Sejak 2012. Dan kini 2017. Kita banyak berubah. Semoga hati kita terus tertaut membersamai waktu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

Ubah v , berubah /ber·u·bah/ v 1 menjadi lain (berbeda) dari semula​

Perubahan /per·u·bah·an/ n hal (keadaan) berubah; peralihan; pertukaran

———————————————————-

Selama kita hidup, tidak akan bisa menolak untuk berubah atau menolak sebuah perubahan. Bahkan ketika tidur, kita sangat dekat dengan kata berubah. Yaitu, berubah posisi tidur, sungguh tidak mungkin sekali selama delapan jam kita hanya tidur dalam satu posisi, kan? Selama bernafas, artinya kita ditakdirkan Allah setiap detiknya akan berubah dan mengalami perubahan.

Tentang perubahan, waktu, dan kebiasaan, perubahan waktu membuat segala kebiasaan juga berubah.

Jika dulu begitu mudah bertemu kawan untuk bertukar cerita dan berbagi rasa, sekarang tidak seperti itu. Kita harus menyesuaikan agenda yang ada. Kita hidup di lingkungan bersama banyak orang, bukan? Maka, harus pintar-pintar membagi waktu untuk Allah, diri sendiri, keluarga, dan kawan-kawan. Agar tidak ada hak yang terabaikan. Tidak ada hak orang lain yang dikorbankan.

Kenyataannya, waktu bisa berubah tanpa pernah kita duga. Meskipun sudah menyesuaikan waktu sebaik mungkin agar bisa menghabiskan waktu bersama. Namun, akan ada kondisi dimana hadir urusan mendadak yang harus kita prioritaskan. Biasanya urusan keluarga. Bagi saya, keluarga akan selalu nomor satu. Apapun kondisinya. Jika hal ini terjadi, maka agenda yang telah kita susun akan berubah tidak sesuai rencana.

Sebagai contoh, bila sudah membuat janji dengan kawan, maka dengan berat hati kita harus menunda dahulu pertemuan tersebut. Haruskah kawan kecewa atas sikap kita? Mungkin iya. Atau, bila kondisinya dibalik dan kita sebagai korban, haruskah kita marah? Menurut saya, sepertinya tidak perlu. Kita hanya perlu mengerti. Ada kalanya hal-hal terjadi di luar kehendak kita. Bukan karena ingin ingkar janji atau ingin mengecewakan orang lain. Sama sekali bukan seperti itu. Percayalah, jika tidak ada kondisi darurat tentang keluarga, menepati janji pastilah dilakukan. Sebab, kita sangat bersyukur dan berbahagia masih bisa bertemu dengan kawan 🙂

Perubahan waktu membuat segala kebiasaan juga berubah.

Mengabadikan momen bersama melalui kamera adalah wajib dilakukan. Sebab, meskipun kenangan akan selalu terukir dengan rapi dalam ingatan, manusia hanyalah manusia biasa. Memiliki kemampuan yang terbatas. Semua momen sangat mungkin bisa kita lupakan. Di luar keinginan kita. Oleh karena itu, foto sangat berperan disini. Foto dapat membantu mengingat kenangan yang mungkin tak mampu kita ingat kembali. Dan foto tidak pernah berubah, meskipun orang-orang di dalamnya telah banyak berubah.

Foto adalah satu dari banyak bukti bahwa kita telah melalui banyak perjalanan. Bukankah hidup begitu membahagiakan? Kita berbahagia karena dikelilingi oleh banyak orang yang tidak pernah lelah membuat kita bahagia. Dan kita berbahagia karena telah bersama-sama membuat kenangan begitu berkesan.

Namun kini semua berbeda. Kita seringkali lupa untuk berfoto bersama. Seluruh waktu digunakan untuk bercerita. Begitu banyak kisah yang ingin diceritakan, namun waktu selalu terbatas. Kita merasa waktu bergulir begitu cepat tanpa bisa dihentikan, betapa pun bahagia momen yang kita rasakan kala itu.

Dan aku menyadari, meskipun merasa sedih karena seringkali kehilangan momen untuk foto bersama, tidak apa-apa. Bukankah waktu yang dihabiskan untuk berbagi cerita dan rengkuhan hangat begitu bermakna?

Mari kita peluk erat segala perubahan yang ada. Ke depannya, perubahan besar akan terus menerus terjadi. Kelak, segala agenda dibuat bukan hanya tentang diri kita sendiri. Namun, ada kehidupan suami dan anak-anak kita yang harus diperhitungkan juga. Kelak tidak ada lagi kata “aku”. Namun “kita”. Semua menjadi tantangan baru. Bisakah  memenuhi semua hak orang-orang tersayang disekeling kita? Pasti bisa.

Note: Meskipun momen bersama untuk bercerita begitu penting dan utama, bagi saya momen foto bersama juga penting dilakukan. Kelak, foto tersebut juga bisa digunakan untuk perenungan diri sendiri dan pelajaran untuk anak cucu. Perenungan diri sendiri, terima kasih telah berjuang dan kuat hingga kini. Pelajaran untuk anak cucu, bahwa Allah Maha Baik karena memberikan kesempatan untuk bertemu dengan banyak lingkungan, orang, dan pengalaman baru 🙂

Semoga esok hari kita semakin handal membagi waktu. Serta tidak lupa lagi untuk berfoto bersama saat berjumpa, hanya satu kali foto bersama sungguh tak apa 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s