang “ngobrol” hal-hal yang begitu dekat dengan kehidupan kita. Dan selalu senang bertukar pikiran untuk mencari solusi bersama. Solusi yang kita bisa mulai dari diri sendiri tentunya πŸ˜ƒπŸ‘

Berbeda dengan adikku, Yuniar. Adikku yang pendidikannya bukan kesehatan, selalu minat tentang kesehatan. Kesehatan apa pun. Ia rela meluangkan waktu membaca banyak artikel kesehatan untuk tahu solusi yang ia butuhkan. Ia juga selalu siap sedia mencarikan banyak informasi untuk masalah kesehatan orang-orang :’) rajin sekali yaaaa 😍

Kalau kamu super semangat membicarakan topik apa? Aku tunggu ya ceritanya 😁

Sumber foto: Pexels

Advertisements

One thought on “[Day 21] Perihal Membantu

  1. Aku sedang prihatin dengan fenomena agnostik. Ada orientasi dakwah yg swpertinya menjadi pemicu atau sebab kecenderungan sebagian orang menjadi agnostik.
    Btw, jika ada waktu seperti saat ini aku suka membantu like and komen. πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s