Senyum selalu memberikan kekuatan. Kalimat tersenyumlah untuk berbahagia kurasa benar adanya. Selalu ada energi positif tiap kali aku berusaha untuk tersenyum.

Merasakan betul bahwa senyum memberikan dampak positif, maka aku selalu berusaha untuk tersenyum kepada siapa pun.

“Mbak, lo kenal sama perempuan yang barusan lewat?” tanya adikku.

“Nggak. Kenapa?” jawabku.

“Kok barusan dia senyum ke lo?” tanyanya heran.

“Emang kenapa kalo dia senyum ke gue? Hahahaha.” ledekku.

“Ya nggak apa-apa. Aneh aja sih senyum sama orang yang nggak dikenal. Barusan dia senyumnya lebar banget, lho.” jawab dia berikan penjelasan.

“Gini, tadi pas kita jalan berpapasan sama dia, tatapan mata gue dan dia secara nggak sengaja ketemu. Jadi saling tatap gitu. Yaudah gue senyumin aja. Bakal awkward kali kalo setelah saling tatap gue buang muka wkwkwk.” jawabku. Entah dia menerima atau tidak alasanku itu haha

“Iya bener juga. Tapi, tetap aneh sih bagi gue, kalo kalian berdua saling senyum “seolah-olah kayak saling kenal” gitu. Kirain beneran kenal wkwk.” jawabnya. Ia tetap merasa aneh atas apa yang aku lakukan.

“Gapapa, kali. Nambah pahala juga saling menebar senyuman ke saudara seiman yakhaaan hihi yaudah jangan terlalu dipikirin. Entar beban pikiran lo lebih berat dari Dilan gawat hahaha.” ledekku lagi. Sedikit penjelasanku untuknya bahwa tidak masalah tersenyum kepada orang yang tidak dikenal.

Selain menatap cermin sambil tersenyum dan mengafirmasi diri dengan kata-kata positif tiap kali ada masalah, aku juga sedang membiasakan diri menebar senyuman kepada siapa pun.

Di tempatku bekerja, aku sudah mulai membiasakannya sejak kali pertama datang ke rumah sakit. Aku berusaha menyapa dan memberikan senyuman kepada Mas dan Mba petugas parkiran. Lalu, menyapa dan tersenyum ke security di dekat poliklinik tempatku bertugas, ke Bu Riri si cleaning service, ke rekan kerjaku, dan juga ke para pasien.

Rasanya seperti apa setelah menyapa dan memberi senyuman ke banyak orang? Hatiku bahagia sekali. Ternyata benar lho berbagi kebaikan memang memberikan ketenangan hati. Aku pun menjalani hari menjadi lebih bersemangat lagi.

Energi positif dan kebaikan itu menular. Sepengalamanku, sejutek apapun orangnya, ketika aku memulai tersenyum lebih dulu, orang tersebut akan membalas senyumanku dengan senyuman juga. Jadi, jangan khawatir nantinya akan dicuekkin. Senyuman Insya Allah akan berbalas senyuman.

Lagi pula, bukan masalah kok kalau orang yang disenyumin tidak membalas senyumanku. Aku memahami betul, sejatinya, “kebutuhan” senyum ini memang untuk diriku sendiri. Aku butuh membiasakan diri melakukan kebiasaan baik lebih banyak. Aku perlu berbuat baik lebih banyak. Jadi, cara sederhana yang bisa aku lakukan ya tersenyum yang banyak 🙂

Aku tidak terlalu memikirkan respon dan tanggapan negatif orang lain di luar sana. Apa-apa yang mereka lakukan memang ada pada kuasanya. Kuasaku sebatas bagaimana aku mengatur dan mengelola diriku sendiri saja. Kesimpulannya, aku akan tetap tersenyum terlepas bagaimana pun reaksi orang lain setelahnya. Sebab, senyum memberikan banyak kekuatan, adakah alasan untukku untuk berhenti melakukan?

Advertisements

2 thoughts on “[Day 2] Senyum Itu Memberikan Kekuatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s