Dea, perempuan berusia 5 tahun di bawahku bertanya alasanku menggunakan jilbab. Malam itu adalah malam pertama setelah bertahun-tahun kami tidak pernah bertemu.

Ia juga bertanya sejak kapan aku menggunakan pakaian rapi. Definisi rapi baginya adalah pakaianku seperti malam ini yakni, menggunakan jilbab menutup dada dan memakai rok.

Setelah mengajukan dua pertanyaan sekaligus, ia mengungkapkan keinginannya dan kecemasannya terkait jilbab. Ia ingin menggunakan jilbab, namun merasa tidak pantas karena belum tahu banyak ilmu agama. Dari tatap matanya, Dea terlihat menunggu tanggapanku. Aku pun menjawab pertanyaannya satu persatu.

Sebelum menjawab, kuingatkan padanya jawabanku nanti adalah murni pengalamanku sendiri. Semoga bisa membantu memantapkan hati. Syukur-syukur mampu membulatkan tekad untuk memilih dan membuat keputusan hidupnya sendiri.

“Aku berjilbab karena termotivasi dari tiga sahabatku yang berjilbab lebih dulu.” begitu kataku untuk menjawab pertanyaan pertama.

“Aku berubah pelan-pelan, De. Saat kelas 2 Sekolah Menengah Atas, aku mengubah gaya berpakaian dengan baju dan celana panjang. Baju-baju pendekku diplastikkan semua. Aku cuma menyisakan baju-baju berlengan panjang aja di lemari. Aku mau tau gimana rasanya pake baju berlengan panjang setiap hari. Aku ingin memastikan rumor yang beredar. Katanya, kita bakal kepanasan kalo berjilbab. Nyatanya nggak, De. Aku malah terlindung dari cahaya matahari. Nggak pake sunblock pun gapapa. Malah ngerasa aman. Oh iya, aku udah menggunakan macam-macam gaya berjilbab. Kelak, kamu akan menemukan cara berpakaian yang membuatmu nyaman kok, De.” jawabku. Begitu jawabanku untuk pertanyaan dia yang kedua.

“De, terkadang kita emang perlu menyederhanakan segala hal yang rumit. Pake jilbab memang pada awalnya bakal ngerasa rumit dan sulit. Kita ngerasa takut nggak bisa kasih jawaban terkait Islam kalo teman ada yang nanya. Kita juga takut ngejelekin nama Islam kalo setelah berjilbab masih aja berperilaku nggak baik. Pokoknya banyak deh ketakutan-ketakutannya.” kataku.

“Tapi, De, ternyata Allah nyuruh kita berjilbab bukan untuk sempurna di mata manusia, lho. Kita itu berjilbab karena Allah yang memerintahkan. Allah ingin menjaga kita. Kamu tau nggak? Setelah berjilbab, aku jadi semakin termotivasi jadi orang baik gitu, De. Kayak ada perasaan takut bikin Allah kecewa. Mungkin hikmah berjilbab kayak gitu. Kita jadi punya tenaga super dan tameng kuat. Tenaga super untuk ngelakuin perbuatan baik. Serta tameng kuat untuk menjauhi perbuatan buruk.” tambahku. Ini adalah jawaban untuk kecemasan Dea.

“Kamu ingin berjilbab kan? Yaudah pake aja, De. Hayuk, jangan cuma pengen aja. Pengen aja mah nggak bakal jadi-jadi hehehe jangan takut nggak bisa jawab pertanyaan. Emangnya kenapa kalo kita nggak bisa jawab? Kan kamu bisa cari jawaban bareng-bareng temanmu. Bisa tanya ke gurumu, orang tua, dari buku, atau kajian kan. Jadi sama-sama belajar deh :D.” kataku. Jawaban kali ini untuk menyemangati Dea. Kuharap ia tidak takut lagi.

Dea lebih banyak menyimak dan mengangguk tanda mengerti. Dari raut wajahnya terlihat tidak cemas dan takut lagi. Sebaliknya, ia tampak bersemangat dengan senyum simpulnya.

Semoga cerita sederhana ini bisa menjadi salah satu suntikan semangat kala semangatnya turun. Aku percaya, setiap orang berhak berubah menjadi lebih baik berdasarkan episode kehidupannya sendiri.

Kamu tidak perlu terburu-buru hanya karena melihat para pendahulu sudah maju lebih dulu. Lalu, terlupa makna apa yang ingin dicari.

Perlahan saja sampai kamu temukan caramu sendiri. Cara paling benar dan nyaman yang mendekatkanmu pada Allah Sang Pemilik Hati.

Sumber foto: http://www.gaphotoworks.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s