Akhirnya hemoglobinku mencapai angka 13,7! Hemoglobin (HB) normal adalah 12-16 gram/dL. Meskipun angkanya tidak terlalu besar, aku bersyukur sekali mendapat angka itu. Tiap kali pengukuran HB, aku selalu iri pada bapak-bapak yang memiliki HB 14. Bagaimana cara bapak mendapatkan angka sebesar ini. Padahal, menurut teori pun usia juga dapat memengaruhi HB. Seharusnya bapak memiliki HB di bawahku. Tapi, kenyataan malah sebaliknya wkwk

Pemeriksaan HB secara rutin ini aku lakukan untuk keperluan donor darah. Aku sudah rutin melakukan donor darah setiap tiga bulan sekali sejak 2017 lalu. Sejak Juni 2018 hingga Februari 2019 aku belum melakukan donor darah lagi. Bukan karena aku tidak mau. Melainkan karena HBku yang selalu di bawah normal. Tiap kali diukur, HBku selalu diangka 11. Sedih sekali saat ditolak. Padahal semua persyaratan sudah kupenuhi.

Satu tahun belakang ini, aku sudah mencoba empat kali dan semuanya ditolak. Saat pertama kali ditolak, esok harinya aku rutin minum jus jambu merah dan biskuit gandum. Alhamdulillah, dua hari kemudian HBku naik menjadi 12 koma sekian. Aku pun dibolehkan donor darah. Namun, penolakan-penolakan selanjutnya karena HBku tidak mencukupi membuatku lelah dan akhirnya tidak mencoba donor darah lagi 😢 Dan semakin dirundung kebingungan, ada apa dengan aku. HBku rendah tetapi tak ada keluhan yang aku rasakan.

Malam itu, entah bagaimana awalnya aku dan Niar berdiskusi. Mengapa di keluarga ini hanya aku yang memiliki HB rendah. Padahal seluruh anggota keluarga memakan jenis makanan yang sama. Bahkan, ayahku sempat tes kesehatan dan memiliki HB 14 gram/dL. Niar mengatakan, mungkin pekerjaanku terlalu berat dan nutrisiku belum mencukupi. Oleh karena itu HBku tidak normal. Dan aku pun tercerahkan. Iya benar, semenjak bekerja di tempat yang baru ini aku memang selalu gagal untuk donor darah. Iya benar, aku memang makan apa adanya tanpa ada masukan vitamin yang lain. Iya benar, aku hanya makan apa saja tanpa memikirkan nutrisi apa yang masuk untuk tubuhku. Padahal, pekerjaanku termasuk banyak melakukan pergerakan. Tubuhku pasti membutuhkan nutrisi yang lebih banyak untuk memenuhi aktivitasku.

Semenjak kesadaran itu datang, aku bertekad untuk merubah pola makanku. Aku ingin donor darah lagi. Aku pun membaca beberapa artikel tentang hemoglobin dan menonton beberapa channel youtube yang membahas tentang itu. Ternyata, aku tidak boleh acuh pada hemoglobin ini. Aku sempat bertanya pada perawat yang mengambil darahku beberapa hari lalu, katanya, bila HB masih 11 memang tidak akan ada keluhan berarti. Meskipun tetap saja fungsi peredaran darahku tidak normal. Keluhan lemas, pusing, lunglai, dan jantung berdebar biasanya dirasakan oleh orang-orang yang memiliki HB di bawah 10. Jadi, kalau kamu memiliki keluhan seperti itu, hati-hati ya. Saranku, lebih baik kamu mengecek tekanan darah dan HBmu segera.

Hemoglobin itu penting untuk tubuh kita. Hemoglobin adalah sejenis molekul protein dalam sel darah merah. Fungsinya untuk membawa oksigen ke paru-paru dan dialirkan ke seluruh jaringan tubuh. Serta membawa karbondioksida dari jaringan tubuh kita ke paru-paru untuk di keluarkan melalui pernapasan. Singkatnya, HB ini seperti kendaraan yang membawa darah yang berisi oksigen. Tanpanya, darah kita tak akan bisa pergi ke mana-mana. Tanpa darah yang berisi oksigen, jaringan tubuh kita akan mati. Gawat kan?

Selain fungsi di atas HB juga berperan dalam menjaga bentuk sel darah merah. Bentuk normal sel darah merah kita itu bulat dan pipih di tengah. Bentuknya seperti donat tanpa lubang di tengah. Struktur HB yang tidak normal akan membuat bentuk menjadi tidak normal. Bentuk sel darah merah yang tidak normal akan menghalangi fungsinya untuk bekerja dalam pembuluh darah. Bahaya ya?

Usaha-usaha untuk Menaikkan Hemoglobin

Semenjak tahu manfaat HB dan sadar bahayanya rendah HB, aku merubah pola makanku. Sekarang lebih memerhatikan makanan apa saja yang berperan memenuhi HB dalam kadar normal. Ternyata, aku harus memakan makanan yang mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin C. Serta istirahat yang cukup.

Zat besi berfungsi untuk membentuk HB. Zat besi bisa berasal dari hewani dan nabati. Zat besi berasal dari hewani adalah daging merah dan hati ayam. Kalau zat besi yang berasal dari nabati bisa berupa bayam dan gandum. Untuk memenuhi zat besi nabati aku memakan sayur bayam dan membeli camilan biskuit sari gandum. Untuk memenuhi zat besi hewani aku mengkonsumsi hati ayam.

Asam folat berfungsi untuk menjaga kekuatan sel darah merah. Asam folat berasal dari kacang-kacangan. Aku biasanya makan bubur kacang hijau yang dijual abang-abang dekat rumah. Kalau tidak sempat, aku membeli minuman kemasan sari kacang hijau di mini market.

Vitamin C membantu penyerapan zat besi dalam usus. Sehingga, zat besi dapat menghasilkan hemoglobin. Kemarin, kalau sempat aku beli jus jeruk. Kalau tidak sempat, aku ganti dengan UC 1000. Kalau kamu tidak terlalu suka jeruk, kamu bisa ganti dengan apel dan tomat. Keduanya juga mengandung vitamin C tinggi.

Yang terakhir, minum air putih dan istirahat yang cukup. Manfaatnya adalah untuk meningkatkan metabolisme. Sehingga, penyerapan nutrisi dan mineral menjadi optimal.

Aku berhasil menaikkan hemoglobin setelah melakukan perubahan pola makan selama kurang lebih 2 minggu. Hidup sehat itu ternyata tidak sulit. Semua hanya tergantung seberapa besar niat dan usaha kita mau berubah.

Hikmah

Alhamdulillah, aku memiliki tubuh yang sehat. Aku memiliki tanda-tanda vital normal seperti tekanan darah, denyut nadi, dan pernapasan. Tiap kali medical check up, hasilnya juga selalu normal. Oleh karena itu, karena merasa normal, aku tidak terlalu memerhatikan makanan yang dikonsumsi. Apa saja dimakan dan diminum asalkan enak. Meskipun suka sekali air putih, aku juga pecinta minuman teh kemasan. Teh apapun dengan rasa original. Meskipun tidak terlalu candu, tiap kali melakukan aktivitas di luar rumah dalam keadaan panas, aku selalu membeli minuman teh dingin itu di mini market. Sekarang, aku sudah mengurangi kebiasaanku itu.

Meskipun tidak membeli air mineral di mini market, aku sudah mengurangi membeli teh kemasan. Aku lebih memilih minuman jeruk atau minuman ion untuk menghilangkan rasa haus. Aku juga lebih memilih makanan yang lengkap vitamin seperti nasi, ayam goreng, dan lalapan dibandingkan mie ayam atau bakso. Bahkan kalau ada, aku akan memilih hati ayam dan daging dibandingkan lauk lain. Aku juga mengurangi konsumsi mie instan. Padahal, sebelumnya, aku hobi sekali memakan indomie goreng.

Selain tentang kebiasaan, mengubah pola makan ternyata ujiannya juga berat. Ketika ada dua pilihan bubur kacang hijau dan gorengan, tetapi aku harus memilih bubur kacang hijau. Ketika ada dua pilihan es jeruk dengan es teh manis, tetapi aku harus memilih es jeruk. Ketika ada dua pilihan biskuit sari gandum dengan telor gulung, tetapi aku harus memilih biskuit sari gandum. Meskipun begitu, aku harus istiqomah. Kita harus berkorban untuk sesuatu yang menjanjikan kan 😂💪

Ternyata kita memang perlu ditegur dengan ‘keadaan tubuh yang tidak nomal’ supaya lebih memerhatikan apa saja yang tubuh butuhkan. Ternyata kita perlu ditegur dengan ‘keadaan tubuh yang tidak stabil’ supaya lebih peduli pada makanan yang kita makan. Sehat itu harganya mahal kan?

Semoga pengalamanku ini bermanfaat untuk teman-teman. Kamu yang memiliki HB rendah atau kamu yang ingin menjaga HB tetap normal. Yang ingin donor darah, aku doakan kamu memenuhi persyaratannya. Aamiin. Tetap semangat ya, percaya, usaha yang optimal akan memberikan hasil yang optimal pula 🙂

***

Tulisan lainnya tentang donor darah:

Cerita: Donor Darah Berbagi kepada Sesama

Cerita: Untuk apa Donor Darah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s