Judul Buku: Baarakallaahu Laka Bahagianya Merayakan Cinta

Penulis: Salim A. Fillah

Halaman: 349-350

Imam Asy-Syafi’i mengatakan, “Jika kau tinggalkan tempat kelahiranmu, akan kautemui derajat mulia di tempat yang baru, dan kau bagaikan emas yang sudah terangkat dari asalnya.”

Lingkungan yang baru, terkadang lebih siap menerima kita dengan penerimaan tanpa prasangka. Karena kita tak dikenal, maka kacamata yang dipakai menilai kita adalah kacamata yang jernih. Masyarakat di lingkungan yang baru, belum memberikan ‘cap’ terhadap kita sebagai jenis ‘manusia macam apa’ karena mereka belum berinteraksi intens di masa lalu. Maka, merantau kadang menjadi salah satu makna hijrah, yakni hijrah mukaniyah. Perpindahan tempat. Ia melengkapi hijrah-hijrah yang lain. Ia menggenapkan keutamaan tobat kita.  Ia mengutuhkan makna pergeseran kita dari keburukan-keburukan ke arah kebaikan-kebaikan. Ia menyempurnakan makna perpindahan kita dari kondisi jahiliyah ke kondisi islamiyah.

Mengapa merantau bisa menggenapkan, mengutuhkan, dan menyempurnakan makna-makna itu? Karena kita akan menemukan masyarakat yang belum terpengaruh persepsi masa lalu atas diri kita. Mereka memandang kita sebagai ‘orang baik’, sebagai perwujudan dari tobat dan perbaikan diri kita itu. Mereka tidak memiliki prasangka buruk yang bisa menjadi dasar penyikapan dan perlakuan terhadap kita. Justru sebaliknya. Mereka berada dalam keadaan hati yang bersih, prasangka yang paling baik, dan penyikapan yang indah.

Masyarakat di tempat yang baru justru menempatkan atau mengharapkan kita sebagai orang yang baik. Cara pandang positif ini membawa kepada sikap mereka kepada kita, sehingga kondusiflah bagi kita untuk melakukan perbaikan-perbaikan diri. Maka ‘doa’ dan harapan mereka melalui prasangka baik itu dikabulkan Allah. Setidaknya, mula-mula kita menjadi ‘malu’ atas cara pandang positif ini, sehingga kita berupaya untuk mendekati apa yang dilihat oleh masyarakat pada diri kita. Dan masyarakat semakin menyambutnya dengan baik. Subhanallah, alangkah indahnya.

———————————————————-

Menemukan kalimat dalam buku sesuai dengan pikiran sungguh menakjubkan. Tulisan Ustad Salim A. Fillah mewakili apa yang saat ini saya pikirkan dan rasakan. Merantau akan membuat diri kita lebih banyak merenungi, intropeksi diri, dan berusaha menjadi pribadi baru yang lebih baik. Bukan berarti saya mengatakan, tinggal di tempat kelahiran akan sulit untuk berubah. Bukan. Sama sekali bukan seperti itu. Hanya saja, merantau akan lebih banyak memberikan kita ruang untuk berpikir dan menjemput hidayah. Merantau akan membuat kita dekat dengan Allah. Karena, nyatanya kita sungguh bukan apa-apa. Banyak hal didiri kita yang perlu dibenahi dan terus diperbaiki.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s