Aku tidak menyangka kalau cerita mampu mengabadikan kenangan dalam hati kita. Aku baru menyadari kalau kata-kata yang menyentuh hati akan selalu teringat di dalam hati.

Gedung ini adalah gedung yang sama seperti dua tahun lalu. Yang berbeda hanya aku. Dua tahun lalu aku datang hanya untuk satu urusan dan kemudian pulang tanpa meninggalkan apa-apa. Hari ini berbeda.

Aku datang dengan banyak rasa yang sulit untuk didefinisikan. Aku dan gedung ini tak mempunyai cerita. Namun denganmu tentu semua berbeda. Berkat kamu dan ceritamu, aku merasa begitu ‘akrab’ dengan gedung dan orang di dalam sini. Rasa getir dan nostalgia mencipta sebuah rasa yang aku tak tahu namanya. Entah, sebenarnya aku memang tak tahu, atau hanya pura-pura saja.

Pagi ini gedung dipenuhi oleh banyak orang. Pada awal tahun, semua pekerja diwajibkan datang untuk melaporkan segala harta dan hutangnya. Dan akhir Bulan Maret ini adalah batas akhir pelaporan. Mungkin faktor ini yang membuat gedung ramai sekali. Saking ramainya, kegiatan pun di lakukan di luar gedung. Jadilah di depan gedung dipenuhi oleh meja dan bangku. Mataku langsung tertuju pada petugas yang bertugas. Mereka muda, lincah, dan ceria. Benar katamu, perusahaan ini memang banyak diisi oleh anak muda.

Tiba-tiba saja aku teringat ceritamu. Kamu bilang, adalah beruntung divisimu diisi oleh anak muda. Sebab, ide-ide mereka begitu unik dan cemerlang. Contohnya saja acara perpisahan perpindahan karyawan ke luar kota waktu itu. Anak muda menyuruh ‘si yang pindah’ menggunakan toga sebagai tanda perpisahan. Kreatif ya!

Setelah mengamati petugas yang sedang bekerja, tibalah giliranku untuk masuk ke dalam gedung. Aku diarahkan untuk membuat akun. Saat menunggu antrean, aku lagi-lagi memandangi para petugas yang sedang melayani. Tiba-tiba aku membayangkan bagaimana kamu bekerja. Dan aku mengatakan dalam hati, ternyata begini suasana perusahaanmu ketika jam bekerja di mulai.

Antrean tidak begitu panjang dan proses pembuatan akun juga tidak begitu lama. Setelah selesai mendapat akun, aku diarahkan ke lantai dua untuk melakukan pengisian data online. Pada tahapan ini sebenarnya tidak wajib. Aku diberikan sebuah brosur cara melakukan pengisian online. Dan aku boleh melakukannya di rumah. Namun, karena ini adalah pengalaman pertama, maka, aku pun ke lantai dua supaya mendapatkan pengarahan.

Proses pengisian online juga tidak begitu lama. Menurutku, sepertinya aku sedang beruntung. Terbukti setelah aku selesai, di belakangku ada banyak sekali yang sedang mengantre.

Urusan pengisian online selesai. Aku ingin pulang. Saat menuju ke tangga, instingku menyuruh untuk menoleh ke kanan. Di sana ada sebuah kalender. Aku tertarik untuk melihatnya dan kuraih kalender itu. Kalender terdiri dari banyak foto. Pada lembar pertama terlihat pegawai perusahaan divisi pelayanan sedang bergaya bebas dengan senyum lepas.

Setelah puas mengamati, aku membalik kalender ke halaman selanjutnya. Tanganku berhenti pada foto mereka menggunakan seragam biru muda. Lagi-lagi aku mengingat ceritamu. Saat itu kita sedang melihat-lihat baju di salah satu toko. Kita sedang berbincang tentang seragam kerja.

“Baju seragamku juga ada yang warnanya mirip kayak baju kamu hari ini. Biru muda. Eh bukan hanya mirip deh. Sepertinya emang seperti ini warnanya.” katamu.

Langsung saja kutanggapi perkataanmu,”Aku kan juga pegawai perusahaanmu!” kita pun tertawa bersama.

Iya benar, seragam biru pada kalender ini adalah seragam biru yang kita bicarakan waktu itu. Iya, mirip sekali dengan baju biru mudaku! Aku pun menatap lama seragam biru muda pada kalender itu. Orang-orang yang mengenakan seragam itu tersenyum. Aku tidak mengenal mereka, namun aku pun turut tersenyum.

Urusanku sudah selesai. Aku juga sudah puas melihat-lihat foto dalam kalender. Aku pun pulang. Sebelum meninggalkan gedung, aku membaca sebuah pengumuman yang ditempel di dinding. Pengumuan itu berisikan informasi tentang cara memulihkan password akun bila klien lupa.

Mereka mengatakan bahwa kita tidak perlu datang langsung ke perusahaan hanya untuk mengganti password. Kita cukup menghubungi call centre saja.

Membaca tulisan call centre membuat aku mengingat ceritamu lagi. Aku ingat betul bagaimana kamu bercerita saat itu. Kamu begitu antusias dan semangat berbagi cerita. Apalagi saat membahas tentang pengalamanmu menjadi call centre dan berhadapan dengan klien yang sok tahu.

“Mereka telfon ke call centre cuma mau membuktikan bahwa apa yang diketahui adalah benar adanya. Makanya, mereka nggak akan mau dengerin apapun yang aku kasih tau.” katamu. Kamu bercerita dengan mimik wajah kesal.

“Oh iya, temenku ada yang sakit telinga karena terlalu lama di bagian call centre. Kasihan deh.” kamu menambahkan.

Seperti biasa, aku selalu senang mendengar ceritamu. Kamu pandai bercerita. Berkatmu, aku bisa membayangkan betapa menjengkelkan klien yang kamu maksud itu :’)

Setelah membaca pengumuman itu, aku segera memotretnya menggunakan kamera gawaiku. Jaga-jaga saja, siapa tahu kelak aku lupa password akunku.

Jantungku tidak berhenti berdegup kencang selama berada di gedung ini. Aku tidak memiliki cerita apa-apa di sini. Namun, karena ceritamu, aku merasa akrab berada di sini. Semua terasa nyata seperti aku menyaksikannya sendiri. Ah, sedang memikirkan apa aku ini. Aku menarik napas panjang dan menghembuskannya kembali. Seketika, hatiku terasa hangat sekali. Ceritamu ternyata benar-benar sudah menyentuh hati.

Advertisements

12 thoughts on “Cerita Kala Itu

  1. Wkwkwk kalau lupa “passwordnya” bisa aku bantuin jg kok mba, selain sama “temennya”

    Ternyata dunia sempit yaa, mungkin temennya mba shinta juga saya kenal xD

    Liked by 1 person

    1. Hehe iya mbaa Shintaa, familiar bgt saya walaupun mba Shinta nulisnya udh sedemikian rupa hehe.

      Kalau pendidikannya aku lulus 2013 mbaak, tp kalau tmt kerjanya aku angkatan 2014, temannya mba shintaa angkatan brpp?

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s