Hari Minggu kemarin Alhamdulillah dapat melakukan donor darah lagi. Jadwal donor darah sebenarnya 6 Oktober 2017 lalu. Namun, karena pada saat itu sedang mempersiapkan tes CPNS, maka donor darah tidak sempat dilakukan.

Mengapa saya termotivasi untuk donor darah? Faktor utama adalah karena ingin menolong orang lain. Karena bekerja di bidang kesehatan, saya tahu betul banyak orang-orang disekeliling kita yang sangat membutuhkan bantuan darah. Orang yang mengalami kecelakaan, melakukan operasi besar, kanker, dan banyak keadaan lainnya yang mengalami kekurangan darah, membutuhkan pasokan darah dari luar. Dari luar? Iya, pihak luar yang mendonorkan darahnya dengan sukarela.

Ada banyak orang yang membutuhkan bantuan darah dari orang lain. Dan kita bisa membantu mereka. Melalui sumbangan darah kita, yaitu menjadi pendonor darah. Kita seringkali lupa, dibalik tubuh bugar dan sehat yang dimiliki, ada hak orang lain didiri ini. Kita seringkali lupa, dibalik denyut nadi yang dapat kita raba dengan dua telapak jari ini, ternyata dapat menyelamatkan hidup orang lain. Semoga kita tak lagi lupa.

Saat kali pertama datang ke PMI Depok, yang dibayangkan adalah kantor tersebut akan ramai dan banyak orang mengantre. Nyatanya tidak. Saya cukup sedih saat itu. Ruangan untuk donor darah sepi dan hanya ada satu atau dua orang saja. Ternyata minat masyarakat Depok untuk donor darah tidaklah banyak.

Kita dapat mengambil formulir di ruangan bagian ini. Tertulis petunjuk disana, “Pendaftaran”. Oiya, disana juga disediakan bolpoin untuk menulis 🙂


Kemudian, saya mengikuti beberapa prosedur yang ada disana, yaitu mengisi formulir pendaftaran, melakukan beberapa pemeriksaan kesehatan oleh bidan (mengukur tekanan darah, hemoglobin, dll), setelah melakukan pemeriksaan kesehatan dan sedikit wawancara tentang kuesioner di formulir, proses donor darah segera dilakukan.

Karena ini adalah pengalaman kedua saya, wawancara tidak berlangsung lama dan saya diarahkan untuk masuk ke ruangan tindakan.

Tidak seperti pengalaman pertama donor darah, kali ini perasaan saya lebih tenang dan keadaan diri menjadi lebih santai. Jantung tidak berdegup kencang sebagai tanda saya tidak deg-degan. Darah saya mengalir dengan cepat dan kantong darah pun segera penuh. Kantong tersebut dapat menampung darah sebanyak 350 ml. Hanya membutuhkan waktu lima menit saja. Luar biasa cepat jika dibandingkan pengalaman pertama. Dulu, darah saya memenuhi kantong membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit.

Katika darah saya sedang dialirkan ke kantong darah, para pendonor mulai berdatangan. Mereka datang satu persatu. Sehingga ruangan donor darah perlahan terisi oleh beberapa orang. Memang tak banyak, tetapi membuat ruangan donor darah menjadi lebih ramai 😀 Dan saya terkagum-kagum sekaligus terharu. Saya bersyukur diberi kesempatan menjadi pendonor dan bertemu dengan teman-teman pendonor lainnya. Saya bersyukur dapat melihat sisi lain situasi masyarakat. Dibalik ketidaktahuan banyak orang, ada orang-orang yang terketuk hatinya untuk menyumbangkan darahnya. Ada orang-orang yang dengan sukarela meluangkan waktunya untuk menjadi pendonor. Ada orang-orang yang dengan senang hati mempersiapkan dirinya supaya dalam keadaan sehat, demi lulus pemeriksaan kesehatan dan bisa menjadi pendonor. Sisi lain kehidupan masyarakat ini, membuat hati tersentuh. Ternyata masih banyak orang baik disekeliling, tanpa pernah kita tahu dan sadari 🙂

Ada banyak cara untuk menolong orang lain. Pilihlah jalan yang paling kamu sukai dan mudah dilakukan. Melakukan donor darah bisa menjadi salah satu pilihan. Tanpa biaya dan hanya perlu meluangkan sedikit waktu luang kita 😀

Dibalik peliknya kehidupan, sesungguhnya ada hati yang perlu ditentramkan. Yaitu, hati kita sendiri. Menjadi sukarelawan bisa menjadi salah satu upaya yang dapat kita lakukan. Menolong orang lain benar-benar dapat menyembuhkan segala kegelisahan dan keresahan.

Setelah melakukan donor darah, kartu pendonor dikembalikan. Di dalam kartu, distempel tanggal melakukan donor darah disertai paraf perawat yang melakukan tindakan donor darah. Di bagian luar kartu pendonor, diselipkan selembar kertas ucapan terima kasih, doa, dan harapan agar saya berkenan datang kembali untuk menjadi pendonor, serta jadwal melakukan donor darah selanjutnya. Jadwal saya, tanggal 10 Maret 2018. Semoga saya bisa melakukan donor darah sesuai jadwal. Insya Allah.

Bagi pembaca yang sudah berniat melakukan donor darah, semoga Allah mantapkan hatinya untuk segera donor darah. Bagi yang sudah melakukan donor darah, semoga Allah mudahkan langkah kakinya agar bisa donor darah lagi. Daaaan, bagi yang belum ingin donor darah, boleh banget sekali-kali melihat teman yang sedang donor darah, biasanya, setelah melihat jadi ingin ikutan donor darah loh 😀

Semoga apapun niat baik kita untuk menolong orang lain, semuanya dimudahkan oleh Allah. Aamiin

Advertisements

One thought on “Cerita: Untuk Apa Donor Darah? 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s