Assalammu’alaikum Wr. Wb
Selamat Malam!

Alhamdulillah,  Hari Minggu masih diberikan kesempatan oleh Allah menghadiri kegiatan yang produktif  🙂 Materi yang dijelaskan Mbak Nia kali ini tentang Sumber ketenangan hati. Memiliki hati yang tenang adalah karunia Allah yang patut kita syukuri.

Tetapi, tidak semudah itu kita memiliki hati yang tenang. Dengan menjalani hari, bertemu dengan lingkungan yang beragam, dan orang yang bermacam-macam seringkali membuat suasana hati berubah-ubah. Yang paling mengganggu adalah kalau hati lagi tidak tenang. Kegiatan apapun rasanya sulit untuk dilakukan dengan benar dan rasanya tidak enak. Nah berikut ada beberapa sumber yang membuat hati kita selalu tenang:

1. Tidak tergantung dengan orang lain.

Disekitar kita memang banyak orang-orang baik yang menolong. Karena terlalu sering ditolong, terkadang membuat kita merasa nyaman. Lalu menyebabkan ketergantungan dan berharap yang berlebihan.  Padahal orang-orang baik itu tidak harus melulu menolong kita. Mereka juga punya banyak urusan dan kepentingan yang harus dilakukan. Pada akhirnya ketika keadaan tidak sesuai dengan keinginan, kita akan kecewa. Perasaan kecewa itu akan membuat hati tidak dalam keadaan baik. Ingat, tempat paling baik bergantung adalah pada Allah. Dan kemudian lakukan sendiri. Mandiri itu keren loh 😉

2. Berburuk sangka dengan orang lain.

Jangan pernah berburuk sangka. Karena akibatnya akan berkepanjangan. Selain itu, tidak ada manfaatnya untuk kehidupan kita di dunia ataupun di akhirat. Dengan berburuk sangka, artinya kita mengotori pikiran kita dengan pikiran-pikiran negatif. Pikiran negatif akan menghasilkan perasaan negatif. Pada akhirnya tindakan yang dilakukan juga negatif. Alhasil, akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Lalu bagaimana dengan hati kita? Jangan ditanya, berburuk sangka akan menyebabkan penyakit hati. Yuk, lebih baik kita berpikir positif saja. Supaya hati, pikiran, perasaan, dan tindakan kita baik 😀

3. Hiduplah hari ini. Tidak fokus dengan masa lalu.

Hari-hari yang kita telah lalui biasa disebut dengan masa lalu. Kalau begitu, setiap manusia yang telah hidup hingga kini masa lalunya sudah banyak sekali. Mungkin kalau dibuatkan album foto, sudah tersusun menjadi banyak rak buku 😀 Dan berterima kasihlah dengan masa lalu. Sebab, dirimu yang cantik, ganteng, bijak, bersabar, tenang, dermawan, ramah, dan santun adalah hasil dari pembelajaran masa lalu. Hebat kan? Jadi, masa lalu tidak selalu identik dan berhubungan dengan yang buruk-buruk. Oleh karena itu, mulai saat ini yuk kita fokus untuk hari ini dan hari esok. Rencanakan perubahan-perubahan baik yang ingin dilakukan dan segera bergerak! Lakukan dengan semangat dan sebaik-baiknya. Insya Allah hati kita akan semakin tenang 🙂

4. Tidak menyimpan kemarahan, kebencian, dan iri hati dengan orang lain.

Meskipun ada peluang untuk melakukan itu, lebih baik dibuang yang jauh saja ya? Karena hanya membuang waktu saja. Masih banyak hal seru dan menyenangkan yang harus dilakukan. Sayang kan waktunya kalau dipakai untuk melakukan itu semua? Dampak yang akan terjadi hanya menyakiti hati kita saja. Kita berhak untuk hidup dalam damai. Jadi, yuk fokus pada sikap yang membuat kita menjadi lebih baik. Masih banyak sahabat-sahabat yang perlu kita sayangi, pedulikan, saling berbagi, dan tolong menolong. Hal-hal tersebut akan membuat hati kita senang loh 😀

5. Tidak membiasakan sikap terburu-buru.

Menunda-nunda pekerjaan memang mudah dilakukan. Tetapi dampaknya akan mempengaruhi mood kita satu hari penuh. Kabar buruknya, menunda-nunda akan membuat mood kita menjadi sangat buruk. Mengerikan sekali, kan? Akhirnya seluruh agenda harian yang telah direncanakan menjadi berantakan dan tidak terkendali. Tugas-tugas saling bertumpuk bahkan menjadi tidak terselesaikan. Merugikan sekali. Mulai saat ini, kita harus membiasakan mengatur waktu dengan baik. Agar segala hal berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali. Insya Allah mood baik akan terjaga hingga satu hari penuh 😀

6. Tidak mengkhawatirkan hari esok.

Mengkhawatirkan hari esok itu baik. Menjadi tidak baik jika tidak dibersamai dengan tindakan nyata. Tidak perlu terperangkap dengan suatu masalah dan dipikirkan hingga berlarut-larut. Semua akan berjalan baik. Bukankah rezeki dari Allah sudah Allah tentukan? Bukankah apa yang kita tanam, maka itulah yang akan dituai? Tugas kita hanya berlaku dengan sebaik mungkin. Biarlah Allah yang menilai.

7. Ketuklah Allah dengan mengadu dan meminta.

Bercerita dengan orang lain dibolehkan, asalkan kita mengerti dengan baik keadaannya. Keadaan bahwa orang lain juga memiliki permasalahan dalam hidupnya. Apakah hal wajar jika kita melulu mengeluh, mengadu, dan meminta pada orang lain yang juga sama-sama memiliki sebuah masalah? Sebaiknya tidak. Manusia pasti memiliki sebuah keterbatasan dalam menampung keluh kesah sesama. Bagi Allah tidak. Allah akan siap sedia kapanpun dan sesering apapun kita meminta dan mengeluh.

8. Mengingat Allah.
Bila kita sedang dirundung duka dan semua terasa menyedihkan, cobalah untuk mengingat Allah. Ingat betapa banyak karunia yang telah Allah berikan. Kita masih diberikan kehidupan dalam kedaan badan yang sehat. Bukankah sudah seharusnya kita berterima kasih pada Allah?

Lalu, ingatlah betapa banyak ciptaan Allah di dunia ini yang jauh dari nalar manusia. Lihat laut yang luas, langit terbentang, dan gunung-gunung yang tinggi. Pemandangan yang membuat kita takjub dan bahagia. Belum lagi banyak teknologi masa kini yang sangat canggih. Membuat kita semakin merasa bersyukur. Semua telah ditetapkan Allah. Tugas manusia hanyalah terus berusaha terbaik. Supaya hasilnya pun baik pula. Dan menjemput ridho-Nya. Lalu, masih adakah yang perlu di risaukan dan membuat hati kita tidak tenang? Tidak kan? 🙂 Yuk banyak-banyak mengingat Allah dan berdizikir disetiap kesempatan 😉

9. Berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Al-qur’an adalah pedoman manusia di dunia ini. Ketika ada masalah coba deh perbanyak membaca Al-qur’an. Jangan lupa membaca artinya ya. Supaya kita mendapat jawaban atas masalah-masalah tersebut. Lalu, kalau pikiran sedang tidak baik coba saja dengarkan orang yang sedang membaca Al-qur’an. Niscaya, akan mendapatkan semangat baru dan yakin kita mampu.

Dengan rajin menghadiri mejelis ilmu, kita juga akan mengkaji isi kandungan Al- qur’an. Hal tersebut akan meningkatkan pemahamanmu tentang Al- qur’an. Insya Allah akan membantu menemukan solusi pada masalahmu. Yuk dicoba 😀

10. Menyayangi orang miskin.

Pada masa lalu, rasullullah memilih untuk menjadi miskin. Karena akan menjauhkan kita pada fokus dunia. Dengan menjadi miskin, kita tidak mengkhawatirkan apa-apa yang berhubungan dengan harta. Tidak takut kehilangan harta. Sehingga fokus kita hanya pada beribadah dan menebar kebaikan. Hal-hal tersebut membuat hati kita tenang. Sayangi orang miskin, karena mereka akan mengajari kita banyak hal.

11. Perbanyak melihat orang yang kurang beruntung dibanding kita.

Melihat orang lain yang kurang beruntung dibanding kita, akan meningkatkan rasa bersyukur pada Allah. Ternyata Allah baik sekali pada kita. Hingga kini masih diberi kehidupan yang layak dan lebih dari cukup. Lantas, masih pantaskah kita merasa kurang dan terus menerus meminta yang lebih padahal kita tidak membutuhkannya? Kehidupan yang berkecukupan akan menjauhkan kita dari sifat sombong dan riya. Ingatlah, Allah memberikan sesuai kebutuhan kita. Jadi, yuk perbanyak bersyukur dan fokus berbagi. Masih banyak loh orang-orang yang perlu kita bantu 😉

12. Menjaga silaturrahim.

Jika telah lama tidak mengunjungi saudara seringkali hati menegur kita. Rasanya hati ini tidak tenang sekali. Oleh karena itu, selain membuat hati tenang, silaturrahim juga semakin membuat tali persaudaraan erat loh. Jadi, masih menunda-nunda untuk berkunjung ke rumah kerabat dekat dan saudara seiman? Yuk kita bersilaturrahim 😀

13. Berani mengatakan kebenaran.

Sepandai-pandainya manusia menahan dan menyimpan sebuah rahasia, tetapi jika berhubungan dengan kebenaran sepertinya tidak akan bisa. Manusia secara lahiriyah memang jujur. Karena memiliki hati. Hati selalu berkata jujur. Maka, coba saja menahan untuk tidak mengatakan yang sebenarnya. Mungkin secara fisik kita sukses melakukannya. Tetapi secara batin tidak. Hati kita pasti tidak tenang. Oleh karena itu, kalau mau hati tenang, yuk lakukan dan katakan sesuai dengan yang sebenarnya 😉

14. Mendirikan shalat.

Selain menjadi kewajiban, shalat merupakan sebuah kebutuhan untuk manusia. Karena pada saat itu kita sedang berkomunikasi dengan Allah. Dalam menghadapi peliknya kehidupan, shalat penolong sebagai tempat berkeluh kesah. Pasti ada saja hal-hal yang membuat kita kesal dan marah. Dengan shalat, akan meluruhkan semua itu dan membuat keadaan kita menjadi lebih baik.

15. Berinteraksi dengan orang-orang beriman.

Berinteraksi dengan orang-orang beriman itu seperti candu. Candu untuk melakukan kebaikan! Paling tidak, dengan berada pada lingkungan yang baik, akan mencegah kita melakukan hal buruk. Dan dapat memberikan pencerahan kala hari-hari terasa rumit. Pernah seperti itu kan? Maka, jika ingin selalu berprasangka baik dengan hal apapun. Sebaiknya kita mendekati lingkungan dan orang-orang yang baik. Yaitu, saudara seiman 😉

Ya, itu adalah 15 sumber ketenangan hati. Semoga kita bisa berusaha melakukannya. Karena hati yang tenang merupakan hal penting ketika melakukan sesuatu. Semoga apa-apa yang sudah saya tulis bermanfaat. Dan mohon dimaafkan jika ada kata-kata yang tidak tepat dan tidak berkenan dihati. Yuk bersama-sama mencari, belajar, dan menebar kebaikan 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s