Insecure, dulu biasa digunakan untuk menyebut sikap orang-orang yang terlalu pencemburu kepada pasangannya. Meski tidak tahu pasti makna kata itu, aku menduga, sepertinya maknanya adalah rasa khawatir yang berlebihan.

Ternyata dugaanku nyaris benar. Namun, insecure memiliki makna yang lebih luas dari itu. Insecure berarti tidak merasa puas terhadap dirinya sendiri. Ia tidak puas bukan karena dirinya sudah merasa mampu. Melainkan, ia selalu merasa dirinya “kecil” yang tak bisa melakukan apa-apa. Orang lain selalu tampak “besar” bagi dirinya.

Tidak hanya sampai pada diri sendiri saja, seseorang yang memiliki sikap insecure akan berusaha menutupi keaslian dirinya di hadapan orang lain. Ia tidak mau orang lain mengenal dirinya, karena khawatir mereka akan menolak kehadirannya.

Karena si insecure merasa “kecil”, maka, rasa takut akan penolakan orang lain menjadi semakin besar saja. Ia khawatir, apa-apa yang ia punya dan lakukan akan ditolak oleh orang lain. Ia juga selalu merasa “pandangannya” selalu salah. Dan akhirnya si insecure pun memandang rendah dirinya.

Pendeskripsian di atas tentang seseorang yang memiliki sikap insecure adalah hasil pemikiran dan imajinasiku saja. Artikel yang membahas insecure ternyata tidak terlalu banyak. Atau mungkin, aku yang tidak terlalu “rajin” mencarinya, ya hahaha

Saat browsing kata “insecure” pun, yang muncul rata-rata definisinya saja. Meskipun hasil imajinasi dan pemikiran, semoga bisa sedikit menggambarkan. Kalau kamu memiliki penggambaran lain, boleh sekali berbagi ke aku dikolom komentar, ya 🙂

Meskipun bukan termasuk orang-orang yang insecure, dulu, aku pun hampir merasakan sikap itu. Aku tahu bagaimana rasanya cemas dan gelisah ketika terus-menerus “merasa kecil” dibandingkan orang lain.

Rasa itu, membuat aku terlalu fokus melihat kelebihan orang lain. Seperti,“Kok dia hidupnya enak ya, mudah sekali gonta ganti gawai. Aku kalau ingin beli gawai, harus menabung dulu dan tak langsung dibelikan.” Atau, “Kok dia berbakat banget ya, apa aja bisa. Kayaknya, bakatku nggak banyak-banyak banget, deh.”

Pemikiran itu terjadi saat masih pencarian jari diri dan sama sekali belum mengenal diri. Aku terlalu sibuk memikirkan kehidupan orang lain dan tidak peduli akan potensi diri. Dan kehidupan seperti itu sungguh meresahkan. Ketenangan hati pun sulit sekali didapatkan.

Lalu, bagaimana caranya supaya aku tidak lagi “merasa kecil” dan terhindar dari rasa cemas berlebihan? Semua butuh proses. Aku pun melalui proses yang panjang hingga akhirnya berdamai dengan diri sendiri. Pelan-pelan saja 🙂

Dulu, kesadaran yang kali pertama muncul adalah aku memahami bahwa setiap orang memiliki keunikannya tersendiri. Unik dalam hal kelebihan, juga kekurangannya.

Begitu pula unik dalam menyelesaikan masalahnya. Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan masalahnya. Oleh karena itu, aneh rasanya kalau aku masih membanding-bandingkan diri sendiri dan orang lain untuk mencari siapa pemenangnya.

Padahal, setiap orang adalah pejuang dalam medan kehidupannya. Hanya dia yang bisa menjadi pemenang atau bukan dalam kehidupannya. Dan hanya diri sendiri yang bisa menentukan. Ingin menjadi penonton kehidupan orang lain, atau menjadi pemenang yang mampu mengendalikan dirinya.

Ingin menjadi apa kita dalam menjalani kehidupan adalah pilihan. Begitu pula menjadi insecure atau tidak. Kalau aku, tidak senang terus menerus berada dalam ketakutan dan kegelisahan. Karena, rasanya melelahkan.

Yang masih aku yakini sampai saat ini, aku akan tetap melangkah ke depan. Bahkan ketika aku belum tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Sebab, aku selalu punya Allah yang selalu mengarahkan dan menguatkan. Dan aku tahu hasil memang bukan tujuan, namun proseslah yang memberikan banyak pelajaran. Bukankah memang begini hakikat kehidupan?

Advertisements

2 thoughts on “[Day 9] Si Insecure

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s