Assalammu’alaikum. Saya ingin berbagi lagi hasil Liqo Hari Minggu tanggal 30 Juli 2017 Kemarin. Sudah rindu sekali rasanya tidak mengingatkan hati dan pikiran lagi tentang Allah. Karena selama Bulan Ramadhan Liqo libur dan baru mulai kembali Minggu kemarin.

Meskipun  cara yang paling baik mendekatkan diri ke Allah adalah melalui sholat karena kita bisa berinteraksi langsung segala keluh kesah pada-Nya, berkumpul dengan sahabat-sahabat membahas materi tentang Islam sangat dibutuhkan. Karena rasa semangatnya akan menjadi berlipat-lipat ganda jika belajarnya bersama-sama 😀 Dan hati sangat perlu untuk diingatkan secara terus menerus.

Materi ini disampaikan oleh Mbak Nia. Berikut komitmen-komitmen yang harus dipertahankan sesudah Bulan Ramadhan agar terus terjaga:

1. Harus konsisten dalam ibadah-ibadah yang sudah dicapai di bulan ramadhan.

Karena mengetahui keutamaan dan segala berkah di Bulan Ramadhan, muslim dimana pun akan saling berlomba-lomba melakukan ibadah yang paling baik. Dan kita mampu melakukan ibadah-ibadah secara terus menerus dan berjuang melaksanakannya. Agar dapat mempertahankan kebiasaan-kebiasaan baik tersebut, maka kita harus mempertahankan zona menuju Allah secara lurus. Menata hati kita agar bersandar pada Allah. Berusaha selalu mengingat Allah menggunakan media apapun.

2. Menjaga Konsistensi dalam Jamaah.

Ibarat sebuah bangunan yang terdiri dari banyak komponen dan tidak bisa berdiri sendiri,  maka sesama muslim harus saling melengkapi satu sama lain. Saling menutupi kelemahan. Saling mengingatkan ketika berbuat salah dan khilaf. Saling menyemangati saat rasa malas kala hinggap pada diri.

3. Menjaga Konsistensi Jiwa

Jika ruh kita bersih, maka anggota badan kita juga akan melakukan perbuatan baik. Karena, hati adalah raja dalam diri kita. Jika hati kita keruh, kita tidak akan bersemangat lagi untuk membantu saudara. Yang dipikirkan hanya kotak keluarga kita. Hanya fokus memikirkan diri sendiri saja. Berkurangnya rasa empati dan kepekaan kita. Kita harus selalu mencari cara agar selalu berkontribusi untuk orang lain dan menolong siapapun yang membutuhkan. Agar konsistensi jiwa kita terjaga.

4. Menjaga Kebersihan Hati.

Harus berusaha menjaga mata, tangan, hati, dan seluruh anggota badan untuk menjauhi larangan Allah. Jika hati kita bersih, maka akan khusyu beribadah. Dan akan mudah menerima nasihat orang lain. Hati dan pikiran juga mudah menerima ilmu dan perubahan yang baru.

5. Menjaga Ketekunan.

Insya Allah akan berguna untuk diri kita. Kegiatan ibadah harus dilakukan dengan tekun. Kegiatan yang dilakukan dengan tekun, Insya Allah hasilnya maksimal.

6. Kita Harus Memupuk Cinta dan Menjaga Konsistensi Kita kepada Allah.

Harus mempertahankan cinta kita pada Allah dan selalu menjadikannya nomor satu. Walaupun kita memiliki keluarga, suami, anak, dan kerabat lainnya. Mengapa kita harus menjadikan Allah yang paling pertama dan utama? Karena Allah sudah memberikan banyak hal pada kita. Secara cuma-cuma tanpa pernaj kita minta. Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Bahkan untuk kejadian yang menyakitkan dan menyedihkan “bagi kita” pun adalah yang terbaik. Allah Maha Tahu. Dan kita sangat sering keliru dan tidak tahu.

Dalam menikah, cara memupuk cinta kepada pasangan adalah dengan keimanan. Kita dipersatukan dengan pasangan oleh Allah. Yang memberikan cinta adalah Allah. Maka, yang akan mengambil cinta kembali hanya Allah. Maka, jika mencintai dia akan menambah cinta kita pada Allah, maka dekatkanlah dia.

7. Intensitas Kebaikan kepada Hal-hal Lain Harus Diperbanyak.

Jika hal-hal semakin mendekatkan kita pada Allah, maka mendekatlah. Jangan berharap mendapatkan hidayah, tanpa ada usaha dan perjuangan. Sebab, hidayah harus dicari dan diperjuangkan. Bukan hanya ditunggu.

8. Kita Harus Berani Berkomitmen.

Sebagai contoh: Pada zaman dahulu, ketika Umar terlambat sholat berjamaah, Umar dengan berani mewakafkan kebunnya. Hal itu dilakukan karena betapa menyesalnya Umar telah lalai melaksanakan perintah Allah. Sangat terlihat bahwa Allah dan segala perintah-Nya sangat penting dalam hidup Umar. Semoga kita berani berkomitmen untuk agama kita, yaitu Islam 🙂

9. Merubah Paradigma.

Ubah pola pikir kita bahwa dunia ini adalah hanya terminal tempat pemberhentian sementara. Oleh karena itu, sibukanlah diri untuk mempersiapkan akhirat kelak.

10. Hadirkan Syurga di dalam Halaqah Kita.

Ketika kita lemah terhadap siapapun, harga diri Islam itu tidak ada. Maka, diperlukan para pendakwah yang kuat dan berani menyuarakan kebenaran.

11. Harus bisa Menyegarkan Pikiran dan Menyegarkan Tarbiyah

Tujuannya agar tidak mudah terpengaruh dengan musuh-musuh Islam. Dan tegar dan menyegarkan ilmu-ilmu Allah.

Semoga kita mampu melaksanakan Sebelas perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Agar keimanan dan akhlak baik kita selalu terjaga. Serta tidak lupa untuk menebar kebaikan. Aamiin 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s