​

Akhirnya hari ini saya bisa donor darah. Setelah hanya wacana selama satu tahun yang lalu, hari ini saya mendapat kesempatan untuk berbagi kepada sesama. Saya donor darah di PMI Depok. Lokasinya terdapat di dalam perumahan Grand Depok City (GDC). Kalau kalian datang dari arah jalan kartini, hanya tinggal lurus dan cari kolam renang Aladin. Dari kolam renang, ambil jalan ke arah kanan. Lurus saja nanti akan terlihat PMI Depok ada di sisi kiri jalan. Mudah di temukan dan dijangkau.

Saya sudah mencoba datang kesana Hari Jumat lalu. Tetapi ditolak karena saya tidak lulus satu persyaratan awal, yaitu minimal tidak minum obat selama tiga hari. Kurang beruntungnya, Jumat malamnya saya minum obat flu Neozep. Jadi, hari itu belum bisa donor darah.

Saya berencana datang kembali ke PMI Depok Hari Senin besok. Tetapi, berubah pikiran karena kebetulan hari ini Liqo di daerah GDC, maka saya langsung saja datangi PMI lagi.

Sampai disana saya tidak perlu mengisi formulir lagi. Karena formulir Hari Jumat lalu masih saya simpan dan masih dapat digunakan. Jadi, saya langsung memberikan formulir tersebut ke perawat. Saat itu saya antre bersama tiga orang pendonor lainnya. Dua orang laki-laki lulus test kesehatan dan satu orang perempuan tidak bisa donor darah hari ini dikarenakan tekanan darahnya rendah. Sambil menunggu giliran, saya harap-harap cemas mengkhawatirkan hasil test kesehatan dalam keadaan tidak normal. Jangan sampai saya ditolak yang ke dua kalinya. Sambil berdoa akhirnya nama saya dipanggil untuk test tekanan darah, hemoglobin, dan golongan darah. Untuk berat badan, tidak ditest langsung. Perawat hanya menanyakan saja saat wawancara. Alhamdulillah atas izin Allah, saya lulus test kesehatan. Itu artinya saya bisa donor darah hari ini 😀

Sambil menunggu antrean dua orang sebelum saya, perawat menginstruksikan agar saya mencuci tangan hingga lengan. Dan beliau memberi tahu agar lebih fokus membersihkan lipatan lengan. Supaya di bagian tersebut tidak luput dari sapuan air. Karena jarum akan ditusuk di bagian lipatan lengan.

​

Jantung saya lumayan berdegup dengan cepat saat menunggu. Mungkin hal ini terjadi karena pengalaman pertama. Jadi cemas dan khawatir saja rasanya. Pelan-pelan saya menenangkan diri dan berusaha santai. Agar proses donor darah berjalan dengan lancar.

Tiba saatnya giliran saya diambil darahnya. Lengan saya diletakkan di meja kecil di samping kiri. Kali ini saya ingin melihat proses tusukan jarum masuk ke pembuluh darah saya. Maka, saat perawat menusuk jarum ke pembuluh darah saya tidak mengalihkan pandangan. Mata saya terus melihat jarumnya menembus kulit dan pembuluh darah. Cukup menegangkan karena menurut saya jarumnya lebih besar dari jarum suntik saat ambil darah di lab untuk test kesehatan. Entah lah benar atau tidak 😀

​

Rasanya hanya sedikit sakit. Dan itu pun hanya sedetik saja sakitnya. Lagi-lagi saya mencoba untuk santai dan nyaman. Proses ambil darah tidak terlalu lama. Hanya sekitar 15-20 menit. Waktunya relatif. Informasi yang saya dapatkan dari perawat, cepat lambatnya darah memenuhi kantong, tergantung dari beberapa faktor. Seperti kekentalan darah atau besarnya pembuluh darah. Semakin besar pembuluh darah dan semakin normal kekentalan, maka proses akan semakin cepat. Untuk saya, meskipun tidak terlalu cepat, Alhamdulillah proses pengambilan darah berjalan dengan lancar.

Berbeda dengan pendonor di sebelah saya. Dia mengalami sedikit masalah. Proses donor darah segera diberhentikan saat proses berjalan. Yang menjadi masalah, tiba-tiba darahnya tersumbat dan tidak mengalir ke selang. Saya melihatnya sendiri, darah yang mengalir diselang tiba-tiba surut. Akhirnya perawat menghentikan prosesnya dan pendonor diberi waktu istirahat sebentar. Dan akan dicoba kembali pada tangan sebelah kiri. Saat awal, pendonor tersebut diambil darahnya dari tangan kanan. Saya sempat bertanya ke perawat apa yang terjadi dengan si pendonor itu. Perawat menjelaskan hal demikian bisa terjadi bila si pendonor kurang minum air putih dihari saat donor dan hari sebelumnya. Akhirnya darah mengental dan tidak lancar alirannya. Saya tidak sampai selesai melihat Si pendonor itu menyelesaikan donor darah. Semoga saja proses pengambilan darah pada pembuluh darah tangan kirinya berjalan dengan lancar. Aamiin.

Sebelum donor darah, saya sempat membaca website PMI bahwa pendonor dianjurkan untuk minum yang banyak sehari sebelum dan sesaat sebelum donor darah. Jadi, saya sudah persiapan meminum cukup banyak air putih. Sesaat sebelum donor saya langsung menghabiskan satu botol aqua ukuran sedang (saya lupa berapa ml). Oleh sebab itu, jika berminat untuk donor darah sebaiknya membaca anjuran-anjuran yang diberikan PMI sebelum donor darah. Hal itu dibutuhkan agar lulus test kesehatan dan kelancaran proses saat donor darah.

Setelah selesai, saya diberi edukasi  oleh perawat agar meninggikan lengan saya selama dua menit agar tidak terjadi pendarahan pada lokasi tusukan jarum. Dan diperbolehkan pulang. Saya juga diberikan oleh-oleh dari PMI! Yaitu, sebuah kartu donor darah dan satu plastik biskuit serta minuman jus jambu. Di dalam kartu donor darah juga disertai ucapan terima kasih, doa, dan harapan agar saya berkenan datang dua bulan lagi. Jadwal donor darah saya selanjutnya, 6 Oktober 2017. Semoga saya diberikan umur dan kesehatan agar bisa donor darah lagi 😀 Aamiin.

Jika Allah dengan baik hati masih memberikan kehidupan, kesehatan, dan kesempatan. Mengapa kita tidak bersyukur? Donor darah bisa menjadi salah satu cara sebagai ungkapan rasa syukur kita. Ingin mencoba juga? Yuk donor darah. Datangi kantor PMI terdekat. Sekarang! 🙂

​

Advertisements

One thought on “Cerita: Donor Darah Berbagi kepada Sesama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s