Menjalin hubungan dengan orang lain memang membutuhkan sifat rela yang besar. Rela berbagi waktu. Rela berbagi kesempatan. Rela berbagi peluang. Rela berbagi banyak hal.

Rela Berbagi waktu. Jika kamu bertanya pada ego, tentu dia tak akan setuju. Untuk apa memberikan waktu yang berharga untuk orang lain. Lebih baik waktu seluruhnya digunakan untuk diri sendiri.

Rela berbagi kesempatan. Jika kamu bertanya pada ego, maka dia tak akan menyetujuinya. Dia tentu akan menyarankan agar seluruh kesempatan kamu gunakan sendiri. Supaya segala keuntungan juga kamu rasakan sendiri.

Rela berbagi peluang. Jika kamu tanyakan lagi pada ego, maka dia tak akan menyetujui idemu itu. Peluang harus digunakan semaksimal mungkin. Dahulukan dirimu sebelum mengurusi tentang orang lain.

Jangan bertanya pada ego.

Tanyakan pada hati nuranimu.

Muslim meyakini, semakin banyak kita berbagi, semakin banyak pula keuntungan yang kita dapatkan.

Hidup bukanlah tentang berapa banyak waktu yang kamu habiskan. Bukan tentang berapa banyak kesempatan yang kamu dapatkan. Bukan juga tentang berapa banyak peluang yang kamu ambil. Hidup bukan tentang berapa banyak keuntungan, kemudahan, dan kelancaran yang kita dapatkan.

Hidup adalah secermat dan sebijak apa kita menggunakan diri ini untuk kebaikan. Hidup adalah tentang bagaimana hubunganmu dengan Allah, hubunganmu dengan manusia, dan hubunganmu dengan lingkungan. Hidup adalah sebesar apa “rasa syukur” dan “menghargai” diri atas segala yang dipunya. Hidup adalah tentang sebesar apa “manfaat” diri untuk orang lain. Hidup adalah sesering apa kamu “memudahkan urusan orang lain”. Hidup adalah sebesar apa “usahamu” melakukan kebaikan. Hidup adalah seberapa “tenang” hati dan pikiran dalam menjalani hari.

Kita harus terus memikirkan sebesar apa peran diri ini untuk orang lain. Bukan sebesar apa peran orang lain untuk hidup kita. Jika setiap orang berpikir seperti ini, alangkah indahnya kehidupan. Karena setiap orang saling berhati-hati dalam bersikap. Setiap orang saling menjaga perasaan orang lain. Jangan sampai diri kita menjadi sebab atas rasa sakit orang lain. Jangan sampai diri ini menjadi sebab atas rasa sedih orang lain.

Karena sesungguhnya segala perbuatan baik yang dilakukan untuk kebaikan orang lain akan berdampak baik terhadap diri kita sendiri.​

Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah swt. sekali-kali tidak menyia-nyiakan ganjaran orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. 11: 115) 

2 thoughts on “Menjalin Hubungan dengan Orang lain: Harus Mau Berbagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s