Bagaimanapun kejamnya dunia, jangan pernah menyesal karena telah berbagi kebaikan kepada sesama. Meskipun seringkali berakhir dengan percuma. Karena ternyata, ada banyak kepala yang menggunakan kebaikan orang lain hanya untuk keuntungan dirinya semata.

Dunia memang begini adanya. Semakin kamu menyelam lebih dalam, semakin kamu menemui keberagaman. Maka jangan heran, bila nanti ada dia dan dia yang melakukan perbuatan sungguh tak berperikemanusiaan. Tak perlu merana. Tak perlu membebani pikiran. Biarkan saja.

Rasanya tentu sakit bila kepercayaan yang telah terbangun sejak lama hancur begitu saja hanya karena setiap orang mencari keuntungan dan mengutamakan kepentingannya.

Rasanya tentu sakit bila usaha yang begitu banyak tak pernah dilihat, namun kesalahan sedikit tak pernah dilupa sepanjang masa.

Rasanya tentu tidak nyaman diperlakukan dengan ‘cara yang tak baik’ sedangkan sesungguhnya selalu ada pilihan ‘cara yang baik’ bila memang mau.

Rasanya tentu menyebalkan jika ternyata orang tersebut menganggap perbuatannya adalah hal biasa yang tak perlu dipermasalahkan atau diperdebatkan. Sebab, menurutnya, cara terbaik bertahan pada kehidupan adalah dengan menggunakan ‘caranya’. Kurasa, berdiskusi lebih jauh dengannya adalah percuma. Karena tujuan kita memang sudah tak sama. Maka, biarkan saja. Biarkan ia berjalan di jalannya. Dan kamu pun tetap fokus pada pendirian dan jalanmu.

Jangan pernah menyesal telah berbuat baik hanya karena bertemu dengan dia yang tak baik. Sebab, bagaimana pun dia, kehadirannya pasti untuk memberikan pelajaran. Pelajaran untuk terus berbuat baik ataupun pelajaran agar kita lebih berhati-hati lagi. Proses penerimaannya memang tak mudah. Namun, bersabar saja. Pelan-pelan saja. Ambil saja waktumu. Sembuhkan lukamu. Lalu, melangkah maju.

Jika kebaikanmu terus menerus dimanfaatkan oleh orang lain dan kekuranganmu tak pernah mendapat penerimaan, tetaplah jangan bosan berbuat baik. Kita berbuat baik karena memang butuh menjadi orang baik. Kita berbuat baik bukan untuk memuaskan orang lain. Kita berbuat baik karena Allah menyukai manusia yang berbuat baik.

Jika Allah menjadi tujuan, Insya Allah lebih mudah mengobati hati yang terluka. Jika Allah menjadi tujuan, Insya Allah lebih mudah mengumpulkan semangat dan bangkit kembali. Meskipun luka tetap membekas, dengan mengingat Allah, hati kita akan mendapatkan ketenangan. Yuk, cintai hatimu, cintai pikiranmu, cintai dirimu seutuhnya. Dengan cara apa? Dengan cara tidak mengingat-mengingat perbuatan buruk orang lain dan terus berusaha melakukan kebaikan.

3 thoughts on “Berbagi Kebaikan

    1. Hai, Setiawan! Menurut saya, berkorban yang sifatnya berbagi atau meluangkan, boleh. Namun, berkorban yang sifatnya merugikan dirimu sendiri, jangan.

      Karena prinsipnya, bikin bahagia dan tersenyum diri sendiri dulu, sebelum membahagiakan orang lain.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s