Kalau kamu mendengar kata berjuang, tak perlulah kamu mengira berjuang itu hanya untuk hal-hal besar yang hasilnya pasti terlihat oleh mata. Tak perlu juga kamu merasa berjuang adalah hanya untuk orang-orang pemberani. Kegiatan berjuang itu sangat dekat dengan kita. Apakah kamu tahu definisi berjuang? Berjuang adalah berusaha sekuat tenaga terhadap sesuatu. Berjuang adalah berusaha penuh dengan kesukaran dan bahaya. Bagaimana? Bukankah kita sudah melakukan semua itu setiap hari? Iya, kita sudah berjuang. Dan kita lupa berterima kasih. Pada diri.

Ini adalah cerita tentang kamu yang tak ingin namanya disebutkan. Tulisan ini adalah tentang perjuangan yang sudah kamu lakukan. Mungkin kamu tidak menyadari usaha apa yang sudah dilakukan. Aku tahu. Aku akan mengingatkan.

Kenyataan yang Mengkhianati Harapan

Saat kali pertama mengetahui kenyataan itu, aku sudah melihat sebuah perjuangan di sana. Kamu telah berjuang. Kamu yang senang memendam semuanya sendiri dengan rela berbagi cerita. Kamu yang tahu betul, kamu tak akan bisa sendirian bila ada masalah besar datang. Kamu mendatangiku untuk sekadar menghabiskan malam lara bersama.

“Gue sebenarnya mau jalan kaki aja di luar sana. Tapi, gue tahu apa yang akan dilakukan di luar kalau keadaan lagi nggak beres gini. Gue sebenernya maunya sendirian aja di kamar. Tapi, rasa putus asa terlalu menguasai diri gue. Gue takut ngelakuin hal-hal mengerikan. Makanya, gue datengin elo. Lebih baik gue di sini aja sama lo.” ia bercerita sambil terisak.

Aku memilih diam mendengarkan. Biarkan ia luapkan kegelisahan dan rasa sedihnya melalui tangisan.

Ketika kenyataan begitu pahit. Kakimu terasa lemas dan tak sanggup berdiri. Hatimu begitu sakit seperti dihujam belati. Jantungmu berdegup kencang. Tanganmu bergetar. Dunia terasa samar. Kamu hanya melihat dirimu sendiri yang sedang terduduk dengan luka yang tak berdarah. Namun, kamu masih bisa duduk tenang, tidak berteriak, dan terus menangis. Kamu juga masih bisa berbagi duka denganku. Kamu tidak berduka sendirian. Saat itu, kamu telah berjuang.

Kehidupan Tidak Akan Menunggumu

Seperti biasa. Meskipun keadaan kamu belum begitu baik, kehidupan tetap berjalan. Setuju atau tidak, kamu tetap harus menjalani peranmu. Dalam keadaan terluka, kamu masih bisa menggunakan akal dengan baik. Kamu tahu, sulitnya keadaan tidak membuat kewajiban berhenti sejenak. Kewajiban tetaplah kewajiban. Yang harus dibayar dengan tanggung jawab.

Kamu menyambut pagi dengan senyuman. Kamu makan dengan lahap. Kamu menjalani aktivitas dengan suka cita. Orang-orang mungkin tertipu. Mereka menyangka kamu baik-baik saja. Sebenarnya tidak, masih ada luka yang masih basah di dalam dirimu. Kenyataan tidak seperti itu, lidahmu mati rasa. Semua rasa terasa hampa. Kamu tidak bisa merasakan semua rasa masakan itu dengan baik. Kamu tidak nafsu makan. Tetapi, tubuhmu memiliki hak untuk makan. Kamu sadar itu dan kamu tetap makan.

Ketika keadaan diri sedang tidak baik. Namun kamu sadar tentang peran, kewajiban, dan hak diri. Kamu pun tetap menjalani hari dengan baik. Saat itu, kamu telah berjuang.

***

Untuk kamu yang ingin identitasnya dirahasiakan. Kamu menunggu tulisanku ini, kan? Tulisan ini khusus untuk kamu. Kamu telah berjuang, sungguh. Peluk dirimu dengan pelukan yang paling hangat. Ucapkan terima kasih pada dirimu sendiri dengan ucapan yang paling tulus. Berikan tepukan bersahabat pada bahumu sebagai tepukan penyemangat. Dirimu sudah melakukan yang paling baik. Dirimu sudah berusaha sekuat tenaga menghadapi rasa sakit. Dirimu sudah berjuang 🙂 Kudoakan, semoga waktu segera menyembuhkan lukamu. Semoga Allah selalu menguatkanmu. Tetap kuat ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s