Setiap orang memandang persoalan berbeda-beda.
Ada yang membutuhkan penjelasan, ada juga yang tidak.

Dari hasil ‘ngobrol’ bersama seseorang yang tidak membutuhkan penjelasan,
Ia akan memutuskan sesuatu setelah melakukan pengamatan.
Bila teman berbuat baik, ia akan berlaku lebih baik.
Bila teman berbuat jahat, ia akan meninggalkannya.
Ia tidak membutuhkan penjelasan melalui lisan atau tulisan.
Jadi, jangan heran bila seseorang akan segera pergi tanpa kata setelah dikecewakan.
Pada fase itu, bisa jadi ia sangat kecewa.

Dari hasil ‘ngobrol’ bersama seseorang yang membutuhkan penjelasan,
Ia tidak akan pernah merasa cukup memutuskan sesuatu hanya dari pengamatan.
Ia menganggap penting suatu hubungan.
Ia menganggap penting sebuah komunikasi.
Apa-apa yang tidak dikatakan tidak akan memberikan kesepakatan, kan? Jadi, jangan heran bila ia mengkonfirmasi ulang sebuah ketidakjelasan.
Sebab, baginya, hal itu adalah langkah awal untuk memutus penantian yang berkepanjangan.

***

Apapun tipe orangnya, dalam sebuah hubungan, komunikasi tetaplah perihal penting. Kita tidak bisa membaca pikiran setiap orang. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah bicara.

Hal yang paling menyakitkan sesungguhnya bukanlah mendapat kenyataan tidak menyenangkan. Melainkan, tidak dihargai oleh teman. Dalam pertemanan, saling terbuka dan jujur bukankah cara kita menghargai teman? Bukankah keduanya adalah modal untuk ‘menjelaskan’?

5 thoughts on “Penjelasan

Leave a Reply to eL-ghiyats Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s