Saya dahulu sering sekali membeli bubur kacang hijau di abang-abang gerobak dorong yang lewat di depan rumah. Atau mangkal di pinggir jalan. Meskipun saya sangat suka dengan ketan hitam dan kuah santan saja, rasa-rasanya saya belum pernah membeli hanya ketan hitam dan kuah. Entahlah mengapa. Saya tetap membeli satu porsi buatan abangnya yaitu, bubur kacang hijau di campur ketan hitam dan disajikan dengan kuah santan.

Alhamdulillah, dua hari ini saya memiliki niat besar membuat bubur ketan hitam. Niat yang datang tiba-tiba lumayan membuat saya tergerak untuk masak-memasak. Di usia seperti saya ini, harus banyak investasi kebiasaan-kebiasaan baik. Salah satu kebiasaan adalah memasak. Tanpa adanya kebiasaan memasak, mustahil keterampilan memasak saya akan meningkat. Kali ini saya ingin berbagi lagi pengalaman memasak. Saya akan memberitahu hal-hal yang sebaiknya dilakukan agar meminimalisir kegagalan memasak 😀

Seperti biasa, sebelum memasak saya selalu mencari beberapa referensi resep masakan. Aplikasi cookpad sangat membantu untuk kalian yang ingin belajar memasak. Resep yang berbeda-beda akan meluaskan pengetahuan memasak menu yang akan dimasak. Hal ini penting sekali. Dengan memiliki banyak pengetahuan resep dan cara memasak, proses memasak akan lebih mudah dilakukan. Takaran bahan-bahan pun tidak harus mutlak mengikuti resep mereka. Kita cukup mengetahui perbandingannya saja. Nanti tinggal disesuaikan dengan kebutuhan memasak. Kalau saya, saat ini masih memasak dalam porsi kecil.

Memasak Bubur Ketan Hitam

Pengalaman pertama membuat bubur ketan, ada dua kegagalan yang saya lakukan. Pertama, takaran ketan dan air yang tidak sesuai. Ketan terlalu banyak, air yang terlalu sedikit. Kedua, panci yang terlalu kecil. Meskipun ketan sudah terlihat lembut dan kenyal, ternyata ketannya masih belum matang. Sehingga, kemarin saya beberapa kali menuangkan air ke dalam panci agar si ketan matang.

Kemarin, saya juga mendadak tidak ingat tentang rasa bubur ketan abang-abang gerobak dorong. Saya tidak ingat rasa ketan seharusnya manis saja, atau harus ada rasa gurih di dalamnya. Kalau rasa santan, saya sudah yakin bahwa rasanya harus gurih. Akhirnya, setelah bertanya ke mama dan adik tentang rasa ketan hitam, mereka memberi tahu bahwa rasa ketan adalah manis dan gurih. Okay, problem solved!

Hasil akhir  bubur ketan yang saya buat kemarin, bubur ketan kurang matang, kurang manis, dan rasa kuah santannya sudah sesuai (gurih dan enak). Evaluasi dari Yuniar, tekstur ketan kurang lembut. Katanya, kalau bubur ketan abang-abang gerobok dorong, si bubur ketan bisa langsung ditelan tanpa digigit juga tidak apa-apa (?) Hahaha. Baiklah, menjadi catatan untuk saya supaya esok hari membuat bubur ketan lebih baik.

Hari ini saya membuat bubur ketan lagi. Saya hanya menggunakan bahan ketan satu gelas kecil saja dan airnya cukup banyak. Baiklah, saya akan berbagi resep dan cara memasaknya ya.

Bahan membuat bubur ketan hitam:

1. Ketan Hitam satu gelas kecil atau satu cangkir

2. Gula putih (Ukuran sesuai selera, menyukai manis atau tidak)

3. Garam (Ukuran sesuai selera)

4. Lima gelas kecil air putih

5. Setengah gelas kecil tepung maizena yang sudah dilarutkan

6. Dua buah daun pandan

Bahan membuat kuah santan:

1. Satu buah santan kara ukuran kecil

2. Tiga gelas air gelas kecil

3. Satu gelas kecil tepung maizena yang telah dilarutkan

4. Garam (ukuran sesuai selera)

5. Dua buah daun pandan

Cara membuat bubur ketan hitam:

1. Rendam ketan hitam selama dua jam. Agar ketan mudah lunak dan lembut ketika dimasak.

2. Masukkan satu gelas kecil ketan hitam ke dalam panci kecil, lalu tuangkan lima gelas kecil air putih. Diamkan hingga air mendidih.

3. Setelah ketan sudah mulai lunak dan tampak membesar/matang, masukkan gula dan garam. Jangan lupa cek rasa dan cek kematangan ketan. Ketan hitam harus terus diaduk agar tidak gosong. Kurang lebih, ketan akan menjadi bubur dan matang dalam waktu 30 menit.

4. Setelah bubur ketan hitam matang, masukkan daun pandan, tutup panci, dan diamkan selama 10 menit. Tujuannya, supaya tekstur ketan semakin lembut dan lunak.

Cara membuat kuah santan:

1. Masukkan air ke dalam panci hingga mendidih

2. Masukkan santan kara dan dua buah daun pandan (Tujuan pemberian daun pandan adalah supaya bubur ketam hitam harum pandan).

3. Masukkan garam dan cek rasa

4. Angkat kuah santan dan letakkan ke dalam mangkuk.

Hidangkan bubur ketan sesuai selera. Bila menyukai bubur yang hangat, panaskan kuah santan dahulu bila ingin dihidangkan. Namun, bila menyukai makanan dingin, menyimpan bubur ketan hitam dan kuah santan di dalam kulkas dapat menjadi pilihan. Kemarin, Mama dan Yuniar senang sekali saat memakan bubur ketan hitam dalam keadaan dingin. Katanya, lebih enak 😀

Sekian pengalaman saya membuat bubur ketan hitam. Cara membuatnya mudah dan bahannya mudah sekali didapat. Semoga bermanfaat untuk kalian yang berencana membuat bubur ketan 😀

Ini bubur ketan yang mengalami beberapa kegagalan hehe namun, rasanya tetap enak Alhamdulillah. Bubur ketan hari ini belum saya foto. Nanti, Insya Allah saya tambahkan 😉

​​

3 thoughts on “Cerita: Memasak Bubur Ketan Hitam

    1. Waaah, sesama penyuka bubur kacang ijo tp gak pake kacang ijo (?), harus banget bikin ini. Supaya bisa makan ketan sepuasnya! Hehehe bahan dan caranya sederhana banget. Nadya pasti berhasil masaknya 😄 👍

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s