Pada setiap perkara, kita akan diberikan begitu banyak pilihan untuk setiap kesempatan. Pilihan yang memang datang sendiri pada skenario kehidupan. Atau pilihan yang memang kita cari tahu sendiri.

Pada pilihan yang kita cari tahu sendiri, seringkali kita menemukan orang bersikap egois namun beralasan ‘setiap orang berhak mendapatkan yang terbaik’. Mendengarnya sungguh ironis. Kenyataan menunjukkan bahwa sikap egois seringkali melukai perasaan orang lain. Kita begitu gigih mengutamakan diri sendiri hingga terlupa bagaimana keadaan orang lain. Kita lupa melontarkan pertanyaan ini pada diri sendiri,“Atas pilihan dan keputusanku ini, adakah hati yang tersakiti?”

Beberapa orang berkata, kita harus bertahan pada kehidupan yang keras ini. Kita harus menyadari setiap orang tidak sama seperti diri kita. Tidak semua orang berbuat baik seperti yang kita lakukan. Jadi, adaptasilah pada kehidupan yang keras ini. Tidak ada yang benar-benar tulus seperti itu.

Meskipun hati begitu menolak keras atas pernyataan itu, aku memilih untuk mendengarkan saja. Aku tahu, berdiskusi dengan dia yang tidak memiliki nilai dan tujuan sama adalah sia-sia. Sebab, tidak akan ada kesepakatan. Hal itu wajar. Tentang nilai dan tujuan memang tidak akan pernah bisa dipaksakan.

**

Setiap Orang Berhak Mendapatkan yang Terbaik

Aku setuju dengan pernyataan di atas. Allah telah berjanji, setiap hal telah berpasang-pasangan. Yang baik akan berpasangan dengan yang baik, begitu juga sebaliknya. Maka, agar janji Allah terjadi, kita pun harus mengusahakannya.

Berusaha mendapatkan yang terbaik bukan berarti hanya memikirkan diri sendiri. ‘Selalu ada cara’ memilih sikap untuk kebaikan bersama. ‘Selalu ada cara’ memilih tanpa menyakiti sesama. ‘Selalu ada cara’ membuat keputusan tanpa membuat luka. Aku yakin setiap orang bisa memilih ‘cara’ itu. Aku yakin setiap orang tahu bawa ‘cara’ itu adalah baik. Aku tahu setiap orang memiliki hati yang tulus untuk selalu peka pada setiap ‘cara yang benar’. Hanya saja, semua tergantung setiap orang. Mau atau tidak mengambil cara itu.

Berdasarkan pengalamanku, ketika memutuskan mengambil cara yang baik, jangan pernah berharap apa-apa atas keputusan itu. Tugas kita berakhir ketika selesai melakukan perbuatan baik. Dampak setelahnya adalah urusan Allah.

Jangan membuat pengharapan berdasarkan nilai dan tujuan kita. Jangan berharap pada manusia. Labuhkan harapan kita hanya pada Allah. Hanya dengan cara itu, kita melindungi hati ini agar tidak terluka dan kecewa. Hanya dengan cara itu, hati kita akan terjaga dan tetap bahagia.

Bertahan pada Kehidupan yang Keras

Seseorang mengatakan,“Ketulusan tidak pernah salah. Yang salah adalah memberikan ketulusan pada orang orang yang salah.”

Inti dari kalimat itu sebenarnya, Ia ingin mengingatkanku. Jangan pernah menyesal telah melakukan segala hal menggunakan hati. Jangan pernah menyesal telah melakukan perbuatan dengan dengan tulus. Meskipun perlakuan yang didapat tidak begitu baik, bahkan buruk, tak apa. Kamu melakukan itu bukan untuk mendapatkan hal baik dari orang lain, kan? Kamu melakukan itu, karena hanya dengan cara itu hati dan pikiranmu merasa nyaman. Hanya dengan perbuatan seperti itu hati dan pikiranmu merasa bahagia.

Bertahan pada kehidupan yang keras bukan berarti kita harus bersikap keras. Hingga saat ini, yang aku yakini, jangan sampai rasa sakit merubah diri sendiri menjadi lebih buruk. Melakukan hal yang sama hanya karena ia melakukan hal tidak baik, hanya akan melukai hati kita sendiri.

Yang tidak boleh dilupa, hal baik akan mendatangkan hal baik. Jika tidak hari ini, mungkin esok. Jika tidak esok, mungkin lusa. Jika tidak lusa, mungkin suatu saat. Saat-saat itu pasti akan datang. Yakin, Allah Maha Baik akan mendatangkan hal baik pada waktu dan saat yang tepat 🙂

Satu hal lagi yang tidak boleh dilupa, hal baik tidak akan datang dari seseorang atau hal yang sama. Bisa jadi hal baik itu datang dari orang lain atau tempat lain. Bukankah, kebaikan itu begitu luas? Bukankah kebaikan itu bisa datang dari banyak hal? Bukankah kebaikan itu bisa datang dari mana saja?

**

Kita selalu berhak mendapatkan yang terbaik. Dalam mengusahakannya, semoga kita tak lupa bahwa setiap pilihan dan keputusan yang diambil, akan memberikan dampak pada kehidupan orang lain. Jika kebaikan bersama bisa kita dapatkan, mengapa harus ada orang lain yang dikorbankan?

Advertisements

2 thoughts on “Mengusahakan Kebaikan Bersama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s