Lagi-lagi kamu memberikan kejutan pagi. Jika dahulu satu buah gamis berwana merah muda. Kali ini, satu buah gamis berwarna hijau muda, kamu selipkan diantara buku dan kue moci. “Mamaku memberikan moci untukmu, bukunya kamu pinjam saja dulu, dan itu gamis untuk kamu.” katamu. Seperti biasa, kamu bisa menyelipkan dakwah dengan cara yang menyenangkan.

Melihat apa yang kamu lakukan untukku, aku semakin menyadari nasihat yang Ustadz Adi Hidayat katakan. Saat itu, Ustadz meluruskan perihal yang keliru. Kata salah satu jamaah kajian, dakwah itu hanya tugas seorang ustadz. Dengan kalimat yang nyaman didengar dan tidak menyakiti, Ustadz pun menjelaskan. Katanya, penceramah memang sebuah profesi. Namun, tentang berdakwah, hal itu adalah tugas setiap muslim. Sebab, dakwah bukan tentang seberapa banyak ayat yang kita hafal atau seberapa banyak ayat yang kita kaji. Dakwah adalah tentang bagaimana kita menunjukkan sifat-sifat seorang muslim dalam menjalani hari. Sehingga ada kebermanfaatan yang orang sekitar rasakan.

Pada kalimat penutup, Ustadz Adi mengingatkan bahwa kita bisa memperkenalkan indahnya Islam dalam kehidupan sehari-hari. Berlaku jujur dan amanah dalam bekerja, misalnya. Bukankah keduanya adalah sifat yang Rasul ajarkan kepada umatnya? Kita bisa berdakwah dengan cara yang sederhana namun bermakna. Dari kejutan pagi yang sahabatku berikan, aku sadar, ia berdakwah dengan caranya sendiri. Dan hal tersebut benar-benar menyentuh hati.

Nunu, ia adalah sahabatku yang memberi kejutan pagi itu. Teman perjalananku belajar tentang Islam dan memperbaiki diri. Kami senang berdiskusi tentang hal-hal ‘serius’. Aku ingat betul topik pertama yang kami diskusikan adalah bagaimana cara muslimah berpakaian. Saat itu kami masih berkuliah. Upaya yang kami lakukan pertama kali adalah membiasakan diri menggunakan rok saat di kampus. Alhamdulillah, nyaman sekali.

Nunu selalu senang berbagi. Ia sering memberi hadiah kepadaku. Entah itu jilbab, gamis, atau buku. Dan aku terharu. Allah begitu tahu kalau aku sedang haus akan ilmu dan ingin sekali memperbaiki diri. Melalui Nunu, Allah memudahkan jalanku. Ternyata ‘berbagi’ juga bisa menjadi jalan dakwah yang kita pilih. Nunu mengenalkan indahnya Islam melalui ‘berbagi’. Berkat Nunu, aku pun menjadi tahu nyamannya menggunakan gamis dan jilbab yang menutup dada. Berkat Nunu pula, ilmuku bertambah melalui buku. Nunu selalu mampu menyentuh hati, tanpa pernah menyakiti.

Ada banyak jalan dakwah. Setiap kita berkewajiban memperkenalkan Islam dengan cara yang indah. Seperti kejutan pagi ini. Sebuah gamis, buku, dan kue moci yang kamu beri. Kasih sayang, perhatian dan kemurahan hati mampu masuk ke dalam relung hati. Aku akan menggunakan gamis dengan senang hati. Bukankah ini adalah pakaian muslimah yang kita bicarakan dahulu sekali? Tanpa kamu sadari, kamu berdakwah tentang pakaian muslimah, sahabatku. Dan aku sama sekali tidak merasa digurui. Terima kasih, Nunu. Terima kasih telah menjadi teman perjalanan memperbaiki diri 🙂

***

Ada tulisan dr. Davrina Rianda di Instagram yang aku sukai,“Bahwa dakwah tidak hanya tentang menjadi ‘guru’, tetapi juga menjadi ‘teman’ dalam perjalanan memperbaiki diri. Dakwah tidak hanya tentang mengajari, tetapi juga menempatkan diri pada ‘kaki’ orang lain sehingga pesan yang disampaikan lebih pas untuk menggerakkan dan menyentuh hati.”

“Pertama kali aku merasa, dengan berbagai nikmat ‘dibimbing’ oleh teman-teman shalih yang kita terima, kita punya tanggung jawab untuk melakukan hal yang sama kepada teman lainnya. Mungkin, kita punya poin tersendiri, karena melewati proses hijrah: kita paham bagaimana pesan kebaikan itu bisa menyentuh hati, tanpa menyakiti. Kita paham, betapa beratnya, kita paham betapa nikmat setelahnya. Dan betul, adanya, “Sampaikan meskipun hanya satu ayat :).”

Advertisements

4 thoughts on “Dakwah dengan Caranya Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s