Alhamdulillah pagi itu langkah kaki dimudahkan lagi oleh Allah untuk mendatangi majelis ilmu. Sebab hati manusia mudah dibolak-balikkan, maka datang ke mejelis ilmu adalah keharusan. Untuk menjaga hati dan keimanan agar tetap lurus dijalan-Nya.

Materi kali ini adalah tentang dosa. Untuk memulai materi, Mbak Nia mengawali dengan sebuah pertanyaan, “Apa yang dimaksud dengan dosa?”  kami terdiam. Diamnya kami memberikan banyak arti. Bisa karena bingung bagaimana mengungkapkannya, bisa juga karena dosa lebih mudah dirasakan namun sulit definisikan dengan kata. Saya juga tidak langsung menjawab secara lisan pertanyaan Mbak Nia. Yang dilakukan saat itu adalah berpikir. Kemudian yang terlintas dalam pikiran, dosa adalah sebuah perbuatan salah yang dilakukan, membuat hati tidak tenang, dan tidak ingin diketahui orang lain.

Ditengah keheningan, Mbak Nia langsung melanjutkan, “Dosa adalah sesuatu hal yang tidak nyaman dilakukan, tidak ingin orang lain mengetahuinya, dan menjadi tidak tenang dihati.”

Saya rasa, kami menyetujui apa yang Mbak Nia katakan. Serta memiliki definisi dosa yang sama. Dalam pikiran masing-masing.

Mengutip dari tulisan salamadian.com, secara sederhana, dosa kecil adalah dosa yang tidak tergolong kategori dosa besar dalam Islam seperti syirik, membunuh, mabuk, zinah, sombong, durhaka pada orang tua, dan lain sebagainya. Dosa kecil tidak mendapatkan penekanan ancaman dari Allah, baik di dunia maupun di akhirat, berbeda dengan dosa besar, yang telah jelas Allah mengancamnya dalam Al-Qur’an bahkan disertai dengan  hukuman yang amat berat.

Dalam banyak urusan, kita terbiasa untuk menganggap mudah suatu perkara padahal itu adalah perkara yang sulit. Dan menganggap sulit suatu perkara padahal itu adalah perkara yang mudah. Namun, sungguh berbahaya bila kita menerapkan hal seperti ini pada dosa. Seperti menganggap perbuatan-perbuatan kita ini adalah dosa kecil. Menyepelekan kesalahan kecil. Padahal yang kita anggap kecil ternyata bagi Allah itu dosa besar. Menakutkan kan?

Dalam sebuah hadist mengatakan, balasan dosa besar adalah mendapat murka, laknat, siksa Allah dunia dan akhirat.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, murka adalah sangat marah. Laknat adalah kutuk. Siksa adalah penderitaan atau hukuman. Bagi seorang muslim, sungguh sangat menyedihkan dan menakutkan bila Allah sangat marah, mengutuk, dan memberikan penderitaan pada kita. Padahal, Allah adalah Maha Penyayang, Maha Pengasih, Maha Pengampun, dan ingin segala kebaikan tercurahkan pada kita. Jika Allah bersikap seperti ini, bukankah perbuatan yang tergolong dosa besar benar-benar Allah benci? Percayalah, perbuatan yang Allah benci dan larang untuk kita adalah perbuatan yang akan merugikan dunia dan akhirat untuk kita. Untuk siapa? Kita. Allah tidak akan merugi sama sekali dalam hal ini. Lantas, tidak inginkah kita berpikir lalu menjauhinya?

Dalam Surat An-Nisa Ayat 31 Allah mengatakan, “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (Surga).

Dalam surat An-Nisa tersebut kita mengetahui, Allah yang Maha Baik selalu mengampuni dan memberikan kesempatan untuk hamba-Nya. Bahkan untuk dosa yang tergolong besar sekalipun. Maka, marilah kita mengintropeksi diri, segera memohon ampun, dan menjauhi semua larangan-Nya. Allah pun akan segera memberikan Surga untuk kita.

Dengan mengetahui apa itu dosa besar dan dosa kecil, apa saja contoh perbuatannya, dan apa hukumannya, semoga kita menjadi orang yang berhati-hati dalam bertindak dan beribadah. Beberapa hal yang dapat kita lakukan:

1. Jangan Terlalu Yakin dengan Amal Kita.

Mungkin, kalau pada pekerjaan dunia kita bisa merasa yakin tentang apa-apa yang kita kerjakan. Seperti ketika tes ujian perguruan tinggi, kita bisa tahu seberapa besar kesiapan kita melalui try out. Dari sana akan terlihat kita lolos passing grade atau tidak. Namun, tentang ibadah kita tidak bisa tahu. Kita hanya tahu syarat ibadah di terima oleh Allah adalah dengan beribadah dengan ikhlas dan melakukannya sesuai ajaran Islam. Oleh karena itu, karena kita tidak tahu, berusaha saja untuk ikhlas dan melakukan sesuai aturan. Lalu, berserah pada Allah.

2. Jangan Merasa Aman dengan Dosa-dosa yang Dilakukan

Ketika mengetahui telah melakukan dosa, jangan pernah merasa aman dengan dosa tersebut. Karena, meskipun kita telah terus menerus memohon ampun pada Allah, kita tidak pernah tahu dosa-dosa tersebut sudah diampuni oleh Allah atau belum. Atau bahkan tidak diampuni. Astagfirullah. Ampuni kami ya Allah.

3. Amalan Itu Bersifat Gaib

Gaib adalah tidak kelihatan, tersembunyi, dan tidak nyata. Begitulah amalan kita. Yang tahu hanya Allah. Sebab amalan itu gaib, maka lakukan saja yang terbaik. Kemudian berdoa dan berserah pada Allah.

4. Berusaha Meninggalkan Dosa Kecil

Jangan pernah menyepelekan dosa kecil. Ketika kita tahu itu dosa, karena akan membuat hati tidak tenang dan tidak ingin orang lain mengetahuinya, jangan lakukan itu. Sebaik-baiknya perilaku adalah perilaku baik. Perilaku baik hanya bisa didapatkan bila kita membiasakan melakukan hal baik. Yuk, berusaha melakukan perbuatan-perbuatan terpuji dalam kehidupan sehari-hari.

5. Jangan Meremehkan dan Menghina Dosa Kecil

Dosa kecil atau besar yang tahu hanya Allah. Hadist mengatakan, ketika kita meremehkan dosa sebagai dosa kecil, padahal bagi Allah itu adalah dosa besar. 

Kemudian hadist lain mengatakan, sebuah dosa besar yang dibarengi dengan rasa takut kepada Allah, malu terhadap manusia dan Allah, lalu mengganjal dihati, itu merupakan dosa kecil.

Semua hanya Allah yang Maha Tahu. Tolak ukur manusia sama sekali tidak boleh dilakukan dalam hal dosa. Karena kita adalah tempatnya banyak salah. Dan Allah selalu benar dan Maha Tahu segalanya.

6. Dosa Kecil Bisa Menjadi Dosa Besar bila Dilakukan Terus Menerus

Dosa-dosa yang kita anggap kecil dan sepele lalu dilakukan terus menerus, akan menjadi dosa besar. Sesuatu yang kecil, jika dilakukan terus menerus akan menjadi banyak. Dan jumlahnya yang menjadi besar. Maka, berhati-hatilah.

Materi Liqo ini diberikan oleh Mbak Nia, beberapa definisi dosa ditambahkan dari web ini (di dalam web tersebut juga dituliskan beberapa hal yang membuat dosa-dosa kecil menjadi besar. Silakan dibaca :)) dan ditambahkan beberapa pendapat saya sendiri. Semoga bermanfaat.

Karena dosa dapat kita rasakan dalam hati, semoga kita lebih berhati-hati dan menjauhi. Karena amalan itu tidak terlihat, semoga kita terus bersemangat. Tidak terlalu yakin dengan ibadah yang dilakukan dan berusaha untuk ikhlas dan mengikuti aturan ibadah yang Allah berikan. Lalu, berdoa dan berpasrah dengan keputusan-Nya. Semoga kita termasuk ke dalam golongan yang terus berusaha berbuat baik dan berusaha mendekati kebaikan. Aamiin 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s