Sejak dua bulan lalu, saya mengikuti beberapa kali kajian kemuslimahan yang diadakan oleh Masjid UI. Materi kajiannya disampaikan oleh ibu-ibu yang pandai namun seru. Seru? Iya, jadi kajiannya seperti sharing session saja. Yang mendengarkan jadi senang dan tidak mengantuk. Materinya tentang perempuan seperti, fiqih wanita, kelas kepribadian, kelas pengembangan diri, dan masih banyak yang lainnya.

Kajiannya diadakan setiap Hari Rabu pukul 16.00. Jadi, kalau teman-teman sedang ada di Depok dan ada waktu luang, boleh sekali mencoba kajian kemuslimahan di UI 🙂

Pada postingan ini saya ingin berbagi materi yang disampaikan Ibu Riani Rachmawati. Beliau adalah Direktur Sumber Daya Manusia UI. Beliau itu asik banget ngobrolnya. Yang mendengarkan tidak merasa seperti diceramahi. Beliau seperti ngobrol biasa saja. Wajah yang ramah dan suara yang bersahabat membuat saya tidak ingin ketinggalan materinya bahkan satu detik pun.

Materi kemarin yang beliau sampaikan adalah tentang manajemen diri. Di awal membawakan materi, ia mengajukan satu pertanyaan untuk kami,“Menurut kalian pemimpin yang baik itu seperti apa?” Dan ruangan masjid pun penuh dengan jawaban-jawaban. Jawaban yang hampir seluruhnya menggambarkan pemimpin itu manusia harus serba baik yang tidak boleh melakukan kesalahan. Lalu Ibu Riani menanggapi sambil tersenyum,“Jadi, pemimpin itu manusia super ya?” Dalam hati saya pun segera mengiyakan jawaban Ibu Riani. Kita seringkali menuntut pemimpin harus begini begitu sesuai definisi sempurna versi kita, namun terlupa bahwa pemimpin adalah manusia biasa. Sama seperti kita. Jadi, jika kita sering berbuat salah, apakah pemimpin tidak boleh melakukannya?

Pemimpin itu hanya manusia biasa. Pasti membuat salah. Namun, yang perlu dilihat, bagaimana ia bersikap ketika jatuh. Bagaimana ia bersikap ketika ia gagal. Bagaimana ia bersikap ketika ia melakukan kesalahan. Bagaimana ia memanajemen dirinya? Ibu Riani menjelaskan pandangannya. Lagi-lagi saya menganggukkan kepala dan mengiyakan dalam hati. Sudah kali ke berapa kita khilaf memerhatikan, sudah berapa banyak pemimpin telah meminta maaf dan berusaha bertanggung jawab atas perbuatannya. Namun, kita enggan memaafkan. Hanya karena perbuatan ia di masa lalu tidak sesuai dengan definisi baik ‘versi kita’. Ah, rupanya kita benar-benar terlalu egois.

Pemimpin erat kaitannya dengan manajemen diri. Kita tak akan bisa menjadi pemimpin bila belum mengenal diri kita. Kita tak akan bisa menjadi pemimpin bila belum mampu mengatur diri kita sendiri. Siapapun tak akan bisa menjadi pemimpin bila ia masih terlalu bingung mengurus dirinya sendiri.

Pemimpin tidak hanya tentang seseorang yang memimpin banyak orang. Pemimpin juga tidak hanya tentang bagaimana seseorang memimpin sebuah keluarga atau organisasi. Kita adalah pemimpin untuk diri sendiri. Setiap jiwa bertanggung jawab untuk dirinya sendiri. Bukankah di akhirat kelak kita harus mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah dilakukan di dunia ini?

***

Mengetahui bahwa manajemen diri sangat penting bagi setiap individu, maka saya akan berbagi beberapa poin penting yang disampaikan Ibu Riani terkait materi ini.

Melihat Sesuatu dari Kaca Mata Iman

Tanpa kita sadari, keimanan akan membuat seseorang terhindar dari sikap egois. Sebab, kita sadar betul hakikat hidup di dunia ini. Bahwa apapun yang kita lakukan tanpa adanya kebermanfaatan bagi orang lain adalah sia-sia. Apapun kebaikan yang kita lakukan, namun kebaikan tersebut tidak dirasakan oleh orang-orang terdekat adalah sia-sia. Memudahkan urusan orang lain adalah bentuk usaha agar Allah pun memudahkan urusan kita.

Pada akhirnya, segala hal yang kita lakukan memang hanya berharap Ridho Allah. Kita percaya, keimanan selalu memberikan pencerahan. Keimanan akan membuat kita selalu ingat bahwa perbuatan baik sekecil apapun untuk kepentingan orang banyak tak akan pernah sia-sia. Kita percaya, Allah pasti akan membantu segala urusan kita. Bila Allah yang selalu dituju, adakah alasan kita untuk meragu?

Berpandangan Positif

Karena cara pandang adalah kunci penting dalam menilai sesuatu, maka, penuhilah pikiran kita dengan hal-hal positif. Pikiran yang positif akan melahirkan perbuatan yang positif.

Selain itu, setiap orang berhak memiliki hati dan pikiran yang sehat. Pikiran positif adalah usaha untuk membersihkan hati dan pikiran kita dari hal-hal negatif.

Berpandangan positif juga akan melahirkan inisiatif. Kita akan selalu mencari banyak cara bagaimana memilih dan mengambil keputusan untuk kebaikan bersama. Hati kita tenang dan tidak menyakiti perasaan orang lain. Jangan lupa, cara pandang kita terhadap sesuatu adalah kunci 🙂

Bertanggung jawab untuk diri sendiri

Apapun yang terjadi dalam hidup kita adalah murni atas pilihan kita sendiri. Jadi, bila ada peristiwa tidak menyenangkan terjadi, kita tak perlu mencari kesalahan orang lain. Introspeksi yang banyak, temukan kekeliruannya, dan perbaiki.

Meyakini yang Sudah Terjadi adalah Takdir

Kalau kata Ibu Riani, poin ini yang tidak mudah dilakukan, namun pasti bisa diusahakan 🙂 Beliau juga mengatakan, meyakini takdir akan menyembuhkan luka. Takdir yang Allah berikan tidak akan membuat manusia menderita. Yang membuat menderita adalah cara kita menyikapinya. Bila kita memandang takdir sebagai yang terbaik untuk hidup kita, maka akan ada banyak pelajaran yang dapat diambil.

***

Semoga cara memanajemen diri yang disampaikan Ibu Riani bermanfaat untuk teman-teman. Semangat memanajemen diri, selamat berjuang menjadi pemimpin untuk diri sendiri ya. Jangan takut menjadi pemimpin. Pemimpin itu boleh salah. Pemimpin itu boleh keliru. Namun, yang perlu diperhatikan, bagaimana kita menyikapi kesalahan itu. Bagaimana kita memperbaikinya. Bagaimana cara kita meminta maaf. Semangat! 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Manajemen Diri: Pemimpin Itu Manusia Super?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s