Aku sangat bersyukur bisa mengikuti event 30 hari bercerita yang diadakan oleh @pejuang30dwc.

Maka, tulisan penutup tantangan menulis 30 hari ini, akan berisi beberapa ucapan terima kasih untuk orang-orang yang super menginspirasi πŸ™‚

Pertama, untuk seluruh teman-teman yang mengikuti 30 Days Writing Challenge Jilid 18, atau biasa disebut “fighter”, terima kasih sudah memberanikan diri berbagi pikiran melalui tulisan selama 30 hari ini.

Meskipun sama-sama masih bingung konten apa yang seharusnya ditulis selama 30 hari, kita tidak pernah menyerah menulis. Dan tetap menyetor tulisan apa pun yang terjadi. Kalian luar biasa!

Kedua, untuk Kak Sari dan Kak Syamsu yang setia dan sedia setiap saat menjadi admin group selama 30 hari. Terima kasih sudah menghidupkan suasana group dan memimpin setiap diskusi online. Kak Syamsu yang selalu mengeluarkan kata-kata bijak tiap kali menyapa. Serta Kak Sari si ramah yang membuat “atmosfer” group full team terasa hangat. Sukses selalu untuk kakak!

Ketiga, untuk Kak Rezky sebagai mentor tulisan non fiksi. Terima kasih sudah memberi banyak sekali saran dan pertanyaan “menohok” untuk kami. Keduanya cukup membuat kami “berpikir keras merenungi”. Insya Allah kami selalu mengingat saran kakak, menjadi unik dan berbeda adalah modal untuk penulis. Sebab, pembaca kritis tak akan mau membaca karya yang “biasa-biasa saja”.

Ke empat, untuk Kak Rizka sebagai mentor tulisan fiksi. Terima kasih sudah memberi saran dan dukungan dengan cara yang menyenangkan. Berkat Kak Rizka, kami menjadi tahu bahwa menulis tidak sesulit itu. Selama kita masih bisa berpikir dan merasa, selama itu pula kita masih bisa menulis.

Ke lima, untuk squad 8, Hamda, Mas Hery, Kak Rose, Mbak Ika, Kak Imas, dan Kak Mamay. Terima kasih sudah “heboh” di group squad selama 30 hari ini wkwk tanpa kehebohan kalian, entahlah aku mampu atau tidak menyelesaikan tantangan menulis selama 30 hari.

Mengingat perkataan Hamda, yang tersulit adalah “terlalu banyak berpikir” namun lupa untuk “mengeksekusi”. Semoga kita tidak begitu lagi. Lakukan aksi meskipun hanya sedikit yang terealisasi.

Atau mengingat perkataan Kak Rose, sulitnya menuliskan pengalaman pribadi adalah karena tak juga menemukan figur. Semoga kita tidak kesulitan lagi. Karena sesungguhnya figur itu dekat. Ia ada pada diri kita sendiri. Semua hanya tentang mau atau tidak berpikir sejenak untuk memahami diri.

Sekian. Maafkan ucapan terima kasihnya panjang sekali. Terlalu sulit menahan diri karena rasa syukur yang super banyak ini πŸ˜‚

#30DWC #30DWCJilid18 #squad8 @Pejuang30dwc #30dwcjilid18day30

Sumber foto: http://www.pexels.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s