dKSeP6aW97R6t9AT8WDANJDA.jpg
Sisi Belakang Kartu Kuning. Informasi dari kartu tersebut, kalau sudah mendapat pekerjaan, jangan lupa menghubungi pihak pemerintah bagian ketenagakerjaan. Nomornya tertera disana. Jangan lupa ya!


Kemarin, saya ke Balaikota Depok. Ada keperluan membuat Kartu Tanda Pencari Kerja. Kartu tersebut lebih dikenal dengan sebutan Kartu Kuning. Bagi yang belum tahu, kartu kuning adalah satu lembar kartu berwarna putih (loh kok warnanya tidak kuning? Begini, katanya dulu warna kartu tersebut kuning. Sekarang sudah diganti :D) yang isinya biodata, pendidikan terakhir, pengalaman bekerja, dan terdapat nomor kartu kuning. Kita biasanya membutuhkan kartu kuning untuk melengkapi berkas saat melamar kerja di perusahaan milik pemerintah. Padahal, kartu kuning sebenarnya program pemerintah agar setiap warga mudah mendapatkan pekerjaan dan mengurangi jumlah pengangguran. Program pemerintah juga agar mengetahui jumlah warga yang belum mendapat pekerjaan.

Informasi yang saya dapat dari website pemerintah Kota Depok, ternyata kantor pemerintahan setiap daerah bekerja sama dengan beberapa perusahan negeri dan swasta untuk membantu warga untuk mencari pekerjaan. Jadi, nanti warga dihubungi oleh pihak pemerintah kalau ada lowongan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan kita. Nah, melalui data kartu kuning ini nanti tiap warga dihubungi kalau ada lowongan pekerjaan. Itulah manfaatnya mengapa kita harus membuat kartu kuning, agar data kita tercatat oleh pemerintah.

Saya juga baru mengetahui informasi ini. Sebelumnya, saya mengira kartu kuning hanya dibutuhkan untuk melengkapi berkas pendaftaran tes CPNS saja. Entahlah, saya yang kurang update berita atau pemerintah daerah juga kurang sosialisasi tentang kartu kuning ini. Mungkin, kedua alasan itu benar.

Berikut berkas-berkas yang dibutuhkan untuk membuat kartu kuning:

1. Ijazah terakhir (nanti dikembalikan, hanya untuk pendataan saja)

2. KTP (nanti juga dikembalikan)

3. Foto berwarna ukuran 3×4 (dua lembar)

Yang perlu dilakukan di Balaikota Depok:

1. Datang ke gedung ketenagakerjaan. Di sekitar Balaikota ada banyak sekali satpam, dishub, dan tukang kebun. Kalau bingung, jangan sungkan bertanya kepada mereka 🙂

2. Datang ke bagian pelayanan kependudukan. Di dalam ruangan tempat pelayanan Kartu Kuning, ada banyak loket. Disana tidak hanya mengurusi kartu kuning. Semua hal tentang kependudukan (KTP, Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, Surat Pindah, dan lain sebagainya) diurus di ruangan itu juga. Jadi, tidak perlu bingung jika di dalam ruangan ramai sekali. Tanyakan saja pada petugas yang memberikan nomor antrean. Saat saya datang, loket pembuatan Kartu Kuning ada di sisi kiri pintu masuk dan tidak ramai. Jadi, saya bisa langsung menyerahkan syarat berkas-berkas.

3. Mengisi formulir. Formulir berisi tentang biodata, pendidikan terakhir, gaji yang diharapkan, pengalaman bekerja. Format formulirnya kurang lebih sama dengan formulir-formulir saat kita melamar pekerjaan. Namun, lebih singkat.

4. Menunggu Kartu Kuning dibuat (kurang lebih 10 menit saja).

5. Photo Copy kartu untuk dilegalisir. Saya Photo Copy di dekat gedung ketenagakerjaan. Letaknya di sisi kanan gedung, dekat parkiran. Kalau ingin photo copy di luar boleh saja. Tapi, tentunya tidak efektif. Karena akan membutuhkan waktu lebih lama.

6. Legalisir kartu oleh petugas.
Pembuatan Kartu Kuning tidak dikenakan biaya apapun. Biaya dibutuhkan hanya untuk photo copy saja.

Begitu pengalaman saya membuat Kartu Kuning. Membuat Kartu Kuning ternyata mudah dan cepat. Semoga bermanfaat 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s