Story whatsapp temanku baru saja aku baca tadi pagi. Dan langsung tersenyum saat itu juga. Dalam hatiku langsung berujar,“Ini yang bikin nama jalannya pasti selera humornya tinggi! wkwkwk.”

Sama seperti kejadian tadi malam. Satu minggu ini aku bekerja shift sore. Jadi, pukul 21.00 baru bisa absen pulang. Tiap malam biasanya kami pulang dengan rasa super lelah. Rasanya ingin segera tidur saja di rumah sakit hahaha

Saat tiba di parkiran Om Wahyu berkata dengan nada dan wajah yang datar,”Duh, itu si motor gue lelah amat. Segala nyender ke tiang.” Sontak aku pun langsung menoleh ke arah motor si om. Dan sungguh berhubungan sekali antara perkataan si om dengan penampakan motornya. Stang si motor merah berdempetan dengan sebuah tiang. Persis seperti kepala yang sedang bersandar ke bahu seseorang wkwk

Humor Om Wahyu sungguh mampu menghilangkan rasa kantuk kami yang tadi sempat berniat menginap di rumah sakit :’)

Sebelum membaca artikel di wiki how. Aku belum tahu perbedaan antara “Being Funny” dan “Sense of Humor”. Aku kira sama saja. Bahkan, aku pernah berpikir, diriku tidak punya selera humor sekali. Hanya karena aku kurang senang menonton film komedi.

Sebelumnya, aku juga berpikir selera humorku jelek. Karena, tiap kali ada yang melucu di kantor, aku tidak cepat tertawa karena kelucuannya. Sepertinya imajinasiku tidak seluas teman-temanku 😂

Kata wiki how, “Being Funny” berarti mampu berekspresi dengan humor tinggi. Jadi, ia mampu bercerita, bermimik wajah, atau bertingkah lucu.

Kalau “Sense of Humor” berarti ia mampu membiarkan segala sesuatu terjadi seperti air mengalir dan tidak bersikap terlalu serius. Ia juga mampu tertawa dan melihat kelucuan pada hal-hal yang tidak masuk akal.

Aku pun menjadi tercerahkan. Ternyata memiliki selera humor sebenarnya tidak sulit, lho. Kita tidak perlu meniru selera humor orang lain. Kita bisa memilih selera humor sesuai kepribadian masing-masing. Intinya hanya satu, bagaimana kita membuat nyaman dan senang diri sendiri dan orang-orang di sekitar dalam keadaan sesulit apapun.

Enjoy small things, find humor in everyday situations, and find humor in life’s misfortunes. Smile as often as you can. Try making other people laugh, too. Make laughing a priority, for yourself and for others. – Wiki how

Tanpa aku sadari, sebenarnya di sekelilingku banyak yang menyelipkan humor dalam kehidupan sehari-hari. Dan humor itu benar-benar mampu menurunkan ketegangan dan stres. Begitu juga denganku.

Meskipun jarang menonton film komedi dan “terlalu lama mengerti” humor teman-teman, ternyata selera humorku lumayan baik (Aku tahu ini setelah membaca artikel di wiki how 😅 ). Aku juga terbiasa melucu dengan kalimat-kalimat spontanku. Misalnya,

“Aku tuh ngebayangin badan kamu melambai kayak kena angin tau, Mas. Kayak gini nih (sambil mencontohkan badan goyang-goyang kena angin). Olahraga makanya biar berotot!” ledekku untuk Danang yang super malas kalau diajak olahraga.

“Nggak apa-apa. Itu kebiasaan baik kok. Bilang aja ke dia, lo punya alat pembersih daging dimulut wkwkwk.” jawabku menanggapi keluhan Niar. Dia yang kesal karena kawannya selalu nanya “Kok kalo makan ayam bersih banget sih?”

Aku juga tidak takut terlihat bodoh untuk mencontohkan sesuatu saat ngebahas topik lucu atau ngelakuin hal-hal jenaka. Misalnya, meniru suara-suara lucu dalam film (aku memiliki bakat tersembunyi jadi pengisi suara kartun wakakak) atau ikutan lompat-lompatan bersama si kecil Satria untuk mencontohkan bagaimana cara melompati lubang.

Untuk tahu lebih banyak hal tentang selera humor, kamu bisa baca diartikel ini. Informasi di sana lengkap sekali. Kamu juga akan diberi tahu bagaimana cara meningkatkan selera humor sehingga bisa menjadi orang yang menyenangkan.

Pendapatku, setelah membaca artikel dan pengalamanku menyelipkan humor dalam sehari-hari, humor itu sungguh bermanfaat. Hidup yang rumit, peran yang banyak, kesalahan yang sering dilakukan, dan beragam kisah memalukan yang sering dihadapi, memang tidak perlu terlalu kita pusingkan. Diri kita punya hak dan kuasa untuk memilih perihal apa yang harus menjadi perhatian.

Tertawa adalah cara meringankan beban pikiran kala hal sulit datang menyerang. Sumber: wiki how

Kita tidak harus menjadi orang yang terlalu serius setiap saat. Karena terkadang, terlalu serius akan membuat situasi semakin tegang saja. Dan akan membuat tidak nyaman orang-orang di sekitar. Berimajinasi lebih banyak dan kemudian mentertawakan kesalahan lebih baik dilakukan. Daripada terjerembab dalam kesalahan dan terus menerus menyalahkan.

Aku selalu senang bekerja bareng Om Wahyu dan Kak Dhika. Selain memiliki selera humor yang baik, mereka juga termasuk orang yang “being funny”. Oleh karena itu, bekerja rasanya seperti main saja. Aku merasa senang dan tak ada beban yang terasa berat dilakukan.

Apakah bekerja bersama mereka tidak pernah melakukan kesalahan dan tidak menemukan kesulitan? Tentu saja pernah dan sering. Namun, mereka selalu menemukan kelucuan dalam kesalahan dan kemudian memperbaikinya dalam suasana hati senang. Pokoknya, bersama mereka semua hal terasa ringan dan menyenangkan 🙂

Selera humor dapat dipelajari dan bisa dimiliki oleh setiap orang. Sepertinya aku akan belajar banyak tentang selera humor ini. Kalau kamu berminat juga, coba baca artikel wiki how dan artikel yang lainnya, ya. Nanti sesuaikan saja sama kepribadianmu. Aku lumayan tercerahkan, barangkali kamu juga. Semangat, ya 😄😆

Having a sense of humor helps you have fun despite what life throws at you. That means you can laugh at life and poke fun at your situation. Remember to keep focused on having fun. -Wiki how

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s