Ibuku memiliki selera tersendiri untuk anak-anaknya.

Selain keperluan sekolah, aku tidak pernah memakai sepatu. Alasan ibuku, anak-anak terlalu ribet menggunakan sepatu. Jadilah aku terbiasa menggunakan sandal atau sepatu sandal.

Begitu pula dengan pakaian. Ibuku tidak senang memakaikan anaknya pakaian yang tidak berlengan. Aku juga tidak dibiasakan menggunakan rok. Alasannya, anak-anak terlalu ribet menggunakan rok untuk bermain. Jadilah aku terbiasa menggunakan baju berlengan dan celana panjang.

Kebiasaan tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya memberikan dampak positif. Dampak negatifnya, aku tidak terbiasa memilih dan membuat keputusan sendiri. Meskipun begitu, semakin dewasa sepertinya hanya dampak positifnya lah yang aku rasakan. Aku bersyukur ibuku memberikan aturan itu saat aku kecil.

Kebiasaan Menggunaan Sandal

Jangan takut, meskipun sejak kecil sampai remaja aku terbiasa menggunakan sandal atau sepatu sandal, tidak memengaruhi kebiasaanku saat dewasa, kok. Peraturan perkuliahan yang melarang penggunaan sandal saat belajar, membuat aku pakai sepatu setiap hari.

Pada awalnya tentu saja kesulitan. Namun, karena dilakukan setiap hari dan menjadi kebiasaan, akhirnya aku pun terbiasa memakai sepatu. Sampai bekerja pun begitu. Pekerjaanku memang mengharuskanku memakai sepatu. Bahkan sampai sekarang, barang kecintaanku adalah sepatu. Sneakers. Aku jarang sekali menggunakan sandal. Sandal digunakan hanya untuk ke warung dan aktivitas bermain air saja hehehe

Kebiasaan Menggunakan Baju Berlengan Panjang dan Celana

Aku bersyukur sekali dengan dua kebiasaan ini. Meskipun pada awalnya aku masih suka mengikuti “trend” berpakaian, namun lambat laun aku tidak sepenuhnya mengikuti trend itu. Aku selalu mempertimbangkan dua kebiasaan berpakaianku ini. Kalau trendnya bersebrangan dengan kebiasaan berpakaianku sejak kecil, biasanya aku tidak mengikuti trend tersebut.

Lalu, aku pun menyimpulkan. Ternyata kebiasaan berpakaian yang orang tua berikan akan membentuk selera berpakaian anaknya, lho. Memang tidak sepenuhnya. Karena, kita pun belajar tidak hanya dari orang tua. Lingkungan dan orang-orang di sekitar juga turut berperan membentuk selera kita.

Alhamdulillah, saat sekolah dulu, aku selalu memiliki sahabat yang berprinsip kuat. Jadi, mereka tidak pernah terbawa trend sepenuhnya. Mereka tetap mencari tahu trend yang ada, namun sebatas referensi saja. Untuk keputusan berpakaian, akan sepenuhnya ditentukan dengan prinsip dan nilai yang dipunya.

Karena sering bermain bersama mereka, akhirnya aku pun turut memiliki pemikiran yang sama. Bahwa selera, murni ditentukan oleh diri sendiri. Kita harus memiliki pertimbangan kuat hingga akhirnya mampu membuat keputusan.

Dan beginilah aku kini. Kalau kamu bertanya gaya apa yang “aku banget”. Jawabannya adalah sneakers dan ransel. Apapun pakaiannya, dua barang itu harus tetap aku pakai wkwkwk

Kamu pun pasti punya selera berpakaian atau selera memilih barang apapun. Meskipun ada banyak yang memengaruhimu, saranku, tetaplah bangga atas pilihanmu itu. Sebab, yang paling penting bukan seberapa baik penilaian orang. Melainkan, seberapa nyaman kamu memakai dan menggunakan suatu barang 🙂

Sumber foto:
http://www.newfrog.com
http://www.dreamstime.com

Advertisements

6 thoughts on “[Day 6] Tentukan Seleramu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s