Tahukah kamu perbuatan apa yang paling menyebalkan? Yang paling menyebalkan adalah ketika seseorang merasa paling tahu tentang sesuatu, kemudian menjustifikasi.

Aku ingin berbagi pandangan tentang group whatsapp. Bagiku komunikasi itu sangat penting. Tanpanya, akan terjadi sebuah miskomunikasi. Miskomunikasi bukan hal yang bisa dibiarkan begitu saja. Dampak miskomunikasi itu berat. Bisa memutuskan sebuah hubungan dan membuat situasi menjadi buruk sekali.

Menyadari bahwa manusia tidak memiliki kemampuan khusus seperti membaca pikiran orang lain, maka komunikasi adalah modal penting. Karenanya, kita bisa mengutarakan pikiran dan perasaan. Begitu pula dengan lawan bicara kita. Sehingga didapatkan sebuah kesepakatan yang baik untuk ke dua belah pihak.

Namun, komunikasi tidaklah mudah. Bahkan untuk dua orang manusia yang saling tatap muka. Selalu saja ada yang menghambat agar kita tidak melakukannya. Biasanya, faktor utama adalah keegoisan kita sendiri. Kita enggan membicarakan sesuatu bila masalah datang. Atau kita enggan membicarakannya ‘lagi’ karena ‘merasa sudah tahu’ bagaimana tanggapan lawan bicara. Kita selalu ingin orang lain yang memulai lebih dulu. Ego kita ingin seperti itu. Akhirnya, kita saling bungkam dalam waktu lama. Terjadilah perang dingin. Berada di tempat yang sama dan melakukan hal bersama-sama, namun tak ada interaksi apapun di sana. Kita saling diam seribu bahasa.

Mengetahui bahwa dampak miskomunikasi sangat berbahaya, aku ingin meminimalisir hal itu. Bahkan kalau bisa, aku tidak mau hal seperti itu terjadi. Oleh karena itu, aku selalu menjadi pencetus pertama membuat group whatsapp untuk kegiatan apapun. Bahkan untuk acara sederhana ketemuan bersama beberapa kawan lama. Aku membuat group sementara. Untuk apa? Banyak manfaatnya. Dalam group itu kita bisa mencocokkan jadwal satu sama lain, kita bisa mengemukakan masalah bila tiba-tiba ada acara mendadak dan tak bisa bergabung dalam pertemuan itu, kita juga bisa mengonfirmasi bila datang terlambat saat hari-H. Semua hal bisa kita komunikasikan digroup. Jadi, tidak ada lagi kejadian hilang kabar tanpa memberikan konfirmasi apa-apa. Hal tersebut sangat merugikan kawan-kawan.

Baiklah, langsung saja aku ke pokok pembahasan. Ini tentang group whatsapp keluarga. Beberapa hari lalu ada seorang kawan tidak sengaja melihat tampilan whatsappku. Dan ia merasa aneh dengan apa yang dilihat. Seperti ini percakapannya.

“Itu group keluarga apa? Kok unik tulisannya keluarga bahagia?” tanyanya setelah melihat tampilan whatsappku.

“Itu group keluargaku. Keluarga inti. Di dalamnya ada ayah, mama, dan adik-adikku.” jawabku singkat.

“Buat apaan group keluarga inti? Kalo aku, group itu untuk keluarga besar. Yang isinya ada banyak banget orang. Kalo keluarga inti mah setiap hari juga ketemu. Ngapain dibikin group.” dengan nada tidak bersahabat ia bertanya sekaligus menjawab pertanyaannya sendiri.

Aku sebenarnya tidak berminat menjawab pertanyaan yang sudah disandingkan dengan sebuah asumsi. Karena hasil akhirnya mudah ditebak. Ia hanya mau menyakini apa yang ia yakini. Dan tak ingin mendengar pandangan orang lain. Tapi, untuk menghormati yang lebih tua, maka aku tetap menanggapi.

“Group itu biasa aku gunakan untuk mengabari keluargaku. Misalnya aku pulang terlambat. Aku akan mengabari dalam group. Kurasa, yang khawatir tentangku tidak hanya orang tuaku saja. Adik-adikku pun juga.” aku menjawab singkat saja. Dan tak ingin berbagi lebih banyak lagi kepada ia yang tak senang mendengarkan orang lain.

“Lah untuk apa mengabari adik-adikmu segala? Kamu cuma berkewajiban mengabari orang tuamu saja. Lagi pula, kehadiran group hanya akan mengurangi komunikasi secara langsung saja. Kamu dan keluarga pasti enggan berbicara secara langsung.” ia menyangkal semua pendapatku. Dan menjelaskan panjang lebar apa yang ia anggap benar.

“……………” aku memutuskan untuk menghentikan pembicaraan dan tak melanjutkan lagi. Aku tidak berminat. Terkadang, kita memang tidak perlu menjelaskan apa-apa kepada orang yang tidak mau mendengarkan.

Melihat sikapnya membuat aku semakin sadar bahwa mendengarkan itu banyak memberikan manfaat daripada berbicara. Mendengarkan akan memberikan pengetahuan baru, sedangkan berbicara hanya mengeluarkan apa-apa yang kita tahu. Seandainya saja kawanku mau mendengarkan sebentar ceritaku, ia akan mendapat pengalaman baru tentang keluarga orang lain yang belum ia temui dalam keluarganya.

Kawanku ini belum memiliki anak remaja. Anak terbesarnya baru kelas enam sekolah dasar dan anak yang paling kecil kelas dua sekolah dasar. Wajar saja bila ia belum merasakan pentingnya sebuah group whatsapp keluarga inti.

Aku kali pertama membuat group keluarga tahun 2015. Saat itu, aku masih tinggal di indekos. Meskipun hanya Depok-Jakarta, aku tidak bisa pulang setiap akhir minggu. Paling cepat aku pulang dua minggu sekali. Penyususan skripsi dan tugas pekerjaan mengambil waktu luang akhir pekanku. Oleh karena itu, kehadiran group whatsapp sangat membantu. Aku bisa turut merasakan kebersamaan keluarga di rumah melalui foto, video, atau voice note yang dikirimkan. Dan keluargaku pun begitu, bisa mengetahui keadaanku melalui foto dan video yang aku kirimkan. Group whatsapp pengobat rindu.

Saat itu, adikku pun sedang sibuk di kampus. Ia juga jarang di rumah. Melalui group whatsapplah ia bisa mengabari keberadaannya. Apakah ia sedang mengerjakan tugas bersama temannya, apakah ia akan pulang terlambat karena harus menghadiri rapat organisasi, atau sesederhana sarana untuk menanyakan atau meminta tolong sesuatu bila ada keperluan.

Kalau aku, merasakan sekali manfaat kehadiran group keluarga inti diaplikasi whatsapp ini. Entah, dengan kawanku itu. Mungkin ia belum mengerti. Mungkin nanti bila anak-anaknya sudah tumbuh dewasa dan harus berhubungan jarak jauh, pemahaman ia tentang group keluarga inti di whatsapp akan lebih baik 🙂

Komunikasi itu penting. Maka, cara apapun akan aku usahakan supaya komunikasi tetap terjalin dengan baik. Contohnya pembuatan group dalam aplikasi whatsapp ini 😀

Advertisements

8 thoughts on “Komunikasi itu Penting: Group Whatsapp

  1. kok kebalikan dariku? aku mendelete banyak grup karena isinya kadang yang aneh-aneh, lucu gak lucu dan share-share video itu. Lebih suka grup yang sepi, karena hal penting akan segera direspons dibandingkan dengan yang rame

    Liked by 1 person

    1. Oh iyalah pasti mengganggu mas kalau isinya yang aneh-aneh. Aku bahkan pernah menegur kawan SDku karena ngobrol tidak jelas sampai 100an lebih chat wkwk

      Group yang aku maksud di sini itu group yang digunakan komunikasi untuk suatu urusan gitu, mas

      Like

      1. Kalau urusannya bersama lebih dari dua orang, iya begitu mas hahaha janjian sama tiga orang pun aku bikin group wkwk entar kalo acaranya udah selesai dihapus deh groupnya

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s