Seni selalu memiliki tempat khusus dalam diriku. Tiap kali berinteraksi dengan seni, selalu ada perasaan membuncah dihati. Perasaan nyaman dan senang. Maka, aku selalu setuju dengan istilah tidak pernah ada yang salah dengan seni. Bersama seni kesalahan pun tetap bisa menghasilkan karya yang indah.

Aku tahu bakat tidak sepenuhnya menjadi faktor penentu karya seseorang. Jadi, jika saat ini kamu pandai menggambar dan melukis, bisa jadi itu karena memang ketekunanmu sendiri. Kamu pasti senang berlatih, berlatih, dan berlatih. Kalau aku, berlatih pun tidak. Jadi, wajar sekali kemampuan menggambar hanya sebatas dua buah gunung, matahari di tengah, dua awan di atas, dan beberapa persawahan di bawahnya 😂

Menyanyi

Saat sekolah dasar dulu, aku pernah beberapa kali lomba bernyanyi lagu wajib mewakili sekolah. Meskipun tidak pernah peringkat satu, mendapat peringkat ke dua membuktikan kepada diriku sendiri bahwa suaraku tidak begitu jelek-jelek banget. Kemampuan bernyanyiku memang lumayan sering diasah. Hal itu terjadi karena hobi ibuku adalah karaokean di rumah. Jadi, jika ibu senang karaokean, normalnya, sebagai anak pasti termotivasi untuk melakukannya juga kan? Pengalaman memang berperan penting dalam meningkatkan bakat dan kemampuan seseorang, ya.

Membuat scrapbook

Aku tidak ingat sejak kapan. Yang jelas, saat sekolah menengah atas aku senang melakukan uji coba membuat prakarya. Saat itu, aku sedang gencar membuat scrapbook. Cara membuatnya sebenarnya tidak begitu sulit. Kamu hanya perlu mengumpulkan niat yang besar untuk mengumpulkan foto-foto lama. Lalu, foto tersebut dicetak dan kemudian digunting sesuai keinginan.

Supaya semakin enak dipandang, dulu, aku senang menghias scrapbook dengan tulisan dan beberapa kertas origami. Dan beberapa pita untuk mempermanis karya tersebut. Hasilnya lumayan bagus. Hobi ini dulu kugunakan untuk membuat kado teman. Teman senang dan aku pun riang.

Sejak saat itu aku tahu, membuat scrapbook tidak membutuhkan keahlian khusus. Kita hanya perlu niat yang besar, keuletan dan kesabaran. Aku dulu pernah membakar sedikit pinggiran kertas dengan menggunakan api. Tujuannya, supaya motif bakaran tersebut memberikan kesan unik pada kertas.

Aku juga pernah memotong dan membolongkan lebih dari 20 kertas untuk dijadikan buku secara manual. Alasannya sederhana, aku ingin motif yang berbeda pada setiap halaman hahaha ribet ya? Tidak juga. Niat yang besar terkadang melupakan logika. Niat yang besar terkadang bisa mendobrak batas kemampuan kita. Ternyata, kita mampu lho bila kita mau.

Menggambar

Aku belum bisa menggambar. Menggambar satu manusia utuh pun belum bisa. Goresan pensilnya masih terlihat sangat kaku. Beberapa tahun yang lalu, aku pernah mencoba membuat gambar naruto untuk adikku. Ternyata bisa. Meskipun tidak begitu bagus, gambar tersebut berhasil terlihat seperti naruto. Dari pengalaman itu aku menjadi tahu bahwa setiap orang sebenarnya bisa menggambar. Kita hanya perlu berlatih lebih banyak.

Aku senang membuat karya seni. Aku juga selalu menjadi pengagum seni. Aku mengagumi mereka yang memiliki suara bagus. Aku mengagumi mereka yang pandai bermain alat musik. Aku mengagumi mereka yang mampu menggambar dan melukis. Aku betah berlama-lama mengamati mereka melakukan bakat-bakat itu. Aku betah berlama-lama mengamati karya mereka. Aku juga tak sungkan memuji karya-karya mereka.

Karya yang luar biasa bukan hasil dari bakat yang sudah di bawa sejak lahir. Ada perjuangan keras yang menyertainya. Mereka pasti telah melalui hari-hari berat untuk terus berlatih. Mereka pasti telah melakukan apresiasi diri berulang kali hingga akhirnya menghasilkan karya yang begitu mengagumkan.

***

Tulisan ini terinspirasi dari adikku yang sedang mencoba berkarya lagi. Mengalahkan rasa takut memang tidak mudah. Sebab, ada banyak sekali pembanding yang lebih bagus dan lebih luar biasa. Tetapi, pada karya setiap orang pasti memiliki keistimewaan tersendiri. Setiap orang memiliki ciri khas tersendiri. Jadi, berkarya saja yang banyak. Sebab, kamu tidak tahu, karyamu yang ke berapa, mampu menginspirasi orang lain. Kamu tidak tahu, karyamu yang mana, mampu membuat orang lain bahagia.

Seperti aku ini, berkatmu, aku jadi termotivasi untuk belajar menggambar lagi.

Seperti aku ini, aku mengagumi karya-karyamu. Bahkan untuk setiap kesalahan yang kamu lakukan, aku tetap mengagumimu. Karena kamu, telah mengalahkan rasa takut dan memilih maju 😍👍

Advertisements

13 thoughts on “Pengagum Seni

  1. Me too! Lin juga penikmat seni sih, walau sebetulnya jarang bisa menginterpretasikan suatu karya. Yang jelas, bagi Lin nggak ada seni yang buruk. Kalaupun ada, sepertinya masih buruk gambar Lin karena Lin nggak minat menggambar. 😂

    Kalau Kak Shinta suka nyanyi, Lin malah senang main alat musik dibanding nyanyi. Yah, walaupun sebenarnya bisa nyanyi sih, tapi masih enakan main alat musik. 😄

    By the way, Lin juga suka bikin scrapbook. 😆 Benar kata Kak Shinta kalau kita melakukan sesuatu yang kita nikmati, bagian yang sulit nggak bakal terasa sama sekali. 😃

    Like

  2. Hahaha, Lin. Gambar Lin pun aku rasa bukan hal yang buruk. Sebab, gambar itu pun tercipta dari pemikiran-pemikiran Lin yang super keren kaaaan. Jadi, gambar itu juga bermakna ♥

    Wih, kereeeen. Lin bisa main alat musik apa? Hayuk, kalau ketemu nanti, kita bisa nyanyi bareng. Lin main musik, aku yang nyanyi 😀

    Lin bikin scrapbook untuk koleksi pribadi atau untuk teman? Boleh banget aku liat karya-karya Lin hihi kalau aku, belum pernah bikin scrapbook untuk diri sendiri. Jadi, di rumah nggak ada karya aku sama sekali 😂

    Liked by 1 person

    1. Ahaha. 😂 Bener juga, sih, Kak. Kadang Lin suka takjub aja sama orang yang jago gambar. Sahabat Lin aja jago banget menggambar, jadi kalau ada tugas gambar-gambar Lin alihkan ke dia karena Lin males. Bukannya nggak mau nyoba sih, tapi memang nggak minat dari sananya. Setidaknya, Lin bisa hand lettering. 😂

      Beberapa, tapi dua di antaranya keyboard dan biola. 😂 Yah, walau nggak jago tapi setidaknya bisa main. Fokus Lin sekarang lagi di biola. Sekarang lagi belajar main gitar. 😃

      Waduh, buat hadiah, Kak. 😂 Lin nggak pernah bikin buat Lin sendiri, tapi rencananya buku Lin yang baru ini mau disulap jadi scrapbook sekaligus jurnal. 😂

      Jadi pengen ketemuan dengan Kak Shinta. 😆😆

      Like

      1. Ternyata penikmat seni nggak melulu minat melakukannya yaaaa. Mungkin, aku semangat coba karena minatnya cukup besar, Lin wkwk yasudah nggak apa-apa. Paling nggak, lin bisa hand lettering kan 😝

        Wih hebaaaat. Lin memang ikut ekskul musik atau belajar sendiri? Seandainya ada kesempatan, aku pingin banget bisa main gitar :’) kamu udah bisa kah? Aku pernah coba, tapi jari-jari sakit, terus berhenti haha

        Hmm sama kayak aku. Sepertinya kita harus agendakan bikin scrapbook untuk diri sendiri, Lin. Semacam rekam jejak mini misalnya 😁 dilanjutkan itu pembuatan bukumu yaaaa

        Kamu di Pontianak ya? Aku di Depok, Jawa Barat. Semoga kita bisa saling berkunjung 😊😍

        Like

      2. Tepat! Hihihi. 😆

        Semua instrumen Lin pelajari sendiri, Kak, soalnya di keluarga Lin yang minat musik dan seni cuma Lin. 😃 Kalau gitar, Lin cuma bisa beberapa kunci dasar aja. Masih agak kaku buat mindahinnya karena jarak peletakkan jarinya ternyata lebih jauh daripada biola. Terus, Lin suka beralih ke biola karena menurut Lin lebih asik biola. 😂

        Sakit belajar gitar sama, kok, dengan belajar biola, Kak. Jari Lin sempat diperban beberapa hari karena luka pas belajar biola, eh pas belajar gitar udah kebal. 😅 Intinya, kalau belajar instrumen senar, jarinya harus siap terluka dulu. Kalau udah luka, nanti kebal sendiri, kok. 😂

        Puji Tunan, lagi on progress, Kak. 😃 Masih nunggu satu momen lagi sebelum print foto polaroid buat ditempel.

        Amin 🙏 Semoga saja kita ketemuan pada suatu saat di hari yang baik nanti. 😃

        Liked by 1 person

      3. Tekadmu belajar alat musik besar sekali, Lin. I’m proud of you ♥ Oh gitu, Lin masih sering main biola kah? Kalau iya, bikin channel youtube dong. Kan bisa jadi penyemangat bagi pengagum seni yang mau belajar biola hihi

        Yaampun sampai terluka kah? Hmm berawal dari lecet dan kemudian kapalan kali ya, Lin. Temenku pernah bilang, kita harus kapalan dulu hingga akhirnya bisa main senar senaran haha

        Wah, keren Lin! Aku juga bersegera deh bikin scrapbook juga. Nanti boleh banget kita sharing hasil bikinan kita yaaaaaa.

        Aamiin. Kutunggu hari itu, Lin. Kamu fokus belajar untuk UN dulu aja kali ya, semoga setelah itu kita bisa berjumpa 😘

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s