“Mbak, ngapain si foto-fotoin pemandangan dan orang-orang?”

“Aku nggak tau mau fotoin apaan.”

“Ngapain si kirim foto via email segala?”

Adalah beberapa contoh pertanyaan yang sering ditanyakan kepadaku. Kali pertama mendengar cukup bingung, sih. Bingung dari mana menjawab dan menjelaskannya wkwk

Tetapi, aku tahu hal yang melatarbelakangi pertanyaan itu. Temanku memang tidak memiliki ketertarikan dengan fotografi.

Aku memiliki minat pada fotografi. Selalu merasa kurang bila tidak mengabadikan foto pada momen-momen yang aku sukai. Dan selalu tidak kekurangan ide untuk memotret apa-apa yang kutemui. Meskipun belum mendalami, ada tiga hal yang sering aku lakukan dan sepertinya sudah cocok dikatakan sebagai hobi.

Pertama, aku senang mengabadikan momen. Momen waktu sendiri ataupun bersama orang lain. Kedua, aku senang menyimpan rapi foto-foto itu dalam sebuah folder dengan nama khusus. Folder laptop atau pun folder gawai. Ketiga, kalau memungkinkan, aku akan menyimpan dan meminta foto dengan resolusi foto sesuai asli tanpa dikompres. Kalau boleh menambah satu hal lagi, aku juga senang mencetak foto-foto itu. Kemudian kusimpan dalam bingkai atau album foto.

Karena memiliki ketertarikan besar pada fotografi, aku pun memperhatikan hal sederhana yang seringkali orang-orang abaikan.

Kesimetrisan Foto

Misalnya, ketika memotret. Mengukur kesimetrisan antara objek foto dan lingkungan di sekitarnya adalah wajib. Kalau ingin memotret dalam posisi portrait, ya harus portrait sepenuhnya. Kalau ingin memotret dalam posisi landscape, ya harus landscape total. Jangan sampai hasil foto menjadi setengah-setengah alias miring. Portrait bukan, landscape pun bukan.

Memindahkan Objek yang Menganggu

Memindahkan benda-benda mengganggu keindahan objek yang akan difoto juga wajib. Misalnya, saat ingin memotret kutemukan sebuah sapu lidi di pinggir objek. Maka, sebelum memotret, aku akan menyingkirkan sapu lidi dahulu. Atau saat foto bersama di restoran. Kalau ada piring kotor bekas makan kami, akan kutumpuk dahulu piring-piring itu supaya tidak menganggu objek yang akan difoto.

Menjaga Foto Agar Tetap Fokus

Aku juga tidak senang hasil foto yang ngeblur atau tidak fokus. Kalau kutemukan lebih awal, aku pasti akan meminta difotokan lagi. Foto yang ngeblur itu akan menganggu makna foto itu sendiri. Hasil foto wajah yang ngeblur, akan membuat tidak jelas wajah orang-orang di dalamnya. Padahal, orang-orang dalam foto itu sungguh berarti. Hasil pemandangan yang ngeblur juga akan mengurangi keindahan objek tersebut.

Tetapi, ada pengecualian. Kalau memang tidak ada kesempatan memotret ulang, hasil foto ngeblur pun tidak apa-apa. Menurutku, lebih baik ngeblur daripada tidak ada sama sekali :’)

Mengedit Foto dengan Aplikasi Gawai

Memoles foto supaya lebih cantik dengan aplikasi foto juga sebuah keharusan. Aku tidak senang melihat hasil foto yang gelap dan tidak nyaman dipandang. Mengedit foto digawai tidak sulit, kok. Kamu hanya perlu mengatur penerangan, kekontrasan, saturasi, dan kehangatan warna fotonya saja.

Bagaimana cara mengukur bahwa tingkat kecerahan dan kekontrasan foto sudah “pas”?

Kalau aku pakai intuisi saja. Saat foto sudah enak dipandang mata, artinya foto sudah bagus. Tenang, bisa karena biasa. Coba-coba saja aplikasi edit fotonya. Nanti, kamu akan menemukan selera fotomu, kok 😃

Hasil foto biasanya tergantung selera masing-masing orang. Kalau aku, karena terpengaruh sama hasil editan foto adikku, saat ini, lebih senang foto dengan efek secara keseluruhan berwarna “biru”. Daripada efek foto “orange” karena pengaturan saturasi yang terlalu besar. Entah mengapa rasanya sejuk saja dimata hehe Lain kesempatan, Insya Allah akan kutunjukkan maksud dari hasil foto berefek biru atau orange, ya. Saat ini fotonya sedang tidak tersedia dalam galeri foto gawaiku 🙏

Mengedit foto adalah salah satu hal yang sering aku lakukan untuk mengisi waktu luang. Waktu bergulir pun tidak terasa, tiap kali aku menggunakan waktu untuk mengedit foto. Pikiran tenang, hati pun menjadi riang. Adakah yang memiliki minat seperti aku ini? 😁

Advertisements

14 thoughts on “[Day 20] Terlalu Suka Fotografi

      1. 😂 kalau yang sekolah pake EOS 1200 D Mbak, punyanya sekolah. Meskipun seri lama tapi biar keliatan wibawa daripada pake pocket 😂😂.. -padahal hasilnya sih imbang

        Liked by 1 person

      2. Yaampun 😂 ayo dong pelajari ttg fotografi, mas. Mumpung lengkap tuh kameranya. Ada si pocket dan punya sekolah 😁

        Like

  1. Samaa 😍 Lin minat fotografi kurang lebih karena hal yang sama (walau secara estetika kurang ngerti. Taunya asal jepret aja hahaha). Pada kenyataannya, lingkaran pertemanan Lin rata-rata penuh dengan fotografer. 😂

    Kebetulan dulu pas masih berorganisasi di majalah sekolah, Lin ketua redaksi merangkap fotografer. Senang aja gitu pas megang kamera lalu jepret momen-momen yang ada di event sekolah.

    Liked by 1 person

    1. Waaa, toss! 😆 kayaknya semakin banyak aja nih ketertarikan kita yang sama wkwk seneng deh aku 😍

      Menurutku, orang yang senang jeprat-jepret pun udah bagus, lho. Artinya dia minat fotografi hihi soalnya aku pernah ketemu kawan yang nggak ada ketertarikan sama sekali. Menyimpan foto pun enggan, Lin 😅

      Ya kan senang kaaaaan. Rasanya bahagia banget bisa abadikan momen yang kita lihat ya, Lin 😁

      Liked by 1 person

      1. Bener-bener. 🤣

        Eh, seriusan kalau ada temen Kakak yang nggak nyimpan foto sama sekali? 😐 Wah, kalau Lin yang gitu malah Lin pangling sendiri hahaha. 🤣

        Iya. Jadi, kalau mau mengenang kembali tinggal lihat fotonya. Otomatis bernostalagia sambil haha hihi sendiri. xD

        Liked by 1 person

  2. Nggak sampe nol sih koleksi fotonya wkwk tapi tipikal orang yang kurang peduli foto gitu, Lin. Dikirimin foto syukur, nggak dikirimin dia pun nggak minta 🤣🤣

    Nah betul banget! Foto itu asiknya begitu. Ketika banyak hal berubah, momen yang diabadikan melalui kamera nggak akan berubah 😊😆

    Like

  3. Hello mbak! Seneng deh tiba2 saya nyasar ke sini dan menemukan orang yg hobi foto2 juga. Saya baru banget belajar motret nih mbak.
    Kalo berkenan, saya pengin lihat galerinya mbak, lewat ig mungkin 😀

    Liked by 1 person

    1. Hai, Meilisa sesama penyuka foto2 hihi Salam kenal ya 😊

      Saya belum belajar motret, Mei. Saya foto2 dan mengedit objek baru berdasarkan insting aja 😂

      Boleh banget, IG saya @shintakrs, Meilisa 😄

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s