Menjadi fisioterapis membantu aku memahami fungsi gerak dan tubuh lebih baik. Aku menjadi tahu posisi tubuh seperti apa yang baik dilakukan sehari-hari. Aku juga tahu bagaimana mengangkat dan mendorong beban berat yang benar saat beraktivitas. Karena ternyata permasalahan anggota gerak tubuh itu paling banyak dikarenakan kebiasaan yang tidak benar, lho.

Meskipun sudah tahu cara yang benar seperti apa, seorang fisioterapis juga terkadang khilaf. Kami tetap melakukan posisi-posisi dan kebiasaan yang salah kala melakukan aktivitas. Maklum, kebiasaan yang salah sudah lebih lama dilakukan dibandingkan pengetahuan baru yang kami tahu ini kan wkwk 😂

Tulisan kali ini, aku akan berbagi pengalamanku sendiri. Aku akan berbagi kasusku yakni, sakit lutut.

Aku merasakan keluhan ini sudah dua minggu yang lalu. Lutut kananku sakit tiap kali diluruskan maksimal. Tidak ada rasa sakit saat lutut ditekuk. Dan tidak ada bengkak. Lututku baik-baik saja kalau dilihat oleh mata. Namun tidak bila ditekan pada bagian sisi dalam. Rasa nyerinya tidak tertahankan.

Sebagai fisioterapis sekaligus pasien, aku menjadi bingung sendiri hahaha sejujurnya, aku sudah berusaha sekali memposisikan tubuh dengan baik tiap kali bekerja. Aku selalu mengistirahatkan tubuh tiap kali otot-otot tubuhku kelelahan. Pokoknya, kalau si otot sudah lelah dan memberikan alarm dalam bentuk “rasa pegal”, aku selalu memberhentikan aktivitasku.

Tentang sakit lututku, aku paham betul bahwa keluhan sakit ini hanya karena masalah otot saja. Ototku terlalu lelah bekerja. Ligamen atau tendonku baik-baik saja. Terbukti dari kemampuanku untuk melompat dan berlari. Aku masih bisa melakukan dua aktivitas itu. Hal ini menandakan lututku masih amat stabil dan bekerja dengan baik.

Setelah merenung cukup lama, akhirnya aku menemukan masalah utamanya. Jadi, ada satu alat biasa aku gunakan untuk mengobati pasien. Namanya Microwave Diathermy (MWD). MWD selalu berpindah-pindah dari satu tempat tidur ke tempat tidur lainnya. Di ruangan fisioterapi ini, tempat tidurnya ada enam buah. MWD itu harus aku pindahkan dari satu tempat tidur ke tempat tidur lain.

MWD itu besar dan berat. Tingginya sekitar 90 cm dan panjangnya sekitar 120 cm. Karena berat, aku cukup kesulitan mendorong bila hanya menggunakan kedua tangan. Jadilah aku mendorong dengan bantuan lutut bagian dalam. Kurang lebih selama satu tahun lah aku melakukan aktivitas itu.

Cara kerja tubuh memang seperti ini. Ia memiliki ambang batas kemampuan. Kalau masih bisa menahan, tubuh kita akan baik-baik saja. Namun, kalau beban tersebut sudah melebihi kapasitasnya, maka muncullah banyak keluhan. Contohnya otot lututku ini. Ia sudah cukup lama menahan beban berat si MWD. Dan setelah genap satu tahun bekerja, si otot lutut bagian dalam pun akhirnya menyerah.

Setelah tahu otot lututku bermasalah, akhirnya lutut ini pun aku istirahatkan. Aku tidak lagi mendorong alat MWD menggunakan lutut. Betapa pun beratnya, aku tetap mendorong menggunakan kedua tangan. Aku juga menghindari beban berlebihan pada lutut yang sakit. Beberapa kegiatan yang kuhindari yaitu, tidak menopang pada lutut yang sakit, tidak naik turun tangga, dan mengurangi aktivitas jalan.

Pesanku sebagai fisioterapis, aku tahu kita itu kuat. Apalagi laki-laki yang memiliki otot lebih kuat dari perempuan. Tetapi, jangan pernah memaksakan diri. Kita pasti tahu beban mana yang tubuh ini masih bisa toleransi, dan beban mana yang tidak. Contohnya ketika mendorong lemari yang besar. Meskipun kita mampu, janganlah memaksakan diri. Doronglah lemari itu bersama-sama kawan. Berbagilah beban bersama.

Dampaknya memang tidak selalu terlihat saat ini juga. Untuk otot, ligamen, tendon, dan tulang, memang tidak langsung memberikan dampak saat itu juga ketika ia kelelahan. Kecuali bila tubuh kita terkena hantaman kekuatan besar saat kecelakaan, biasanya dampaknya langsung terlihat. Contohnya seperti patah tulang atau terkilir.

Untuk kebiasaan yang salah seperti kesalahanku saat mendorong MWD, biasanya, hanya rasa pegal saja yang kita rasakan. Namun, jangan abaikan rasa pegal itu. Rasa pegal yang terakumulasi akan menyebabkan masalah-masalah fatal di kemudian hari.

Sekian. Semoga pengalamanku ini bermanfaat untuk teman-teman. Ingat, kurangi beban berlebihan dan selalu perhatikan tanda-tanda kelainan. Sebab, tak ada istilah “pegal biasa”. Pegal adalah tanda bahwa ada sesuatu yang tidak biasa pada tubuh kita.

Advertisements

10 thoughts on “[Day 7] Fisioterapis Sakit Lutut

  1. ohh gitu yaaa. .
    aku punya masalah kalau jalan jauh lutut bergetar kalau kecapekan – eh apa sih istilahnya – tremor ya. apakah itu bisa menjadi masalah besar kalau aku paksa?
    sebab aku dulu sering hiking, tidak pernah jatuh..

    Liked by 1 person

    1. Lutut kecapean dan tremor berbeda, Mas. Lutut kecapean bisa jadi karena ototnya yang kelelahan. Kalo tremor masalahnya di sistem saraf pusat (otak).

      Kalo tentang tremor aku nggak terlalu tahu banyak, Mas Seta. Mas coba baca artikel ini ya, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/essential-tremor/symptoms-causes/syc-20350534

      Kalo masalah lutut, nggak boleh dipaksakan aktivitas. Dan kalo keluhannya sering dan terus menerus, baiknya diperiksakan ke dokter atau fisioterapis aja, Mas 😀

      Like

      1. Iya, bisa jadi. Kalo hiking, kita perlu persiapan, Mas Seta. Minimal, sebulan sebelumnya harus latihan fisik. Tujuannya, supaya selama hiking kakinya udah siap dan nggak mudah cedera, Mas.

        Like

      2. Menurutku, kaki yang gemetar itu bukan tremor. Tapi, lebih kepada tanda-tanda mau kram, Mas. Biasanya itu terjadi karena otot kakinya bekerja terus menerus. Capek, gitu ototnya.

        Saat kaki gemetaran diapain, Mas?

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s