Buku setebal 415 halaman itu akhirnya kutamatkan.

Terima kasih kepada Cindy Adams karena telah memutuskan untuk membuat autobiografi Sukarno. Dengan penulisan seperti ini, membuat biografi tidak terasa membosankan. Aku bahkan merasa seperti Sukarno sendiri yang sedang bercerita. Dan yang paling utama, pembaca menjadi terasa dekat dengan Sukarno.

Membaca kisah hidup Sukarno membangun pengertian baru tentang sebuah perjuangan. Membacanya, juga membangun pemaknaan baru tentang Indonesia. “Aku harus mencintai dan menghargai apapun yang ada di Indonesia ini.” ujarku dalam hati tiap kali membaca kalimat dalam buku ini. Harapan Sukarno tentang pembuatan buku ini sepertinya terkabulkan. Beliau mengatakan,“Harapanku hanyalah, agar buku ini dapat menambah pengertian yang lebih baik tentang Sukarno dan dengan itu menambah pengertian yang lebih baik terhadap Indonesia tercinta.”

Kata-kata Sukarno itu ajaib. Aku dapat membayangkan hebatnya beliau menyatukan rakyat Indonesia 73 tahun yang lalu. Pantaslah seluruh orang bersatu dan berjuang untuk Indonesia. Dahulu, mereka dalam keadaan tertindas, terpuruk, tersakiti, dan terbodohi. Pastilah hati mereka dalam keadaan begitu sedih dan hancur. Sesuatu yang sedih dan hancur tentu akan tersentuh oleh keberanian Sukarno. Aku saja yang hanya membaca kalimat beliau pada buku sangat mengagumi dan menyerahkan harapan kepadanya. Padahal, aku tidak dalam keadaan sulit. Sukarno memang manusia yang Allah pilih untuk Indonesia. Ia mampu mengobarkan semangat, menerangkan mimpi, mendorong cita-cita, dan merusak dinding ketidakmungkinan.

Jika kita masih kesulitan menghargai perjuangan para pahlawan. Jika kita masih kesulitan melihat potensi yang Indonesia miliki. Jika kita masih kesulitan mengerti dan menghargai Indonesia ini. Maka, berhentilah untuk mengkritisi dan mengeluh apa-apa yang Indonesia telah miliki dan capai hingga kini. Karena jika masih saja begitu, kita adalah manusia yang tak tahu diri.

Jangan pernah membanding-bandingkan sesuatu dengan tujuan untuk merendahkan. Dalam hal apapun, membanding-bandingkan bukan dalam rangka perbaikan adalah sangat menjengkelkan.

Adalah bukan apple to apple bila kita membandingkan Indonesia dengan Negeri Barat. Ketika 1945 pun kita memang sudah jauh berbeda dengannya. Saat itu Negeri Barat sudah menjadi negara dewasa yang dengan stabil mengelola negaranya. Sedangkan Indonesia? Saat itu, kita masih menjadi bayi yang baru merangkak dan masih harus banyak belajar. Indonesia masih berjuang mencari jati diri.

Jadi, jika saat ini masih banyak ketinggalan yang Indonesia lakukan bila dibandingkan negara lain, berhentilah untuk mencari-cari kekurangan. Indonesia terus berusaha belajar, tumbuh, dan berkembang. Jika Indonesia saja tidak lelah untuk berproses, mengapa kita sebagai rakyat tidak menghargai proses dan berputus asa?

Akan aku ceritakan sedikit tentang perjuangan indonesia. Semoga setelahnya, pengertianmu tentang Sukarno dan Indonesia menjadi lebih baik.

Indonesia dijajah negara lain sangat lama. Beratus-ratus tahun lamanya. Kekayaan alam kita dicuri oleh perusahaan asing. Harga diri rakyat dihancurkan. Rakyat dibodohi. Tanah Indonesia dihancurkan. Indonesia tidak terlibat, namun kita menjadi pewaris-pewaris para penjajah tidak bertanggung jawab.

Tanpa memiliki pengalaman apapun, Indonesia harus membangun semua dari awal. Bayi yang baru merangkak itu, dipaksa oleh kondisi untuk mengatur negaranya sendiri. Membangun suatu negara bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan keterampilan teknis dan manajerial. Mungkinkah semua itu dapat dimiliki dalam waktu yang singkat? Tidak. Dibutuhkan waktu beberapa generasi untuk memilikinya.

“Memberantas kelaparan memang penting, tetapi memberi jiwa mereka yang telah tertindas dengan sesuatu yang dapat membangkitkan kebanggaan juga penting,” begitu kata Sukarno. Setelah Indonesia merdeka, Indonesia tetap melangkah, tetapi perjalanan waktu tidak bisa dihentikan. Kala itu, Indonesia sedang melawan kelaparan. Ada banyak faktor mengapa rakyat kelaparan. Jika pada masa penjajahan rakyat hanya makan satu kali, setelah merdeka tidak. Kita makan tiga kali sehari. Pertambahan penduduk lebih cepat dibandingkan produksi beras. Pertanian di Indonesia pun belum maju. Rakyat masih belajar untuk bertani dengan teknologi yang lebih maju dan mumpuni.

Saat itu, pendapatan nasional Indonesia juga tidak mencukupi. Indonesia pun harus mencari pinjaman. Ada banyak usaha yang harus dilakukan pemerintah untuk mendapatkan pinjaman dari negara sahabat.

Kelaparan masih sering terjadi dan pendapatan nasional yang tidak mencukupi membuat Indonesia jauh dari kebebasan. Selalu ada pembatasan di setiap bidang. Hal ini bukan karena sistem Indonesia yang salah. Melainkan, karena Indonesia masih dalam proses mewujudkan cita-cita.

Meskipun dalam keadaan terbatas dan jauh dari kebebasan, Sukarno berusaha meningkatkan kepercayaan diri Bangsa Indonesia. Sebab, beliau begitu menyadari, penjajahan yang begitu lama terjadi membentuk kepribadian Bangsa yang rendah diri. Kita tidak percaya diri dan kehilangan jati diri. Sukarno pun melakukan perbaikan infrastruktur seperti, membangun gedung-gedung bertingkat, jembatan berbentuk daun semanggi, dan sebuah jalan raya “superhighway”, Jakarta Bypass. Sukarno meyakini, pengeluaran uang untuk simbol-simbol penting tidak akan sia-sia. Beliau juga meyakini, membuat Bangsa Indonesia bangga terhadap diri sendiri adalah keharusan. Sebab, Sukarno mengerti Bangsa Indonesia sudah terlalu lama kehilangan harga diri.

Indonesia harus menguasai kesadaran diri dan rasa rendah diri. Ia membutuhkan rasa percaya diri. Itulah yang harus kuberikan kepada rakyatku sebelum aku meninggalkan mereka. Saat ini Sukarnolah yang menjadi faktor pemersatu di Indonesia. Setelah kepergianku, satu-satunya perekat yang mempersatukan seluruh kepulauan adalah Kebanggaan Nasional mereka. – Sukarno

Selagi Indonesia berusaha bertumbuh dan berkembang, ujian pun tak henti-hentinya datang. Indonesia dipandang sebelah mata oleh Barat. Apapun kebijakan dan sistem yang Indonesia pilih dianggap tidak akan berhasil. Barat seakan menunggu ketidakberhasilan Indonesia sambil meletakkan kedua tangan di atas pinggang. Barat seakan menatap Indonesia dengan tatapan mengejek sambil memberikan senyum sinis. Mereka merendahkan Indonesia. Kau tahu apa yang Indonesia lakukan mengahadapi hal ini? Indonesia tetap berjuang. Sukarno tetap yakin dengan prinsip yang Indonesia pilih. Prinsip yang sesuai dengan kepribadian Bangsa. Kondisi ini membuatku semakin yakin, bahwa kekuatan paling besar untuk menghadapi apapun adalah yakin dan percaya terhadap kekuatan diri. Dengan begitu, kita akan kuat dan tak mudah tumbang bila ada goncangan dari luar.

Sedikit cerita di atas tentang perjuangan Indonesia dan Sukarno semoga membuka pikiran kita. Semoga membuat pemahaman dan pemikiran tentang Indonesia menjadi lebih baik. Kita mungkin banyak menemukan kekurangan pada tanah air ini yang harus diperbaiki. Namun, jadikanlah kekurangan itu sebagai motivasi. Kita harus semangat memperbaiki mulai dari diri sendiri.

Jalankan peran kita masing-masing. Kita mungkin tahu ada banyak oknum-oknum yang tidak amanah mengemban tugas. Namun, jangan jadikan itu sebagai penghilang semangat diri ini. Jangan terbesit pikiran seperti ini,“Tidak ada harapan untuk Indonesia. Karena pemimpin pun tidak ada yang bisa dipercaya.” Selalu ada harapan untuk orang yang percaya dan menghargai hal-hal kecil.

Terimalah Indonesia apa adanya. Indonesia telah berjuang dan masih terus berjuang. Hargai apa-apa yang telah Indonesia usahakan. Apresiasi semua yang Indonesia telah capai. Perbaiki segala hal yang khilaf Indonesia lakukan. Jadilah sebaik-baiknya warga negara. Jalankan peran rakyat dengan baik. Perbanyaklah melihat kebaikan yang Indonesia lakukan. Banggalah dengan kebudayaan yang Indonesia miliki. Dan bukalah pikiran kita selalu. Sehingga, kita memiliki ruang yang luas dan banyak cermin untuk memandang segala hal dari banyak sudut pandang.

Tetap optimis, karena dunia ini begitu indah dan semerbak. Sebarkan wangi optimisme ke seluruh ruang dan pojok kesedihan agar wanginya bisa merasuk ke jiwa-jiwa yang hampa. – Admin Mentor Kelas C

Selalu ada masa depan yang lebih indah bagi orang-orang yang memiliki hati bersih dan berbaik sangka πŸ™‚


Beberapa tulisan yang sudah kutulis tentang buku karya Cindy Adams ini.

1. Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat (1)

2. Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat (2)

2 thoughts on “Menambah Pengertian Lebih Baik terhadap Indonesia

    1. Saat menulis pun saya terbakar semangat, Mas Seta. Semangat menjalakan peran dgn baik ya masss. Peran menjadi rakyat dan pak guru di sekolah, misalnya πŸ˜€

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s